<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368</atom:id><lastBuildDate>Sun, 18 Mar 2012 00:22:50 +0000</lastBuildDate><category>A.</category><title>BLOG KHULUKI</title><description></description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Khuluki)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-5461967030423230419</guid><pubDate>Thu, 08 Dec 2011 12:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T19:37:12.865+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>A.</category><title>Konservasi Sumber Daya Air</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-J13hlxMcv7U/TuCvafFKfCI/AAAAAAAAAMA/U8N87fRfNr4/s1600/banner-aqua1.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 309px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-J13hlxMcv7U/TuCvafFKfCI/AAAAAAAAAMA/U8N87fRfNr4/s320/banner-aqua1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683735599296183330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian SDA(Sumber Daya Alam)&lt;br /&gt;Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini.Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Sierra Leone, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.(http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam)&lt;br /&gt;2. Pengertian Sumber Daya Air&lt;br /&gt;Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air(http://id.wikipedia.org/wiki/Air)&lt;br /&gt;3.Konservasi Sumber Daya Air&lt;br /&gt;Penghematan air atau konservasi air adalah perilaku yang disengaja dengan tujuan mengurangi penggunaan air segar, melalui metode teknologi atau perilaku sosial.Usaha konservasi air bertujuan untuk:&lt;br /&gt;1. Keseimbangan - Untuk menjamin ketersediaan untuk generasi masa depan, pengurangan air segar dari sebuah ekosistem tidak akan melewati nilai penggantian alamiahnya.&lt;br /&gt;2. Penghematan energi - Pemompaan air, pengiriman, dan fasilitas pengolahan air limbah mengonsumsi energi besar. Di beberapa daerah di dunia (contohnya, California)[1].&lt;br /&gt;3. Konservasi habitat - Penggunaan air oleh manusia yang diminimalisir untuk membantu mengamankan simpanan sumber air bersih untuk habitat liar lokal dan penerimaan migrasi aliran air, termasuk usaha-usaha baru pembangunan waduk dan infrastruktur berbasis air lain (pemeliharaan yang lama).&lt;br /&gt;Upaya Blogger Dalam Mendukung Konservasi Sumber Daya Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya konservasi sumber daya air ini wajib dilakukan oleh siapapun dan dalam bentuk apapun selama kegiatan tersebut mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pelestarian air. Meski kegiatan blogging yang selama ini kita jalani jauh kaitannya dengan konservasi air, tetapi bukan berarti kita bisa lepas tanggung jawab dengan alasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang blogger yang dinamis dan kreatif memanfaatkan teknologi, ada beberapa upaya yang sebenarnya dapat kita lakukan dalam rangka mendukung upaya konservasi air yang sudah dilakukan oleh masyarakat ini. Hanya saja, perbedaan dalam kegiatan konservasi ini tidak kita lakukan secara langsung, tetapi lebih mengarah pada upaya kampanye, sosialisasi, atau penyebarluasan informasi untuk mendukung keberhasilan konservasi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kegiatan yang dapat kita lakukan sebagai seorang blogger dalam mendukung upaya konservasi sumber daya air ini antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melakukan Kontes Di Blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menggalang kepedulian blogger lainnya dan masyarakat pembaca untuk lebih peduli dengan usaha konservasi air dengan mengadakan sebuah kontes melalui media blog. kontes yang diselenggarakan bisa dalam bentuk kontes seo maupun penulisan artikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes seo dimaksudkan untuk menempatkan artikel dengan kata kunci yang diharapkan untuk tampil sebanyak-banyaknya dalam SERP (search engine result page). Sedangkan kontes artikel ini digunakan untuk menyebarluaskan dan menjaring ide dari para blogger tentang kepeduliannya terhadap konservasi air dalam bentuk tulisan artikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari adanya kontes ini adalah memperbanyak kuantitas bacaan tentang konservasi air, meningkatkan kualitas bacaan tentang konservasi air, dan menggugah minat para blogger untuk menuangkan ide kreatifnya terkait konservasi sumber daya air di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melakukan Give Away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give away merupakan sebuah kegiatan di mana ada seorang blogger yang hendak memberikan barang miliknya kepada blogger lain dengan mengajukan persyaratan tertentu. Biasanya barang yang ingin dibagi-bagikan kepada blogger lain ini berupa buku atau novel. Untuk mendukung kegiatan konservasi air, maka kita dapat memberikan persyaratan kepada blogger yang berminat untuk menuliskan artikel dengan tema yang berhubungan dengan konservasi air dan mengajak teman lainnya untuk bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara give away ini hampir sama dengan kegiatan kontes di blog. Perbedaan di antara keduanya hanya terletak pada ukuran besarnya hadiah dan kemungkinan banyaknya jumlah peserta yang ikut berpartisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membuat Artikel Bergilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kerja artikel bergilir ini adalah dengan memberikan tugas kepada blogger yang merupakan teman dekat kita untuk menuliskan sebuah artikel sesuai keinginan kita. Penggunaan artikel bergilir ini bisa sangat efektif jika kita memiliki jaringan pertemanan yang luas dengan sesama blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan artikel bergilir mengharuskan seorang blogger untuk menuliskan artikel dengan tema tertentu dan kemudian wajib untuk menyuruh blogger lainnya untuk melakukan hal serupa (menulis dan menyuruh blogger lain menulis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ruang lingkup pertemanan yang terjalin ini sangat luas, bisa dibayangkan bukan betapa banyaknya blogger yang berpartisipasi dalam acara pembuatan artikel konservasi air ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dari sistem artikel bergilir ini adalah tidak adanya keharusan yang memaksa. Kita menerima tugas menulis dan menyebarkan kembali tugas menulis kepada teman lainnya karena alasan pertemanan dan kesediaannya dengan ikhlas. Jika ada blogger yang malas melaksanakan tugas, maka bisa dipastikan sistem ini tidak akan berjalan baik. Dalam kegiatan artikel bergilir ini juga tidak ada pemberian hadiah seperti kegiatan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mempublikasikan Artikel Ke Media Cetak dan Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita pandai menulis, maka kita juga dapat menyumbangkan tulisan kita tersebut untuk diterbitkan di media cetak maupun online. Alasannya adalah untuk mempercepat penyebarluasan artikel yang kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin artikel yang kita buat tersebut kurang mendapatkan antusias lebih dari pembaca jika kita publikasikan di blog kita. Akan tetapi, ada kemungkinan besar jika artikel kita bisa mendapatkan antusias dan tanggapan yang bagus jika diterbitkan melalui media cetak dan online karena ketenaran dan jangkauan pemberitaannya yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menggunakan Viral Marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Viral marketing merupakan sebuah teknik pemasaran yang memiliki karakteristik penyebarluasan yang sangat cepat layaknya penyebaran sebuah virus. Kecepatan penyebaran ini dikarenakan adanya keyakinan pihak yang menyebarkan jika produk yang disebarkan ini memiliki manfaat bagi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh penggunaan teknik viral marketing ini adalah kita sebagai blogger membuat ebook atau artikel yang berkualitas kemudian kita sebarkan kepada para pembaca dan pengunjung blog kita secara gratis. Jika ada pembaca yang tertarik mengunduh dan menyimpannya, paling tidak mereka juga berhasrat untuk memberikan produk tersebut kepada teman-temannya karena mereka meyakini jika produk tersebut juga bermanfaat bagi teman-temannya. Jika hal ini terus dilakukan berulang-ulang, maka penyebaran artikel atau ebook konservasi air ini akan cepat menyebar luas ke semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gerakan Blogger Di Jejaring Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu pernah merasakan hebohnya aksi sejuta facebookers mendukung sebuah hal tertentu melalui jejaring sosial. Jika pada kenyataannya hal itu berhasil diterapkan untuk memberikan dukungan moral terhadap suatu hal, maka kita juga dapat menggunakan aksi sejuta blogger peduli konservasi sumber daya air guna mendukung keberhasilan program konservasi air dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kopi Darat Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para blogger juga dapat melakukan aksi kopi darat untuk saling bertatap muka dan berbagi pengalaman serta pengetahuan tentang konservasi sumber daya air. Semakin banyak kita mengetahui konservasi air ini, maka secara naluri kita juga akan terdorong untuk lebih peduli dan bersemangat lagi melakukan aksi konservasi air secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kegiatan Penggalangan Dana dan Barang Bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah konsep gagasan di mana blogger juga dapat berpartisipasi memberikan bantuan dana dan barang konservasi semisal pohon, alat kebersihan, dan barang lain untuk mendukung keberhasilan konservasi air yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan adanya batuan tersebut, kita sudah selangkah lebih maju untuk memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan penggalangan dana dan barang bantuan ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pihak yang berkompeten agar tercipta profesionalitas dan akuntabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kegiatan Konservasi Sumber Daya Air Secara Langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger juga dapat melakukan acara kerja bakti yang berkaitan dengan konservasi air secara langsung. Misalnya, ada perkumpulan blogger dari satu daerah tertentu yang mengajak para anggota komunitasnya untuk melakukan kerja bakti penanaman pohon trembesi, pemberian fasilitas kebersihan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak terlalu berperan banyak, tetapi kegiatan ini bisa menjadi perintis dan contoh kepedulian kepada masyarakat lain jika blogger pun juga mau dan mampu untuk melakukan konservasi air demi kelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2011 ini jumlah blogger di Indonesia mencapai lebih dari 5 juta orang. Meski jumlahnya tidak begitu signifikan, tapi bayangkan saja betapa besarnya kontribusi nyata yang dapat diberikan Blogger Indonesia dalam melakukan konservasi sumber daya air bersama pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan konservasi air ini sangat penting untuk kita lakukan. Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya kita rasakan saat ini, tetapi juga dapat dirasakan oleh generasi penerus kita di masa depan. Semoga program konservasi air ini berjalan lancar sesuai harapan bersama dan kita bisa lebih peka serta peduli lagi terhadap sumber daya air!&lt;br /&gt;dari materi di atas disimpulkan pentingnya konservasi Sumber Daya Air, karena bagaimanapun Air merupakan kebutuhan pokok manusia yang belum bisa tergantikan oleh yang lainya. semoga bermanfaat !!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-5461967030423230419?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2011/12/konservasi-sumber-daya-air.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-J13hlxMcv7U/TuCvafFKfCI/AAAAAAAAAMA/U8N87fRfNr4/s72-c/banner-aqua1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-3501666903914313921</guid><pubDate>Sun, 06 Sep 2009 05:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-06T12:48:47.324+07:00</atom:updated><title>HIKMAH PUASA RAMADHAN</title><description>Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."&lt;br /&gt;(H.R.Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan&lt;br /&gt;rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w.juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran&lt;br /&gt;pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran&lt;br /&gt;itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(s.al-Baqarah:185)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-3501666903914313921?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/09/hikmah-puasa-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-7686487027241643545</guid><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 07:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-14T15:10:31.311+07:00</atom:updated><title>Halaman Download</title><description>Halaman Download&lt;br /&gt;&lt;style&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;br /&gt;a:link {&lt;br /&gt;color:#800080;&lt;br /&gt;text-decoration:none;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;table id="table1" border="1" width="40%" bgcolor="black"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;td bgcolor="black"&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4 align="center"&gt;&lt;font color="black"&gt;&lt;b&gt;Halaman Download&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td height="100" bgcolor="black"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5238510/01CobalahKauMengerti.mp3.html" class="normal12blue"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#FFFF00"&gt;&lt;u&gt;Cobalah Kau Mengerti JRock&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5238989/Ungu-HampaHatiku.mp3.html" class="normal12blue"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#FFFF00"&gt;&lt;u&gt;Ungu Hampa Hatiku&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#FFFF00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: 700; text-decoration: underline" href="http://www.ziddu.com/download/5842967/jadwal_uas_07.xls.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#FFFF00"&gt;Jadwal UAS sem 5 &lt;/font&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/5305376/1-273-iin-joomlabaru.pdf.html" class="normal12blue"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#FFFF00"&gt;&lt;u&gt;Tutorial Joomla&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;font color="#FFFF00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5873327/ansav.zip.html" class="normal12blue"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#FFFF00"&gt;&lt;u&gt;Ansav Agustus 2009&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#FFFF00"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-7686487027241643545?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/08/halaman-download.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-1142529064650303831</guid><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.173+07:00</atom:updated><title>Cara Membuat Menu di Blogspot dengan List-O-Matic</title><description>Banyak yang nanyain cara bikin menu seperti yang aku pake di blog ini. Untuk blogspot, sebelum membuat menu, halaman yang akan di link sebaiknya di buat dulu dari postingan biasa, karena di blogspot tidak ada fasilitas membuat halaman, yang ada hanya membuat postingan. jadi menu kita nantinya akan di link ke postingan yang udah kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kamu ingin membuat menu Depan, Tentang, dan Portofolio. maka kamu harus membuat postingan dengan Judul/Title: Depan, Tentang, dan Portofolio, dengan demikian kita akan mempunya 3 halaman dengan url http://nama.blogspot.com/depan.html, http://nama.blogspot.com/tentang.html dan http://nama.blogspot.com/portofolio.html.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ikuti langkah-langkah pembuatan menu secara otomatis menggunakan List-O-Matic. Setelah semua langkah di lakukan, kamu akan di beri 2 jenis kode yaitu HTML dan CSS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here is the HTML for this list:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;.div id="navcontainer"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul id="navlist"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nama.blogspot.com/depan.html"&gt;Depan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nama.blogspot.com/tentang.html"&gt;Tentang&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nama.blogspot.com/portofolio.html"&gt;Portofolio&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div.&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copy kode HTML dan masukkan lewat Add a Page Element – HTML/JavaScript dan letakkan dimana kamu pengen menunya muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here is the CSS for this list:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#navlist ul&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;margin-left: 0;&lt;br /&gt;padding-left: 0;&lt;br /&gt;white-space: nowrap;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;#navlist li&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;display: inline;&lt;br /&gt;list-style-type: none;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;#navlist a { padding: 3px 10px; }&lt;br /&gt;#navlist a:link, #navlist a:visited&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;color: #fff;&lt;br /&gt;background-color: #036;&lt;br /&gt;text-decoration: none;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;#navlist a:hover&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;color: #fff;&lt;br /&gt;background-color: #369;&lt;br /&gt;text-decoration: none;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk kode CSS harus di copy dan di letakkan dalam kode template. Di halaman template blog kamu, pilih Edit HTML, letakkan kode CSS dari List-O-Matic tadi sebelum kode ]]&gt;&lt;/b:skin&gt; dan save template.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Mencoba !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh Dari:&lt;br /&gt;http://www.isnaini.com/2007/10/20/membuat-list-menu-dengan-list-o-matic&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-1142529064650303831?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/08/cara-membuat-menu-di-blogspot-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-4923075401515232254</guid><pubDate>Sun, 09 Aug 2009 06:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.215+07:00</atom:updated><title>UU IT,UU ITE,UNDANG UNDANG IT ,UNDANG UNDANG ITE</title><description>DEWAN PERWAKILAN RAKYAT&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;RANCANGAN UNDANG‐UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR . TAHUN .&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;Menimbang :&lt;br /&gt;a. bahwa pembangunan nasional adalah suatu proses yang berkelanjutan yang harus senantiasa&lt;br /&gt;tanggap terhadap berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat;&lt;br /&gt;b. bahwa globalisasi informasi telah menempatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat&lt;br /&gt;informasi dunia sehingga mengharuskan dibentuknya pengaturan mengenai pengelolaan&lt;br /&gt;Informasi dan Transaksi Elektronik di tingkat nasional sehingga pembangunan Teknologi&lt;br /&gt;Informasi dapat dilakukan secara optimal, merata, dan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat&lt;br /&gt;guna mencerdaskan kehidupan bangsa;&lt;br /&gt;c. bahwa perkembangan dan kemajuan Teknologi Informasi yang demikian pesat telah&lt;br /&gt;menyebabkan perubahan kegiatan kehidupan manusia dalam berbagai bidang yang secara&lt;br /&gt;langsung telah memengaruhi lahirnya bentuk‐bentuk perbuatan hukum baru;&lt;br /&gt;d. bahwa penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi harus terus dikembangkan untuk&lt;br /&gt;menjaga, memelihara, dan memperkukuh persatuan dan kesatuan nasional berdasarkan&lt;br /&gt;Peraturan Perundang‐undangan demi kepentingan nasional;&lt;br /&gt;e. bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi berperan penting dalam perdagangan dan&lt;br /&gt;pertumbuhan perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat;&lt;br /&gt;f. bahwa pemerintah perlu mendukung pengembangan Teknologi Informasi melalui infrastruktur&lt;br /&gt;hukum dan pengaturannya sehingga pemanfaatan Teknologi Informasi dilakukan secara aman&lt;br /&gt;untuk mencegah penyalahgunaannya dengan memperhatikan nilai‐nilai agama dan sosial&lt;br /&gt;budaya masyarakat Indonesia;&lt;br /&gt;g. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf&lt;br /&gt;d, huruf e, dan huruf f perlu membentuk Undang‐Undang tentang Informasi dan Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik;&lt;br /&gt;Mengingat :&lt;br /&gt;Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 Undang‐Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;Dengan Persetujuan Bersama&lt;br /&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN:&lt;br /&gt;Menetapkan : UNDANG‐UNDANG TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK.&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;KETENTUAN UMUM&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Dalam Undang‐Undang ini yang dimaksud dengan:&lt;br /&gt;1. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak&lt;br /&gt;terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI),&lt;br /&gt;surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda,&lt;br /&gt;angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat&lt;br /&gt;dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.&lt;br /&gt;2. Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer,&lt;br /&gt;jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.&lt;br /&gt;3. Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan,&lt;br /&gt;memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.&lt;br /&gt;4. Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan,&lt;br /&gt;diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya,&lt;br /&gt;yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik,&lt;br /&gt;termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau&lt;br /&gt;sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau&lt;br /&gt;arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.&lt;br /&gt;5. Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi&lt;br /&gt;mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan,&lt;br /&gt;mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.&lt;br /&gt;6. Penyelenggaraan Sistem Elektronik adalah pemanfaatan Sistem Elektronik oleh penyelenggara&lt;br /&gt;negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;7. Jaringan Sistem Elektronik adalah terhubungnya dua Sistem Elektronik atau lebih, yang bersifat&lt;br /&gt;tertutup ataupun terbuka.&lt;br /&gt;8. Agen Elektronik adalah perangkat dari suatu Sistem Elektronik yang dibuat untuk melakukan&lt;br /&gt;suatu tindakan terhadap suatu Informasi Elektronik tertentu secara otomatis yang&lt;br /&gt;diselenggarakan oleh Orang.&lt;br /&gt;9. Sertifikat Elektronik adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat Tanda Tangan&lt;br /&gt;Elektronik dan identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.&lt;br /&gt;10. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik adalah badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang&lt;br /&gt;layak dipercaya, yang memberikan dan mengaudit Sertifikat Elektronik.&lt;br /&gt;11. Lembaga Sertifikasi Keandalan adalah lembaga independen yang dibentuk oleh profesional yang&lt;br /&gt;diakui, disahkan, dan diawasi oleh Pemerintah dengan kewenangan mengaudit dan&lt;br /&gt;mengeluarkan sertifikat keandalan dalam Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;12. Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang&lt;br /&gt;dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai&lt;br /&gt;alat verifikasi dan autentikasi.&lt;br /&gt;13. Penanda Tangan adalah subjek hukum yang terasosiasikan atau terkait dengan Tanda Tangan&lt;br /&gt;Elektronik.&lt;br /&gt;14. Komputer adalah alat untuk memproses data elektronik, magnetik, optik, atau sistem yang&lt;br /&gt;melaksanakan fungsi logika, aritmatika, dan penyimpanan.&lt;br /&gt;15. Akses adalah kegiatan melakukan interaksi dengan Sistem Elektronik yang berdiri sendiri atau&lt;br /&gt;dalam jaringan.&lt;br /&gt;16. Kode Akses adalah angka, huruf, simbol, karakter lainnya atau kombinasi di antaranya, yang&lt;br /&gt;merupakan kunci untuk dapat mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik lainnya.&lt;br /&gt;17. Kontrak Elektronik adalah perjanjian para pihak yang dibuat melalui Sistem Elektronik.&lt;br /&gt;18. Pengirim adalah subjek hukum yang mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik.&lt;br /&gt;19. Penerima adalah subjek hukum yang menerima Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik dari Pengirim.&lt;br /&gt;20. Nama Domain adalah alamat internet penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau&lt;br /&gt;masyarakat, yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet, yang berupa kode&lt;br /&gt;atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.&lt;br /&gt;21. Orang adalah orang perseorangan, baik warga negara Indonesia, warga negara asing, maupun&lt;br /&gt;badan hukum.&lt;br /&gt;22. Badan Usaha adalah perusahaan perseorangan atau perusahaan persekutuan, baik yang&lt;br /&gt;berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.&lt;br /&gt;23. Pemerintah adalah Menteri atau pejabat lainnya yang ditunjuk oleh Presiden.&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini berlaku untuk setiap Orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana&lt;br /&gt;diatur dalam Undang‐Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar&lt;br /&gt;wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar&lt;br /&gt;wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;ASAS DAN TUJUAN&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan berdasarkan asas kepastian&lt;br /&gt;hukum, manfaat, kehati‐hatian, iktikad baik, dan kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi.&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk:&lt;br /&gt;a. mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia;&lt;br /&gt;b. mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan&lt;br /&gt;kesejahteraan masyarakat;&lt;br /&gt;c. meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik;&lt;br /&gt;d. membuka kesempatan seluas‐luasnya kepada setiap Orang untuk memajukan pemikiran dan&lt;br /&gt;kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin&lt;br /&gt;dan bertanggung jawab; dan&lt;br /&gt;e. memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan&lt;br /&gt;penyelenggara Teknologi Informasi.&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;INFORMASI, DOKUMEN, DAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat&lt;br /&gt;bukti hukum yang sah.&lt;br /&gt;2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum&lt;br /&gt;Acara yang berlaku di Indonesia.&lt;br /&gt;3) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dinyatakan sah apabila menggunakan Sistem&lt;br /&gt;Elektronik sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang‐Undang ini.&lt;br /&gt;4) Ketentuan mengenai Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) tidak berlaku untuk:&lt;br /&gt;a. surat yang menurut Undang‐Undang harus dibuat dalam bentuk tertulis; dan&lt;br /&gt;b. surat beserta dokumennya yang menurut Undang‐Undang harus dibuat dalam bentuk akta&lt;br /&gt;notaril atau akta yang dibuat oleh pejabat pembuat akta.&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Dalam hal terdapat ketentuan lain selain yang diatur dalam Pasal 5 ayat (4) yang mensyaratkan bahwa&lt;br /&gt;suatu informasi harus berbentuk tertulis atau asli, Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik&lt;br /&gt;dianggap sah sepanjang informasi yang tercantum di dalamnya dapat diakses, ditampilkan, dijamin&lt;br /&gt;keutuhannya, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga menerangkan suatu keadaan.&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Setiap Orang yang menyatakan hak, memperkuat hak yang telah ada, atau menolak hak Orang lain&lt;br /&gt;berdasarkan adanya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik harus memastikan bahwa&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang ada padanya berasal dari Sistem Elektronik&lt;br /&gt;yang memenuhi syarat berdasarkan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;(1) Kecuali diperjanjikan lain, waktu pengiriman suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik ditentukan pada saat Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik telah dikirim dengan&lt;br /&gt;alamat yang benar oleh Pengirim ke suatu Sistem Elektronik yang ditunjuk atau dipergunakan Penerima&lt;br /&gt;dan telah memasuki Sistem Elektronik yang berada di luar kendali Pengirim.&lt;br /&gt;(2) Kecuali diperjanjikan lain, waktu penerimaan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik ditentukan pada saat Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki Sistem&lt;br /&gt;Elektronik di bawah kendali Penerima yang berhak.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal Penerima telah menunjuk suatu Sistem Elektronik tertentu untuk menerima Informasi&lt;br /&gt;Elektronik, penerimaan terjadi pada saat Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki&lt;br /&gt;Sistem Elektronik yang ditunjuk.&lt;br /&gt;(4) Dalam hal terdapat dua atau lebih sistem informasi yang digunakan dalam pengiriman atau&lt;br /&gt;penerimaan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik, maka:&lt;br /&gt;a. waktu pengiriman adalah ketika Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki&lt;br /&gt;sistem informasi pertama yang berada di luar kendali Pengirim;&lt;br /&gt;b. waktu penerimaan adalah ketika Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki&lt;br /&gt;sistem informasi terakhir yang berada di bawah kendali Penerima.&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui Sistem Elektronik harus menyediakan informasi yang&lt;br /&gt;lengkap dan benar berkaitan dengan syarat kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan.&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;(1) Setiap pelaku usaha yang menyelenggarakan Transaksi Elektronik dapat disertifikasi oleh Lembaga&lt;br /&gt;Sertifikasi Keandalan.&lt;br /&gt;(2) Ketentuan mengenai pembentukan Lembaga Sertifikasi Keandalan sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;(1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;(1) Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi&lt;br /&gt;persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik terkait hanya kepada Penanda Tangan;&lt;br /&gt;b. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik pada saat proses penandatanganan elektronik hanya&lt;br /&gt;berada dalam kuasa Penanda Tangan;&lt;br /&gt;c. segala perubahan terhadap Tanda Tangan Elektronik yang terjadi setelah waktu&lt;br /&gt;penandatanganan dapat diketahui;&lt;br /&gt;d. segala perubahan terhadap Informasi Elektronik yang terkait dengan Tanda Tangan Elektronik&lt;br /&gt;tersebut setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;&lt;br /&gt;e. terdapat cara tertentu yang dipakai untuk mengidentifikasi siapa Penandatangannya; dan&lt;br /&gt;f. terdapat cara tertentu untuk menunjukkan bahwa Penanda Tangan telah memberikan&lt;br /&gt;persetujuan terhadap Informasi Elektronik yang terkait.&lt;br /&gt;(2) Ketentuan lebih lanjut tentang Tanda Tangan Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur&lt;br /&gt;dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang terlibat dalam Tanda Tangan Elektronik berkewajiban memberikan pengamanan&lt;br /&gt;atas Tanda Tangan Elektronik yang digunakannya.&lt;br /&gt;(2) Pengamanan Tanda Tangan Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang‐kurangnya&lt;br /&gt;meliputi:&lt;br /&gt;a. Sistem tidak dapat diakses oleh Orang lain yang tidak berhak;&lt;br /&gt;b. Penanda Tangan harus menerapkan prinsip kehati‐hatian untuk menghindari penggunaan&lt;br /&gt;secara tidak sah terhadap data terkait pembuatan Tanda Tangan Elektronik;&lt;br /&gt;c. Penanda Tangan harus tanpa menunda‐nunda, menggunakan cara yang dianjurkan oleh&lt;br /&gt;penyelenggara Tanda Tangan Elektronik ataupun cara lain yang layak dan sepatutnya harus&lt;br /&gt;segera memberitahukan kepada seseorang yang oleh Penanda Tangan dianggap memercayai&lt;br /&gt;Tanda Tangan Elektronik atau kepada pihak pendukung layanan Tanda Tangan Elektronik jika:&lt;br /&gt;1. Penanda Tangan mengetahui bahwa data pembuatan Tanda Tangan Elektronik telah&lt;br /&gt;dibobol; atau&lt;br /&gt;2. Keadaan yang diketahui oleh Penanda Tangan dapat menimbulkan risiko yang berarti,&lt;br /&gt;kemungkinan akibat bobolnya data pembuatan Tanda Tangan Elektronik; dan&lt;br /&gt;d. Dalam hal Sertifikat Elektronik digunakan untuk mendukung Tanda Tangan Elektronik, Penanda&lt;br /&gt;Tangan harus memastikan kebenaran dan keutuhan semua informasi yang terkait dengan&lt;br /&gt;Sertifikat Elektronik tersebut.&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang yang melakukan pelanggaran ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),&lt;br /&gt;bertanggung jawab atas segala kerugian dan konsekuensi hukum yang timbul.&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI ELEKTRONIK DAN SISTEM ELEKTRONIK&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang berhak menggunakan jasa Penyelenggara Sertifikasi Elektronik untuk pembuatan Tanda&lt;br /&gt;Tangan Elektronik.&lt;br /&gt;(2) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik harus memastikan keterkaitan suatu Tanda Tangan Elektronik&lt;br /&gt;dengan pemiliknya.&lt;br /&gt;(3) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik terdiri atas:&lt;br /&gt;a. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Indonesia; dan&lt;br /&gt;b. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik asing.&lt;br /&gt;(4) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Indonesia berbadan hukum Indonesia dan berdomisili di&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;(5) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik asing yang beroperasi di Indonesia harus terdaftar di Indonesia.&lt;br /&gt;(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;Penyelenggara Sertifikasi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) sampai dengan ayat&lt;br /&gt;(5) harus menyediakan informasi yang akurat, jelas, dan pasti kepada setiap pengguna jasa, yang&lt;br /&gt;meliputi:&lt;br /&gt;a. metode yang digunakan untuk mengidentifikasi Penanda Tangan;&lt;br /&gt;b. hal yang dapat digunakan untuk mengetahui data diri pembuat Tanda Tangan Elektronik; dan&lt;br /&gt;c. hal yang dapat digunakan untuk menunjukkan keberlakuan dan keamanan Tanda Tangan Elektronik.&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Sistem Elektronik&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;(1) Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus menyelenggarakan Sistem Elektronik secara andal dan&lt;br /&gt;aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya Sistem Elektronik sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;(2) Penyelenggara Sistem Elektronik bertanggung jawab terhadap Penyelenggaraan Sistem&lt;br /&gt;Elektroniknya.&lt;br /&gt;(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya&lt;br /&gt;keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem Elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;(1) Sepanjang tidak ditentukan lain oleh undang‐undang tersendiri, setiap Penyelenggara Sistem&lt;br /&gt;Elektronik wajib mengoperasikan Sistem Elektronik yang memenuhi persyaratan minimum sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;a. dapat menampilkan kembali Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik secara utuh&lt;br /&gt;sesuai dengan masa retensi yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang‐undangan;&lt;br /&gt;b. dapat melindungi ketersediaan, keutuhan, keotentikan, kerahasiaan, dan keteraksesan&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik tersebut;&lt;br /&gt;c. dapat beroperasi sesuai dengan prosedur atau petunjuk dalam Penyelenggaraan Sistem&lt;br /&gt;Elektronik tersebut;&lt;br /&gt;d. dilengkapi dengan prosedur atau petunjuk yang diumumkan dengan bahasa, informasi, atau&lt;br /&gt;simbol yang dapat dipahami oleh pihak yang bersangkutan dengan Penyelenggaraan Sistem&lt;br /&gt;Elektronik tersebut; dan&lt;br /&gt;e. memiliki mekanisme yang berkelanjutan untuk menjaga kebaruan, kejelasan, dan&lt;br /&gt;kebertanggungjawaban prosedur atau petunjuk.&lt;br /&gt;(2) Ketentuan lebih lanjut tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;(1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;TRANSAKSI ELEKTRONIK&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;(1) Penyelenggaraan Transaksi Elektronik dapat dilakukan dalam lingkup publik ataupun privat.&lt;br /&gt;(2) Para pihak yang melakukan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib&lt;br /&gt;beriktikad baik dalam melakukan interaksi dan/atau pertukaran Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik selama transaksi berlangsung.&lt;br /&gt;(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;(1) Transaksi Elektronik yang dituangkan ke dalam Kontrak Elektronik mengikat para pihak.&lt;br /&gt;(2) Para pihak memiliki kewenangan untuk memilih hukum yang berlaku bagi Transaksi Elektronik&lt;br /&gt;internasional yang dibuatnya.&lt;br /&gt;(3) Jika para pihak tidak melakukan pilihan hukum dalam Transaksi Elektronik internasional, hukum yang&lt;br /&gt;berlaku didasarkan pada asas Hukum Perdata Internasional.&lt;br /&gt;(4) Para pihak memiliki kewenangan untuk menetapkan forum pengadilan, arbitrase, atau lembaga&lt;br /&gt;penyelesaian sengketa alternatif lainnya yang berwenang menangani sengketa yang mungkin timbul dari&lt;br /&gt;Transaksi Elektronik internasional yang dibuatnya.&lt;br /&gt;(5) Jika para pihak tidak melakukan pilihan forum sebagaimana dimaksud pada ayat (4), penetapan&lt;br /&gt;kewenangan pengadilan, arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya yang&lt;br /&gt;berwenang menangani sengketa yang mungkin timbul dari transaksi tersebut, didasarkan pada asas&lt;br /&gt;Hukum Perdata Internasional.&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;Para pihak yang melakukan Transaksi Elektronik harus menggunakan Sistem&lt;br /&gt;Elektronik yang disepakati.&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;(1) Kecuali ditentukan lain oleh para pihak, Transaksi Elektronik terjadi pada saat penawaran transaksi&lt;br /&gt;yang dikirim Pengirim telah diterima dan disetujui Penerima.&lt;br /&gt;(2) Persetujuan atas penawaran Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus&lt;br /&gt;dilakukan dengan pernyataan penerimaan secara elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;(1) Pengirim atau Penerima dapat melakukan Transaksi Elektronik sendiri, melalui pihak yang dikuasakan&lt;br /&gt;olehnya, atau melalui Agen Elektronik.&lt;br /&gt;(2) Pihak yang bertanggung jawab atas segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi Elektronik&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. jika dilakukan sendiri, segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi Elektronik menjadi&lt;br /&gt;tanggung jawab para pihak yang bertransaksi;&lt;br /&gt;b. jika dilakukan melalui pemberian kuasa, segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik menjadi tanggung jawab pemberi kuasa; atau&lt;br /&gt;c. jika dilakukan melalui Agen Elektronik, segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik menjadi tanggung jawab penyelenggara Agen Elektronik.&lt;br /&gt;(3) Jika kerugian Transaksi Elektronik disebabkan gagal beroperasinya Agen Elektronik akibat tindakan&lt;br /&gt;pihak ketiga secara langsung terhadap Sistem Elektronik, segala akibat hukum menjadi tanggung jawab&lt;br /&gt;penyelenggara Agen Elektronik.&lt;br /&gt;(4) Jika kerugian Transaksi Elektronik disebabkan gagal beroperasinya Agen Elektronik akibat kelalaian&lt;br /&gt;pihak pengguna jasa layanan, segala akibat hukum menjadi tanggung jawab pengguna jasa layanan.&lt;br /&gt;(5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya&lt;br /&gt;keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem Elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;(1) Penyelenggara Agen Elektronik tertentu harus menyediakan fitur pada Agen Elektronik yang&lt;br /&gt;dioperasikannya yang memungkinkan penggunanya melakukan perubahan informasi yang masih dalam&lt;br /&gt;proses transaksi.&lt;br /&gt;(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggara Agen Elektronik tertentu sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;NAMA DOMAIN, HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL,&lt;br /&gt;DAN PERLINDUNGAN HAK PRIBADI&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;(1) Setiap penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat berhak memiliki Nama&lt;br /&gt;Domain berdasarkan prinsip pendaftar pertama.&lt;br /&gt;(2) Pemilikan dan penggunaan Nama Domain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus didasarkan&lt;br /&gt;pada iktikad baik, tidak melanggar prinsip persaingan usaha secara sehat, dan tidak melanggar hak&lt;br /&gt;Orang lain.&lt;br /&gt;(3) Setiap penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, atau masyarakat yang dirugikan karena&lt;br /&gt;penggunaan Nama Domain secara tanpa hak oleh Orang lain, berhak mengajukan gugatan pembatalan&lt;br /&gt;Nama Domain dimaksud.&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;(1) Pengelola Nama Domain adalah Pemerintah dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal terjadi perselisihan pengelolaan Nama Domain oleh masyarakat, Pemerintah berhak&lt;br /&gt;mengambil alih sementara pengelolaan Nama Domain yang diperselisihkan.&lt;br /&gt;(3) Pengelola Nama Domain yang berada di luar wilayah Indonesia dan Nama Domain yang&lt;br /&gt;diregistrasinya diakui keberadaannya sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Perundangundangan.&lt;br /&gt;(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan Nama Domain sebagaimana dimaksud pada ayat (1),&lt;br /&gt;ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun menjadi&lt;br /&gt;karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada di&lt;br /&gt;dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan&lt;br /&gt;Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;(1) Kecuali ditentukan lain oleh Peraturan Perundang‐undangan, penggunaan setiap informasi melalui&lt;br /&gt;media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang&lt;br /&gt;bersangkutan.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan&lt;br /&gt;atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang‐Undang ini.&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;PERBUATAN YANG DILARANG&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau&lt;br /&gt;membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan&lt;br /&gt;yang melanggar kesusilaan.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau&lt;br /&gt;membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan&lt;br /&gt;perjudian.&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau&lt;br /&gt;membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan&lt;br /&gt;penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau&lt;br /&gt;membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan&lt;br /&gt;pemerasan dan/atau pengancaman.&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang&lt;br /&gt;mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk&lt;br /&gt;menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu&lt;br /&gt;berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik&lt;br /&gt;dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau&lt;br /&gt;menakut‐nakuti yang ditujukan secara pribadi.&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau&lt;br /&gt;Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau&lt;br /&gt;Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau&lt;br /&gt;Dokumen Elektronik.&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau&lt;br /&gt;Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol&lt;br /&gt;sistem pengamanan.&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau&lt;br /&gt;penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau&lt;br /&gt;Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atas&lt;br /&gt;transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di&lt;br /&gt;dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik yang tidak&lt;br /&gt;menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan,&lt;br /&gt;dan/atau penghentian Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan.&lt;br /&gt;(3) Kecuali intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), intersepsi yang dilakukan dalam&lt;br /&gt;rangka penegakan hukum atas permintaan kepolisian, kejaksaan, dan/atau institusi penegak hukum&lt;br /&gt;lainnya yang ditetapkan berdasarkan undang‐undang.&lt;br /&gt;(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur&lt;br /&gt;dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah,&lt;br /&gt;menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan,&lt;br /&gt;menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik&lt;br /&gt;publik.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun&lt;br /&gt;memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada Sistem&lt;br /&gt;Elektronik Orang lain yang tidak berhak.&lt;br /&gt;(3) Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan terbukanya suatu&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat rahasia menjadi dapat diakses oleh&lt;br /&gt;publik dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan&lt;br /&gt;tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau&lt;br /&gt;mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana&lt;br /&gt;mestinya.&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, menjual,&lt;br /&gt;mengadakan untuk digunakan, mengimpor, mendistribusikan, menyediakan, atau memiliki:&lt;br /&gt;a. perangkat keras atau perangkat lunak Komputer yang dirancang atau secara khusus&lt;br /&gt;dikembangkan untuk memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai&lt;br /&gt;dengan Pasal 33;&lt;br /&gt;b. sandi lewat Komputer, Kode Akses, atau hal yang sejenis dengan itu yang ditujukan agar Sistem&lt;br /&gt;Elektronik menjadi dapat diakses dengan tujuan memfasilitasi perbuatan sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 33.&lt;br /&gt;(2) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan tindak pidana jika ditujukan untuk melakukan&lt;br /&gt;kegiatan penelitian, pengujian Sistem Elektronik, untuk perlindungan Sistem Elektronik itu sendiri secara&lt;br /&gt;sah dan tidak melawan hukum.&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan&lt;br /&gt;manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi&lt;br /&gt;Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi&lt;br /&gt;Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah‐olah data&lt;br /&gt;yang otentik.&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan&lt;br /&gt;perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang&lt;br /&gt;mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang dilarang sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 36 di luar wilayah Indonesia&lt;br /&gt;terhadap Sistem Elektronik yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia.&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;PENYELESAIAN SENGKETA&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dapat mengajukan gugatan terhadap pihak yang menyelenggarakan Sistem Elektronik&lt;br /&gt;dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang menimbulkan kerugian.&lt;br /&gt;(2) Masyarakat dapat mengajukan gugatan secara perwakilan terhadap pihak yang menyelenggarakan&lt;br /&gt;Sistem Elektronik dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang berakibat merugikan masyarakat,&lt;br /&gt;sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;(1) Gugatan perdata dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;(2) Selain penyelesaian gugatan perdata sebagaimana dimaksud pada ayat (1), para pihak dapat&lt;br /&gt;menyelesaikan sengketa melalui arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya sesuai&lt;br /&gt;dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;PERAN PEMERINTAH DAN PERAN MASYARAKAT&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;(1) Pemerintah memfasilitasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik sesuai dengan&lt;br /&gt;ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;(2) Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat&lt;br /&gt;penyalahgunaan Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum,&lt;br /&gt;sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;(3) Pemerintah menetapkan instansi atau institusi yang memiliki data elektronik strategis yang wajib&lt;br /&gt;dilindungi.&lt;br /&gt;(4) Instansi atau institusi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus membuat Dokumen Elektronik dan&lt;br /&gt;rekam cadang elektroniknya serta menghubungkannya ke pusat data tertentu untuk kepentingan&lt;br /&gt;pengamanan data.&lt;br /&gt;(5) Instansi atau institusi lain selain diatur pada ayat (3) membuat Dokumen Elektronik dan rekam&lt;br /&gt;cadang elektroniknya sesuai dengan keperluan perlindungan data yang dimilikinya.&lt;br /&gt;(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai peran Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2),&lt;br /&gt;dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;(1) Masyarakat dapat berperan meningkatkan pemanfaatan Teknologi Informasi melalui penggunaan&lt;br /&gt;dan Penyelenggaraan Sistem Elektronik dan Transaksi Elektronik sesuai dengan ketentuan Undang‐&lt;br /&gt;Undang ini.&lt;br /&gt;(2) Peran masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diselenggarakan melalui lembaga yang&lt;br /&gt;dibentuk oleh masyarakat.&lt;br /&gt;(3) Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat memiliki fungsi konsultasi dan mediasi.&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;PENYIDIKAN&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;Penyidikan terhadap tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Undang‐Undang&lt;br /&gt;ini, dilakukan berdasarkan ketentuan dalam Hukum Acara Pidana dan&lt;br /&gt;ketentuan dalam Undang‐Undang ini.&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;(1) Selain Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di&lt;br /&gt;lingkungan Pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang Teknologi Informasi dan&lt;br /&gt;Transaksi Elektronik diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang‐&lt;br /&gt;Undang tentang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Teknologi&lt;br /&gt;Informasi dan Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;(2) Penyidikan di bidang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;(1) dilakukan dengan memperhatikan perlindungan terhadap privasi, kerahasiaan, kelancaran layanan&lt;br /&gt;publik, integritas data, atau keutuhan data sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;(3) Penggeledahan dan/atau penyitaan terhadap sistem elektronik yang terkait dengan dugaan tindak&lt;br /&gt;pidana harus dilakukan atas izin ketua pengadilan negeri setempat.&lt;br /&gt;(4) Dalam melakukan penggeledahan dan/atau penyitaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3),&lt;br /&gt;penyidik wajib menjaga terpeliharanya kepentingan pelayanan umum.&lt;br /&gt;(5) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang:&lt;br /&gt;a. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana&lt;br /&gt;berdasarkan ketentuan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;b. memanggil setiap Orang atau pihak lainnya untuk didengar dan/atau diperiksa sebagai&lt;br /&gt;tersangka atau saksi sehubungan dengan adanya dugaan tindak pidana di bidang terkait&lt;br /&gt;dengan ketentuan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;c. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindak&lt;br /&gt;pidana berdasarkan ketentuan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;d. melakukan pemeriksaan terhadap Orang dan/atau Badan Usaha yang patut diduga&lt;br /&gt;melakukan tindak pidana berdasarkan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;e. melakukan pemeriksaan terhadap alat dan/atau sarana yang berkaitan dengan kegiatan&lt;br /&gt;Teknologi Informasi yang diduga digunakan untuk melakukan tindak pidana berdasarkan&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;f. melakukan penggeledahan terhadap tempat tertentu yang diduga digunakan sebagai&lt;br /&gt;tempat untuk melakukan tindak pidana berdasarkan ketentuan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;g. melakukan penyegelan dan penyitaan terhadap alat dan atau sarana kegiatan Teknologi&lt;br /&gt;Informasi yang diduga digunakan secara menyimpang dari ketentuan Peraturan Perundangundangan;&lt;br /&gt;h. meminta bantuan ahli yang diperlukan dalam penyidikan terhadap tindak pidana&lt;br /&gt;berdasarkan Undang‐Undang ini; dan/atau&lt;br /&gt;i. mengadakan penghentian penyidikan tindak pidana berdasarkan Undang‐Undang ini sesuai&lt;br /&gt;dengan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku.&lt;br /&gt;(6) Dalam hal melakukan penangkapan dan penahanan, penyidik melalui penuntut umum wajib&lt;br /&gt;meminta penetapan ketua pengadilan negeri setempat dalam waktu satu kali dua puluh empat jam.&lt;br /&gt;(7) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkoordinasi dengan Penyidik&lt;br /&gt;Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan&lt;br /&gt;hasilnya kepada penuntut umum.&lt;br /&gt;(8) Dalam rangka mengungkap tindak pidana Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik, penyidik&lt;br /&gt;dapat berkerja sama dengan penyidik negara lain untuk berbagi informasi dan alat bukti.&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;Alat bukti penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan&lt;br /&gt;menurut ketentuan Undang‐Undang ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. alat bukti sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Perundang‐undangan; dan&lt;br /&gt;b. alat bukti lain berupa Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;dalam Pasal 1 angka 1 dan angka 4 serta Pasal 5 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3).&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;KETENTUAN PIDANA&lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat&lt;br /&gt;(3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling&lt;br /&gt;banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2)&lt;br /&gt;dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak&lt;br /&gt;Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana&lt;br /&gt;penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar&lt;br /&gt;rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam&lt;br /&gt;ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus&lt;br /&gt;juta rupiah).&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan&lt;br /&gt;ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) atau ayat (2)&lt;br /&gt;dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak&lt;br /&gt;Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (3) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33,&lt;br /&gt;dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau&lt;br /&gt;denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat&lt;br /&gt;(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau&lt;br /&gt;denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana&lt;br /&gt;penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana&lt;br /&gt;penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;(1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) menyangkut kesusilaan atau&lt;br /&gt;eksploitasi seksual terhadap anak dikenakan pemberatan sepertiga dari pidana pokok.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 sampai dengan Pasal 37 ditujukan&lt;br /&gt;terhadap Komputer dan/atau Sistem Elektronik serta Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik&lt;br /&gt;milik Pemerintah dan/atau yang digunakan untuk layanan publik dipidana dengan pidana pokok&lt;br /&gt;ditambah sepertiga.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 sampai dengan Pasal 37 ditujukan&lt;br /&gt;terhadap Komputer dan/atau Sistem Elektronik serta Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik&lt;br /&gt;milik Pemerintah dan/atau badan strategis termasuk dan tidak terbatas pada lembaga pertahanan, bank&lt;br /&gt;sentral, perbankan, keuangan, lembaga internasional, otoritas penerbangan diancam dengan pidana&lt;br /&gt;maksimal ancaman pidana pokok masing‐masing Pasal ditambah dua pertiga.&lt;br /&gt;(4) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 37 dilakukan&lt;br /&gt;oleh korporasi dipidana dengan pidana pokok ditambah dua pertiga.&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;br /&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;Pada saat berlakunya Undang‐Undang ini, semua Peraturan Perundang‐undangan&lt;br /&gt;dan kelembagaan yang berhubungan dengan pemanfaatan Teknologi Informasi&lt;br /&gt;yang tidak bertentangan dengan Undang‐Undang ini dinyatakan tetap berlaku.&lt;br /&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 54&lt;br /&gt;(1) Undang‐Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;(2) Peraturan Pemerintah harus sudah ditetapkan paling lama 2 (dua) tahun setelah diundangkannya&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang‐Undang&lt;br /&gt;ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Disahkan di Jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;SUSILO BAMBANG YUDHOYONO&lt;br /&gt;Diundangkan di Jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal&lt;br /&gt;MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA,&lt;br /&gt;ANDI MATTALATA&lt;br /&gt;LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN ... NOMOR ...&lt;br /&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;RANCANGAN&lt;br /&gt;PENJELASAN&lt;br /&gt;RANCANGAN UNDANG‐UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR ......TAHUN ....&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK&lt;br /&gt;I. UMUM&lt;br /&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi, media, dan komunikasi telah mengubah baik perilaku masyarakat&lt;br /&gt;maupun peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah&lt;br /&gt;pula menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan&lt;br /&gt;sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan berlangsung demikian cepat. Teknologi Informasi saat ini&lt;br /&gt;menjadi pedang bermata dua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan,&lt;br /&gt;kemajuan, dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum.&lt;br /&gt;Saat ini telah lahir suatu rezim hukum baru yang dikenal dengan hukum siber atau hukum telematika.&lt;br /&gt;Hukum siber atau cyber law, secara internasional digunakan untuk istilah hukum yang terkait dengan&lt;br /&gt;pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Demikian pula, hukum telematika yang merupakan&lt;br /&gt;perwujudan dari konvergensi hukum telekomunikasi, hukum media, dan hukum informatika. Istilah lain&lt;br /&gt;yang juga digunakan adalah hukum teknologi informasi (law of information technology), hukum dunia&lt;br /&gt;maya (virtual world law), dan hukum mayantara. Istilah‐istilah tersebut lahir mengingat kegiatan yang&lt;br /&gt;dilakukan melalui jaringan sistem komputer dan sistem komunikasi baik dalam lingkup lokal maupun&lt;br /&gt;global (Internet) dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis sistem komputer yang merupakan&lt;br /&gt;sistem elektronik yang dapat dilihat secara virtual. Permasalahan hukum yang seringkali dihadapi adalah&lt;br /&gt;ketika terkait dengan penyampaian informasi, komunikasi, dan/atau transaksi secara elektronik,&lt;br /&gt;khususnya dalam hal pembuktian dan hal yang terkait dengan perbuatan hukum yang dilaksanakan&lt;br /&gt;melalui sistem elektronik.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan sistem elektronik adalah sistem komputer dalam arti luas, yang tidak hanya&lt;br /&gt;mencakup perangkat keras dan perangkat lunak komputer, tetapi juga mencakup jaringan&lt;br /&gt;telekomunikasi dan/atau sistem komunikasi elektronik. Perangkat lunak atau program komputer adalah&lt;br /&gt;sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang&lt;br /&gt;apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat&lt;br /&gt;komputer bekerja untuk melakukan fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk&lt;br /&gt;persiapan dalam merancang instruksi tersebut.&lt;br /&gt;Sistem elektronik juga digunakan untuk menjelaskan keberadaan sistem informasi yang merupakan&lt;br /&gt;penerapan teknologi informasi yang berbasis jaringan telekomunikasi dan media elektronik, yang&lt;br /&gt;berfungsi merancang, memproses, menganalisis, menampilkan, dan mengirimkan atau menyebarkan&lt;br /&gt;informasi elektronik. Sistem informasi secara teknis dan manajemen sebenarnya adalah perwujudan&lt;br /&gt;penerapan produk teknologi informasi ke dalam suatu bentuk organisasi dan manajemen sesuai dengan&lt;br /&gt;karakteristik kebutuhan pada organisasi tersebut dan sesuai dengan tujuan peruntukannya. Pada sisi&lt;br /&gt;yang lain, sistem informasi secara teknis dan fungsional adalah keterpaduan sistem antara manusia dan&lt;br /&gt;mesin yang mencakup komponen perangkat keras, perangkat lunak, prosedur, sumber daya manusia,&lt;br /&gt;dan substansi informasi yang dalam pemanfaatannya mencakup fungsi input, process, output, storage,&lt;br /&gt;dan communication.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, dunia hukum sebenarnya sudah sejak lama memperluas penafsiran asas dan&lt;br /&gt;normanya ketika menghadapi persoalan kebendaan yang tidak berwujud, misalnya dalam kasus&lt;br /&gt;pencurian listrik sebagai perbuatan pidana. Dalam kenyataan kegiatan siber tidak lagi sederhana karena&lt;br /&gt;kegiatannya tidak lagi dibatasi oleh teritori suatu negara, yang mudah diakses kapan pun dan dari mana&lt;br /&gt;pun. Kerugian dapat terjadi baik pada pelaku transaksi maupun pada orang lain yang tidak pernah&lt;br /&gt;melakukan transaksi, misalnya pencurian dana kartu kredit melalui pembelanjaan di Internet. Di&lt;br /&gt;samping itu, pembuktian merupakan faktor yang sangat penting, mengingat informasi elektronik bukan&lt;br /&gt;saja belum terakomodasi dalam sistem hukum acara Indonesia secara komprehensif, melainkan juga&lt;br /&gt;ternyata sangat rentan untuk diubah, disadap, dipalsukan, dan dikirim ke berbagai penjuru dunia dalam&lt;br /&gt;waktu hitungan detik. Dengan demikian, dampak yang diakibatkannya pun bisa demikian kompleks dan&lt;br /&gt;rumit.&lt;br /&gt;Permasalahan yang lebih luas terjadi pada bidang keperdataan karena transaksi elektronik untuk&lt;br /&gt;kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik (electronic commerce) telah menjadi bagian dari&lt;br /&gt;perniagaan nasional dan internasional. Kenyataan ini menunjukkan bahwa konvergensi di bidang&lt;br /&gt;teknologi informasi, media, dan informatika (telematika) berkembang terus tanpa dapat dibendung,&lt;br /&gt;seiring dengan ditemukannya perkembangan baru di bidang teknologi informasi, media, dan&lt;br /&gt;komunikasi.&lt;br /&gt;Kegiatan melalui media sistem elektronik, yang disebut juga ruang siber (cyber space), meskipun bersifat&lt;br /&gt;virtual dapat dikategorikan sebagai tindakan atau perbuatan hukum yang nyata. Secara yuridis kegiatan&lt;br /&gt;pada ruang siber tidak dapat didekati dengan ukuran dan kualifikasi hukum konvensional saja sebab jika&lt;br /&gt;cara ini yang ditempuh akan terlalu banyak kesulitan dan hal yang lolos dari pemberlakuan hukum.&lt;br /&gt;Kegiatan dalam ruang siber adalah kegiatan virtual yang berdampak sangat nyata meskipun alat&lt;br /&gt;buktinya bersifat elektronik. Dengan demikian, subjek pelakunya harus dikualifikasikan pula sebagai&lt;br /&gt;Orang yang telah melakukan perbuatan hukum secara nyata. Dalam kegiatan e‐commerce antara lain&lt;br /&gt;dikenal adanya dokumen elektronik yang kedudukannya disetarakan dengan dokumen yang dibuat di&lt;br /&gt;atas kertas.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal itu, perlu diperhatikan sisi keamanan dan kepastian hukum dalam pemanfaatan&lt;br /&gt;teknologi informasi, media, dan komunikasi agar dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu,&lt;br /&gt;terdapat tiga pendekatan untuk menjaga keamanan di cyber space, yaitu pendekatan aspek hukum,&lt;br /&gt;aspek teknologi, aspek sosial, budaya, dan etika. Untuk mengatasi gangguan keamanan dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan sistem secara elektronik, pendekatan hukum bersifat mutlak karena tanpa kepastian&lt;br /&gt;hukum, persoalan pemanfaatan teknologi informasi menjadi tidak optimal.&lt;br /&gt;II. PASAL DEMI PASAL&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini memiliki jangkauan yurisdiksi tidak semata‐mata untuk perbuatan hukum yang&lt;br /&gt;berlaku di Indonesia dan/atau dilakukan oleh warga negara Indonesia, tetapi juga berlaku untuk&lt;br /&gt;perbuatan hukum yang dilakukan di luar wilayah hukum (yurisdiksi) Indonesia baik oleh warga negara&lt;br /&gt;Indonesia maupun warga negara asing atau badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing yang&lt;br /&gt;memiliki akibat hukum di Indonesia, mengingat pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Informasi&lt;br /&gt;Elektronik dan Transaksi Elektronik dapat bersifat lintas teritorial atau universal. Yang dimaksud dengan&lt;br /&gt;"merugikan kepentingan Indonesia" adalah meliputi tetapi tidak terbatas pada merugikan kepentingan&lt;br /&gt;ekonomi nasional, perlindungan data strategis, harkat dan martabat bangsa, pertahanan dan keamanan&lt;br /&gt;negara, kedaulatan negara, warga negara, serta badan hukum Indonesia.&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;"Asas kepastian hukum" berarti landasan hukum bagi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik serta segala sesuatu yang mendukung penyelenggaraannya yang mendapatkan pengakuan&lt;br /&gt;hukum di dalam dan di luar pengadilan.&lt;br /&gt;"Asas manfaat" berarti asas bagi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik diupayakan&lt;br /&gt;untuk mendukung proses berinformasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;"Asas kehati‐hatian" berarti landasan bagi pihak yang bersangkutan harus memperhatikan segenap&lt;br /&gt;aspek yang berpotensi mendatangkan kerugian, baik bagi dirinya maupun bagi pihak lain dalam&lt;br /&gt;pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;"Asas iktikad baik" berarti asas yang digunakan para pihak dalam melakukan Transaksi Elektronik tidak&lt;br /&gt;bertujuan untuk secara sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakibatkan kerugian bagi pihak&lt;br /&gt;lain tanpa sepengetahuan pihak lain tersebut.&lt;br /&gt;"Asas kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi" berarti asas pemanfaatan Teknologi Informasi&lt;br /&gt;dan Transaksi Elektronik tidak terfokus pada penggunaan teknologi tertentu sehingga dapat mengikuti&lt;br /&gt;perkembangan pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;Ayat 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat 2&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat 3&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat 4&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Surat yang menurut undang‐undang harus dibuat tertulis meliputi tetapi tidak terbatas pada surat&lt;br /&gt;berharga, surat yang berharga, dan surat yang digunakan dalam proses penegakan hukum acara&lt;br /&gt;perdata, pidana, dan administrasi negara.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Selama ini bentuk tertulis identik dengan informasi dan/atau dokumen yang tertuang di atas kertas&lt;br /&gt;semata, padahal pada hakikatnya informasi dan/atau dokumen dapat dituangkan ke dalam media apa&lt;br /&gt;saja, termasuk media elektronik. Dalam lingkup Sistem Elektronik, informasi yang asli dengan salinannya&lt;br /&gt;tidak relevan lagi untuk dibedakan sebab Sistem Elektronik pada dasarnya beroperasi dengan cara&lt;br /&gt;penggandaan yang mengakibatkan informasi yang asli tidak dapat dibedakan lagi dari salinannya.&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Ketentuan ini dimaksudkan bahwa suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dapat&lt;br /&gt;digunakan sebagai alasan timbulnya suatu hak.&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "informasi yang lengkap dan benar" meliputi:&lt;br /&gt;a. informasi yang memuat identitas serta status subjek hukum dan kompetensinya, baik sebagai&lt;br /&gt;produsen, pemasok, penyelenggara maupun perantara;&lt;br /&gt;b. informasi lain yang menjelaskan hal tertentu yang menjadi syarat sahnya perjanjian serta&lt;br /&gt;menjelaskan barang dan/atau jasa yang ditawarkan, seperti nama, alamat, dan deskripsi&lt;br /&gt;barang/jasa.&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Sertifikasi Keandalan dimaksudkan sebagai bukti bahwa pelaku usaha yang melakukan perdagangan&lt;br /&gt;secara elektronik layak berusaha setelah melalui penilaian dan audit dari badan yang berwenang. Bukti&lt;br /&gt;telah dilakukan Sertifikasi Keandalan ditunjukkan dengan adanya logo sertifikasi berupa trust mark pada&lt;br /&gt;laman (home page) pelaku usaha tersebut.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini memberikan pengakuan secara tegas bahwa meskipun hanya merupakan suatu&lt;br /&gt;kode, Tanda Tangan Elektronik memiliki kedudukan yang sama dengan tanda tangan manual pada&lt;br /&gt;umumnya yang memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum.&lt;br /&gt;Persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini merupakan persyaratan minimum yang harus&lt;br /&gt;dipenuhi dalam setiap Tanda Tangan Elektronik. Ketentuan ini membuka kesempatan seluas‐luasnya&lt;br /&gt;kepada siapa pun untuk mengembangkan metode, teknik, atau proses pembuatan Tanda Tangan&lt;br /&gt;Elektronik.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah dimaksud, antara lain, mengatur tentang teknik, metode, sarana, dan proses&lt;br /&gt;pembuatan Tanda Tangan Elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini adalah informasi yang minimum harus dipenuhi oleh&lt;br /&gt;setiap penyelenggara Tanda Tangan Elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;"Andal" artinya Sistem Elektronik memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan penggunaannya.&lt;br /&gt;"Aman" artinya Sistem Elektronik terlindungi secara fisik dan nonfisik.&lt;br /&gt;"Beroperasi sebagaimana mestinya" artinya Sistem Elektronik memiliki kemampuan sesuai dengan&lt;br /&gt;spesifikasinya.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;"Bertanggung jawab" artinya ada subjek hukum yang bertanggung jawab secara hukum terhadap&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Sistem Elektronik tersebut.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini memberikan peluang terhadap pemanfaatan Teknologi Informasi oleh&lt;br /&gt;penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi harus dilakukan secara baik, bijaksana, bertanggung jawab, efektif,&lt;br /&gt;dan efisien agar dapat diperoleh manfaat yang sebesar‐besarnya bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Pilihan hukum yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak internasional termasuk yang dilakukan&lt;br /&gt;secara elektronik dikenal dengan choice of law. Hukum ini mengikat sebagai hukum yang berlaku bagi&lt;br /&gt;kontrak tersebut. Pilihan hukum dalam Transaksi Elektronik hanya dapat dilakukan jika dalam&lt;br /&gt;kontraknya terdapat unsur asing dan penerapannya harus sejalan dengan prinsip hukum perdata&lt;br /&gt;internasional (HPI).&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Dalam hal tidak ada pilihan hukum, penetapan hukum yang berlaku berdasarkan prinsip atau asas&lt;br /&gt;hukum perdata internasional yang akan ditetapkan sebagai hukum yang berlaku pada kontrak tersebut.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Forum yang berwenang mengadili sengketa kontrak internasional, termasuk yang dilakukan secara&lt;br /&gt;elektronik, adalah forum yang dipilih oleh para pihak. Forum tersebut dapat berbentuk pengadilan,&lt;br /&gt;arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Dalam hal para pihak tidak melakukan pilihan forum, kewenangan forum berlaku berdasarkan prinsip&lt;br /&gt;atau asas hukum perdata internasional. Asas tersebut dikenal dengan asas tempat tinggal tergugat (the&lt;br /&gt;basis of presence) dan efektivitas yang menekankan pada tempat harta benda tergugat berada&lt;br /&gt;(principle of effectiveness) .&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "disepakati" dalam pasal ini juga mencakup disepakatinya prosedur yang&lt;br /&gt;terdapat dalam Sistem Elektronik yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Transaksi Elektronik terjadi pada saat kesepakatan antara para pihak yang dapat berupa, antara lain&lt;br /&gt;pengecekan data, identitas, nomor identifikasi pribadi (personal identification number/PIN) atau sandi&lt;br /&gt;lewat (password).&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "dikuasakan" dalam ketentuan ini sebaiknya dinyatakan dalam surat kuasa.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "fitur" adalah fasilitas yang memberikan kesempatan kepada pengguna Agen&lt;br /&gt;Elektronik untuk melakukan perubahan atas informasi yang disampaikannya, misalnya fasilitas&lt;br /&gt;pembatalan (cancel), edit, dan konfirmasi ulang.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Nama Domain berupa alamat atau jati diri penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau&lt;br /&gt;masyarakat, yang perolehannya didasarkan pada prinsip pendaftar pertama (first come first serve).&lt;br /&gt;Prinsip pendaftar pertama berbeda antara ketentuan dalam Nama Domain dan dalam bidang hak&lt;br /&gt;kekayaan intelektual karena tidak diperlukan pemeriksaan substantif, seperti pemeriksaan dalam&lt;br /&gt;pendaftaran merek dan paten.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "melanggar hak Orang lain", misalnya melanggar merek terdaftar, nama badan&lt;br /&gt;hukum terdaftar, nama Orang terkenal, dan nama sejenisnya yang pada intinya merugikan Orang lain.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "penggunaan Nama Domain secara tanpa hak" adalah pendaftaran dan&lt;br /&gt;penggunaan Nama Domain yang semata‐mata ditujukan untuk menghalangi atau menghambat Orang&lt;br /&gt;lain untuk menggunakan nama yang intuitif dengan keberadaan nama dirinya atau nama produknya,&lt;br /&gt;atau untuk mendompleng reputasi Orang yang sudah terkenal atau ternama, atau untuk menyesatkan&lt;br /&gt;konsumen.&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun dan didaftarkan sebagai karya&lt;br /&gt;intelektual, hak cipta, paten, merek, rahasia dagang, desain industri, dan sejenisnya wajib dilindungi&lt;br /&gt;oleh Undang‐Undang ini dengan memperhatikan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Dalam pemanfaatan Teknologi Informasi, perlindungan data pribadi merupakan salah satu bagian dari&lt;br /&gt;hak pribadi (privacy rights). Hak pribadi mengandung pengertian sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Hak pribadi merupakan hak untuk menikmati kehidupan pribadi dan bebas dari segala macam&lt;br /&gt;gangguan.&lt;br /&gt;b. Hak pribadi merupakan hak untuk dapat berkomunikasi dengan Orang lain tanpa tindakan&lt;br /&gt;memata‐matai.&lt;br /&gt;c. Hak pribadi merupakan hak untuk mengawasi akses informasi tentang kehidupan pribadi dan data&lt;br /&gt;seseorang.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Secara teknis perbuatan yang dilarang sebagaimana dimaksud pada ayat ini dapat dilakukan, antara lain&lt;br /&gt;dengan:&lt;br /&gt;a. melakukan komunikasi, mengirimkan, memancarkan atau sengaja berusaha mewujudkan hal‐hal&lt;br /&gt;tersebut kepada siapa pun yang tidak berhak untuk menerimanya; atau&lt;br /&gt;b. sengaja menghalangi agar informasi dimaksud tidak dapat atau gagal diterima oleh yang&lt;br /&gt;berwenang menerimanya di lingkungan pemerintah dan/atau pemerintah daerah.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Sistem pengamanan adalah sistem yang membatasi akses Komputer atau melarang akses ke dalam&lt;br /&gt;Komputer dengan berdasarkan kategorisasi atau klasifikasi pengguna beserta tingkatan kewenangan&lt;br /&gt;yang ditentukan.&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "intersepsi atau penyadapan" adalah kegiatan untuk mendengarkan, merekam,&lt;br /&gt;membelokkan, mengubah, menghambat, dan/atau mencatat transmisi Informasi Elektronik dan/atau&lt;br /&gt;Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik, baik menggunakan jaringan kabel komunikasi maupun&lt;br /&gt;jaringan nirkabel, seperti pancaran elektromagnetis atau radio frekuensi.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "kegiatan penelitian" adalah penelitian yang dilaksanakan oleh lembaga&lt;br /&gt;penelitian yang memiliki izin.&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "lembaga yang dibentuk oleh masyarakat" merupakan lembaga yang bergerak di&lt;br /&gt;bidang teknologi informasi dan transaksi elektronik.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "ahli" adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang Teknologi&lt;br /&gt;Informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun praktis mengenai&lt;br /&gt;pengetahuannya tersebut.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (8)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Ketentuan ini dimaksudkan untuk menghukum setiap perbuatan melawan hukum yang memenuhi unsur&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 sampai dengan Pasal 34 yang dilakukan oleh korporasi&lt;br /&gt;(corporate crime) dan/atau oleh pengurus dan/atau staf yang memiliki kapasitas untuk:&lt;br /&gt;a. mewakili korporasi;&lt;br /&gt;b. mengambil keputusan dalam korporasi;&lt;br /&gt;c. melakukan pengawasan dan pengendalian dalam korporasi;&lt;br /&gt;d. melakukan kegiatan demi keuntungan korporasi.&lt;br /&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 54&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN ... NOMOR ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-4923075401515232254?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/08/uu-ituu-iteundang-undang-it-undang_08.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-1639995523677607039</guid><pubDate>Sun, 09 Aug 2009 06:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.189+07:00</atom:updated><title>UU IT,UU ITE,UNDANG UNDANG IT ,UNDANG UNDANG ITE</title><description>DEWAN PERWAKILAN RAKYAT&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;RANCANGAN UNDANG‐UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR . TAHUN .&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;Menimbang :&lt;br /&gt;a. bahwa pembangunan nasional adalah suatu proses yang berkelanjutan yang harus senantiasa&lt;br /&gt;tanggap terhadap berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat;&lt;br /&gt;b. bahwa globalisasi informasi telah menempatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat&lt;br /&gt;informasi dunia sehingga mengharuskan dibentuknya pengaturan mengenai pengelolaan&lt;br /&gt;Informasi dan Transaksi Elektronik di tingkat nasional sehingga pembangunan Teknologi&lt;br /&gt;Informasi dapat dilakukan secara optimal, merata, dan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat&lt;br /&gt;guna mencerdaskan kehidupan bangsa;&lt;br /&gt;c. bahwa perkembangan dan kemajuan Teknologi Informasi yang demikian pesat telah&lt;br /&gt;menyebabkan perubahan kegiatan kehidupan manusia dalam berbagai bidang yang secara&lt;br /&gt;langsung telah memengaruhi lahirnya bentuk‐bentuk perbuatan hukum baru;&lt;br /&gt;d. bahwa penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi harus terus dikembangkan untuk&lt;br /&gt;menjaga, memelihara, dan memperkukuh persatuan dan kesatuan nasional berdasarkan&lt;br /&gt;Peraturan Perundang‐undangan demi kepentingan nasional;&lt;br /&gt;e. bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi berperan penting dalam perdagangan dan&lt;br /&gt;pertumbuhan perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat;&lt;br /&gt;f. bahwa pemerintah perlu mendukung pengembangan Teknologi Informasi melalui infrastruktur&lt;br /&gt;hukum dan pengaturannya sehingga pemanfaatan Teknologi Informasi dilakukan secara aman&lt;br /&gt;untuk mencegah penyalahgunaannya dengan memperhatikan nilai‐nilai agama dan sosial&lt;br /&gt;budaya masyarakat Indonesia;&lt;br /&gt;g. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf&lt;br /&gt;d, huruf e, dan huruf f perlu membentuk Undang‐Undang tentang Informasi dan Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik;&lt;br /&gt;Mengingat :&lt;br /&gt;Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 Undang‐Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;Dengan Persetujuan Bersama&lt;br /&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN:&lt;br /&gt;Menetapkan : UNDANG‐UNDANG TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK.&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;KETENTUAN UMUM&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Dalam Undang‐Undang ini yang dimaksud dengan:&lt;br /&gt;1. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak&lt;br /&gt;terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI),&lt;br /&gt;surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda,&lt;br /&gt;angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat&lt;br /&gt;dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.&lt;br /&gt;2. Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer,&lt;br /&gt;jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.&lt;br /&gt;3. Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan,&lt;br /&gt;memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.&lt;br /&gt;4. Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan,&lt;br /&gt;diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya,&lt;br /&gt;yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik,&lt;br /&gt;termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau&lt;br /&gt;sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau&lt;br /&gt;arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.&lt;br /&gt;5. Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi&lt;br /&gt;mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan,&lt;br /&gt;mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.&lt;br /&gt;6. Penyelenggaraan Sistem Elektronik adalah pemanfaatan Sistem Elektronik oleh penyelenggara&lt;br /&gt;negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;7. Jaringan Sistem Elektronik adalah terhubungnya dua Sistem Elektronik atau lebih, yang bersifat&lt;br /&gt;tertutup ataupun terbuka.&lt;br /&gt;8. Agen Elektronik adalah perangkat dari suatu Sistem Elektronik yang dibuat untuk melakukan&lt;br /&gt;suatu tindakan terhadap suatu Informasi Elektronik tertentu secara otomatis yang&lt;br /&gt;diselenggarakan oleh Orang.&lt;br /&gt;9. Sertifikat Elektronik adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat Tanda Tangan&lt;br /&gt;Elektronik dan identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.&lt;br /&gt;10. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik adalah badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang&lt;br /&gt;layak dipercaya, yang memberikan dan mengaudit Sertifikat Elektronik.&lt;br /&gt;11. Lembaga Sertifikasi Keandalan adalah lembaga independen yang dibentuk oleh profesional yang&lt;br /&gt;diakui, disahkan, dan diawasi oleh Pemerintah dengan kewenangan mengaudit dan&lt;br /&gt;mengeluarkan sertifikat keandalan dalam Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;12. Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang&lt;br /&gt;dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai&lt;br /&gt;alat verifikasi dan autentikasi.&lt;br /&gt;13. Penanda Tangan adalah subjek hukum yang terasosiasikan atau terkait dengan Tanda Tangan&lt;br /&gt;Elektronik.&lt;br /&gt;14. Komputer adalah alat untuk memproses data elektronik, magnetik, optik, atau sistem yang&lt;br /&gt;melaksanakan fungsi logika, aritmatika, dan penyimpanan.&lt;br /&gt;15. Akses adalah kegiatan melakukan interaksi dengan Sistem Elektronik yang berdiri sendiri atau&lt;br /&gt;dalam jaringan.&lt;br /&gt;16. Kode Akses adalah angka, huruf, simbol, karakter lainnya atau kombinasi di antaranya, yang&lt;br /&gt;merupakan kunci untuk dapat mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik lainnya.&lt;br /&gt;17. Kontrak Elektronik adalah perjanjian para pihak yang dibuat melalui Sistem Elektronik.&lt;br /&gt;18. Pengirim adalah subjek hukum yang mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik.&lt;br /&gt;19. Penerima adalah subjek hukum yang menerima Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik dari Pengirim.&lt;br /&gt;20. Nama Domain adalah alamat internet penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau&lt;br /&gt;masyarakat, yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet, yang berupa kode&lt;br /&gt;atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.&lt;br /&gt;21. Orang adalah orang perseorangan, baik warga negara Indonesia, warga negara asing, maupun&lt;br /&gt;badan hukum.&lt;br /&gt;22. Badan Usaha adalah perusahaan perseorangan atau perusahaan persekutuan, baik yang&lt;br /&gt;berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.&lt;br /&gt;23. Pemerintah adalah Menteri atau pejabat lainnya yang ditunjuk oleh Presiden.&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini berlaku untuk setiap Orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana&lt;br /&gt;diatur dalam Undang‐Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar&lt;br /&gt;wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar&lt;br /&gt;wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;ASAS DAN TUJUAN&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan berdasarkan asas kepastian&lt;br /&gt;hukum, manfaat, kehati‐hatian, iktikad baik, dan kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi.&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk:&lt;br /&gt;a. mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia;&lt;br /&gt;b. mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan&lt;br /&gt;kesejahteraan masyarakat;&lt;br /&gt;c. meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik;&lt;br /&gt;d. membuka kesempatan seluas‐luasnya kepada setiap Orang untuk memajukan pemikiran dan&lt;br /&gt;kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin&lt;br /&gt;dan bertanggung jawab; dan&lt;br /&gt;e. memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan&lt;br /&gt;penyelenggara Teknologi Informasi.&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;INFORMASI, DOKUMEN, DAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat&lt;br /&gt;bukti hukum yang sah.&lt;br /&gt;2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum&lt;br /&gt;Acara yang berlaku di Indonesia.&lt;br /&gt;3) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dinyatakan sah apabila menggunakan Sistem&lt;br /&gt;Elektronik sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang‐Undang ini.&lt;br /&gt;4) Ketentuan mengenai Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) tidak berlaku untuk:&lt;br /&gt;a. surat yang menurut Undang‐Undang harus dibuat dalam bentuk tertulis; dan&lt;br /&gt;b. surat beserta dokumennya yang menurut Undang‐Undang harus dibuat dalam bentuk akta&lt;br /&gt;notaril atau akta yang dibuat oleh pejabat pembuat akta.&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Dalam hal terdapat ketentuan lain selain yang diatur dalam Pasal 5 ayat (4) yang mensyaratkan bahwa&lt;br /&gt;suatu informasi harus berbentuk tertulis atau asli, Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik&lt;br /&gt;dianggap sah sepanjang informasi yang tercantum di dalamnya dapat diakses, ditampilkan, dijamin&lt;br /&gt;keutuhannya, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga menerangkan suatu keadaan.&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Setiap Orang yang menyatakan hak, memperkuat hak yang telah ada, atau menolak hak Orang lain&lt;br /&gt;berdasarkan adanya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik harus memastikan bahwa&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang ada padanya berasal dari Sistem Elektronik&lt;br /&gt;yang memenuhi syarat berdasarkan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;(1) Kecuali diperjanjikan lain, waktu pengiriman suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik ditentukan pada saat Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik telah dikirim dengan&lt;br /&gt;alamat yang benar oleh Pengirim ke suatu Sistem Elektronik yang ditunjuk atau dipergunakan Penerima&lt;br /&gt;dan telah memasuki Sistem Elektronik yang berada di luar kendali Pengirim.&lt;br /&gt;(2) Kecuali diperjanjikan lain, waktu penerimaan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik ditentukan pada saat Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki Sistem&lt;br /&gt;Elektronik di bawah kendali Penerima yang berhak.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal Penerima telah menunjuk suatu Sistem Elektronik tertentu untuk menerima Informasi&lt;br /&gt;Elektronik, penerimaan terjadi pada saat Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki&lt;br /&gt;Sistem Elektronik yang ditunjuk.&lt;br /&gt;(4) Dalam hal terdapat dua atau lebih sistem informasi yang digunakan dalam pengiriman atau&lt;br /&gt;penerimaan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik, maka:&lt;br /&gt;a. waktu pengiriman adalah ketika Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki&lt;br /&gt;sistem informasi pertama yang berada di luar kendali Pengirim;&lt;br /&gt;b. waktu penerimaan adalah ketika Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik memasuki&lt;br /&gt;sistem informasi terakhir yang berada di bawah kendali Penerima.&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui Sistem Elektronik harus menyediakan informasi yang&lt;br /&gt;lengkap dan benar berkaitan dengan syarat kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan.&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;(1) Setiap pelaku usaha yang menyelenggarakan Transaksi Elektronik dapat disertifikasi oleh Lembaga&lt;br /&gt;Sertifikasi Keandalan.&lt;br /&gt;(2) Ketentuan mengenai pembentukan Lembaga Sertifikasi Keandalan sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;(1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;(1) Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi&lt;br /&gt;persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik terkait hanya kepada Penanda Tangan;&lt;br /&gt;b. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik pada saat proses penandatanganan elektronik hanya&lt;br /&gt;berada dalam kuasa Penanda Tangan;&lt;br /&gt;c. segala perubahan terhadap Tanda Tangan Elektronik yang terjadi setelah waktu&lt;br /&gt;penandatanganan dapat diketahui;&lt;br /&gt;d. segala perubahan terhadap Informasi Elektronik yang terkait dengan Tanda Tangan Elektronik&lt;br /&gt;tersebut setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;&lt;br /&gt;e. terdapat cara tertentu yang dipakai untuk mengidentifikasi siapa Penandatangannya; dan&lt;br /&gt;f. terdapat cara tertentu untuk menunjukkan bahwa Penanda Tangan telah memberikan&lt;br /&gt;persetujuan terhadap Informasi Elektronik yang terkait.&lt;br /&gt;(2) Ketentuan lebih lanjut tentang Tanda Tangan Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur&lt;br /&gt;dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang terlibat dalam Tanda Tangan Elektronik berkewajiban memberikan pengamanan&lt;br /&gt;atas Tanda Tangan Elektronik yang digunakannya.&lt;br /&gt;(2) Pengamanan Tanda Tangan Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang‐kurangnya&lt;br /&gt;meliputi:&lt;br /&gt;a. Sistem tidak dapat diakses oleh Orang lain yang tidak berhak;&lt;br /&gt;b. Penanda Tangan harus menerapkan prinsip kehati‐hatian untuk menghindari penggunaan&lt;br /&gt;secara tidak sah terhadap data terkait pembuatan Tanda Tangan Elektronik;&lt;br /&gt;c. Penanda Tangan harus tanpa menunda‐nunda, menggunakan cara yang dianjurkan oleh&lt;br /&gt;penyelenggara Tanda Tangan Elektronik ataupun cara lain yang layak dan sepatutnya harus&lt;br /&gt;segera memberitahukan kepada seseorang yang oleh Penanda Tangan dianggap memercayai&lt;br /&gt;Tanda Tangan Elektronik atau kepada pihak pendukung layanan Tanda Tangan Elektronik jika:&lt;br /&gt;1. Penanda Tangan mengetahui bahwa data pembuatan Tanda Tangan Elektronik telah&lt;br /&gt;dibobol; atau&lt;br /&gt;2. Keadaan yang diketahui oleh Penanda Tangan dapat menimbulkan risiko yang berarti,&lt;br /&gt;kemungkinan akibat bobolnya data pembuatan Tanda Tangan Elektronik; dan&lt;br /&gt;d. Dalam hal Sertifikat Elektronik digunakan untuk mendukung Tanda Tangan Elektronik, Penanda&lt;br /&gt;Tangan harus memastikan kebenaran dan keutuhan semua informasi yang terkait dengan&lt;br /&gt;Sertifikat Elektronik tersebut.&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang yang melakukan pelanggaran ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),&lt;br /&gt;bertanggung jawab atas segala kerugian dan konsekuensi hukum yang timbul.&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI ELEKTRONIK DAN SISTEM ELEKTRONIK&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang berhak menggunakan jasa Penyelenggara Sertifikasi Elektronik untuk pembuatan Tanda&lt;br /&gt;Tangan Elektronik.&lt;br /&gt;(2) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik harus memastikan keterkaitan suatu Tanda Tangan Elektronik&lt;br /&gt;dengan pemiliknya.&lt;br /&gt;(3) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik terdiri atas:&lt;br /&gt;a. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Indonesia; dan&lt;br /&gt;b. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik asing.&lt;br /&gt;(4) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Indonesia berbadan hukum Indonesia dan berdomisili di&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;(5) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik asing yang beroperasi di Indonesia harus terdaftar di Indonesia.&lt;br /&gt;(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;Penyelenggara Sertifikasi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) sampai dengan ayat&lt;br /&gt;(5) harus menyediakan informasi yang akurat, jelas, dan pasti kepada setiap pengguna jasa, yang&lt;br /&gt;meliputi:&lt;br /&gt;a. metode yang digunakan untuk mengidentifikasi Penanda Tangan;&lt;br /&gt;b. hal yang dapat digunakan untuk mengetahui data diri pembuat Tanda Tangan Elektronik; dan&lt;br /&gt;c. hal yang dapat digunakan untuk menunjukkan keberlakuan dan keamanan Tanda Tangan Elektronik.&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Sistem Elektronik&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;(1) Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus menyelenggarakan Sistem Elektronik secara andal dan&lt;br /&gt;aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya Sistem Elektronik sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;(2) Penyelenggara Sistem Elektronik bertanggung jawab terhadap Penyelenggaraan Sistem&lt;br /&gt;Elektroniknya.&lt;br /&gt;(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya&lt;br /&gt;keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem Elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;(1) Sepanjang tidak ditentukan lain oleh undang‐undang tersendiri, setiap Penyelenggara Sistem&lt;br /&gt;Elektronik wajib mengoperasikan Sistem Elektronik yang memenuhi persyaratan minimum sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;a. dapat menampilkan kembali Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik secara utuh&lt;br /&gt;sesuai dengan masa retensi yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang‐undangan;&lt;br /&gt;b. dapat melindungi ketersediaan, keutuhan, keotentikan, kerahasiaan, dan keteraksesan&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik tersebut;&lt;br /&gt;c. dapat beroperasi sesuai dengan prosedur atau petunjuk dalam Penyelenggaraan Sistem&lt;br /&gt;Elektronik tersebut;&lt;br /&gt;d. dilengkapi dengan prosedur atau petunjuk yang diumumkan dengan bahasa, informasi, atau&lt;br /&gt;simbol yang dapat dipahami oleh pihak yang bersangkutan dengan Penyelenggaraan Sistem&lt;br /&gt;Elektronik tersebut; dan&lt;br /&gt;e. memiliki mekanisme yang berkelanjutan untuk menjaga kebaruan, kejelasan, dan&lt;br /&gt;kebertanggungjawaban prosedur atau petunjuk.&lt;br /&gt;(2) Ketentuan lebih lanjut tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;(1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;TRANSAKSI ELEKTRONIK&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;(1) Penyelenggaraan Transaksi Elektronik dapat dilakukan dalam lingkup publik ataupun privat.&lt;br /&gt;(2) Para pihak yang melakukan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib&lt;br /&gt;beriktikad baik dalam melakukan interaksi dan/atau pertukaran Informasi Elektronik dan/atau Dokumen&lt;br /&gt;Elektronik selama transaksi berlangsung.&lt;br /&gt;(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;(1) Transaksi Elektronik yang dituangkan ke dalam Kontrak Elektronik mengikat para pihak.&lt;br /&gt;(2) Para pihak memiliki kewenangan untuk memilih hukum yang berlaku bagi Transaksi Elektronik&lt;br /&gt;internasional yang dibuatnya.&lt;br /&gt;(3) Jika para pihak tidak melakukan pilihan hukum dalam Transaksi Elektronik internasional, hukum yang&lt;br /&gt;berlaku didasarkan pada asas Hukum Perdata Internasional.&lt;br /&gt;(4) Para pihak memiliki kewenangan untuk menetapkan forum pengadilan, arbitrase, atau lembaga&lt;br /&gt;penyelesaian sengketa alternatif lainnya yang berwenang menangani sengketa yang mungkin timbul dari&lt;br /&gt;Transaksi Elektronik internasional yang dibuatnya.&lt;br /&gt;(5) Jika para pihak tidak melakukan pilihan forum sebagaimana dimaksud pada ayat (4), penetapan&lt;br /&gt;kewenangan pengadilan, arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya yang&lt;br /&gt;berwenang menangani sengketa yang mungkin timbul dari transaksi tersebut, didasarkan pada asas&lt;br /&gt;Hukum Perdata Internasional.&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;Para pihak yang melakukan Transaksi Elektronik harus menggunakan Sistem&lt;br /&gt;Elektronik yang disepakati.&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;(1) Kecuali ditentukan lain oleh para pihak, Transaksi Elektronik terjadi pada saat penawaran transaksi&lt;br /&gt;yang dikirim Pengirim telah diterima dan disetujui Penerima.&lt;br /&gt;(2) Persetujuan atas penawaran Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus&lt;br /&gt;dilakukan dengan pernyataan penerimaan secara elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;(1) Pengirim atau Penerima dapat melakukan Transaksi Elektronik sendiri, melalui pihak yang dikuasakan&lt;br /&gt;olehnya, atau melalui Agen Elektronik.&lt;br /&gt;(2) Pihak yang bertanggung jawab atas segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi Elektronik&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. jika dilakukan sendiri, segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi Elektronik menjadi&lt;br /&gt;tanggung jawab para pihak yang bertransaksi;&lt;br /&gt;b. jika dilakukan melalui pemberian kuasa, segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik menjadi tanggung jawab pemberi kuasa; atau&lt;br /&gt;c. jika dilakukan melalui Agen Elektronik, segala akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik menjadi tanggung jawab penyelenggara Agen Elektronik.&lt;br /&gt;(3) Jika kerugian Transaksi Elektronik disebabkan gagal beroperasinya Agen Elektronik akibat tindakan&lt;br /&gt;pihak ketiga secara langsung terhadap Sistem Elektronik, segala akibat hukum menjadi tanggung jawab&lt;br /&gt;penyelenggara Agen Elektronik.&lt;br /&gt;(4) Jika kerugian Transaksi Elektronik disebabkan gagal beroperasinya Agen Elektronik akibat kelalaian&lt;br /&gt;pihak pengguna jasa layanan, segala akibat hukum menjadi tanggung jawab pengguna jasa layanan.&lt;br /&gt;(5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya&lt;br /&gt;keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem Elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;(1) Penyelenggara Agen Elektronik tertentu harus menyediakan fitur pada Agen Elektronik yang&lt;br /&gt;dioperasikannya yang memungkinkan penggunanya melakukan perubahan informasi yang masih dalam&lt;br /&gt;proses transaksi.&lt;br /&gt;(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggara Agen Elektronik tertentu sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;NAMA DOMAIN, HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL,&lt;br /&gt;DAN PERLINDUNGAN HAK PRIBADI&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;(1) Setiap penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat berhak memiliki Nama&lt;br /&gt;Domain berdasarkan prinsip pendaftar pertama.&lt;br /&gt;(2) Pemilikan dan penggunaan Nama Domain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus didasarkan&lt;br /&gt;pada iktikad baik, tidak melanggar prinsip persaingan usaha secara sehat, dan tidak melanggar hak&lt;br /&gt;Orang lain.&lt;br /&gt;(3) Setiap penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, atau masyarakat yang dirugikan karena&lt;br /&gt;penggunaan Nama Domain secara tanpa hak oleh Orang lain, berhak mengajukan gugatan pembatalan&lt;br /&gt;Nama Domain dimaksud.&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;(1) Pengelola Nama Domain adalah Pemerintah dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal terjadi perselisihan pengelolaan Nama Domain oleh masyarakat, Pemerintah berhak&lt;br /&gt;mengambil alih sementara pengelolaan Nama Domain yang diperselisihkan.&lt;br /&gt;(3) Pengelola Nama Domain yang berada di luar wilayah Indonesia dan Nama Domain yang&lt;br /&gt;diregistrasinya diakui keberadaannya sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Perundangundangan.&lt;br /&gt;(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan Nama Domain sebagaimana dimaksud pada ayat (1),&lt;br /&gt;ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun menjadi&lt;br /&gt;karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada di&lt;br /&gt;dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan&lt;br /&gt;Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;(1) Kecuali ditentukan lain oleh Peraturan Perundang‐undangan, penggunaan setiap informasi melalui&lt;br /&gt;media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang&lt;br /&gt;bersangkutan.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan&lt;br /&gt;atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang‐Undang ini.&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;PERBUATAN YANG DILARANG&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau&lt;br /&gt;membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan&lt;br /&gt;yang melanggar kesusilaan.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau&lt;br /&gt;membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan&lt;br /&gt;perjudian.&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau&lt;br /&gt;membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan&lt;br /&gt;penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau&lt;br /&gt;membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan&lt;br /&gt;pemerasan dan/atau pengancaman.&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang&lt;br /&gt;mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk&lt;br /&gt;menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu&lt;br /&gt;berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik&lt;br /&gt;dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau&lt;br /&gt;menakut‐nakuti yang ditujukan secara pribadi.&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau&lt;br /&gt;Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau&lt;br /&gt;Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau&lt;br /&gt;Dokumen Elektronik.&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau&lt;br /&gt;Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol&lt;br /&gt;sistem pengamanan.&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau&lt;br /&gt;penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau&lt;br /&gt;Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atas&lt;br /&gt;transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di&lt;br /&gt;dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik yang tidak&lt;br /&gt;menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan,&lt;br /&gt;dan/atau penghentian Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan.&lt;br /&gt;(3) Kecuali intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), intersepsi yang dilakukan dalam&lt;br /&gt;rangka penegakan hukum atas permintaan kepolisian, kejaksaan, dan/atau institusi penegak hukum&lt;br /&gt;lainnya yang ditetapkan berdasarkan undang‐undang.&lt;br /&gt;(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur&lt;br /&gt;dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah,&lt;br /&gt;menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan,&lt;br /&gt;menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik&lt;br /&gt;publik.&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun&lt;br /&gt;memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada Sistem&lt;br /&gt;Elektronik Orang lain yang tidak berhak.&lt;br /&gt;(3) Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan terbukanya suatu&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat rahasia menjadi dapat diakses oleh&lt;br /&gt;publik dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan&lt;br /&gt;tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau&lt;br /&gt;mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana&lt;br /&gt;mestinya.&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, menjual,&lt;br /&gt;mengadakan untuk digunakan, mengimpor, mendistribusikan, menyediakan, atau memiliki:&lt;br /&gt;a. perangkat keras atau perangkat lunak Komputer yang dirancang atau secara khusus&lt;br /&gt;dikembangkan untuk memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai&lt;br /&gt;dengan Pasal 33;&lt;br /&gt;b. sandi lewat Komputer, Kode Akses, atau hal yang sejenis dengan itu yang ditujukan agar Sistem&lt;br /&gt;Elektronik menjadi dapat diakses dengan tujuan memfasilitasi perbuatan sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 33.&lt;br /&gt;(2) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan tindak pidana jika ditujukan untuk melakukan&lt;br /&gt;kegiatan penelitian, pengujian Sistem Elektronik, untuk perlindungan Sistem Elektronik itu sendiri secara&lt;br /&gt;sah dan tidak melawan hukum.&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan&lt;br /&gt;manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi&lt;br /&gt;Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi&lt;br /&gt;Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah‐olah data&lt;br /&gt;yang otentik.&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan&lt;br /&gt;perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang&lt;br /&gt;mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;Setiap Orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang dilarang sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 36 di luar wilayah Indonesia&lt;br /&gt;terhadap Sistem Elektronik yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia.&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;PENYELESAIAN SENGKETA&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang dapat mengajukan gugatan terhadap pihak yang menyelenggarakan Sistem Elektronik&lt;br /&gt;dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang menimbulkan kerugian.&lt;br /&gt;(2) Masyarakat dapat mengajukan gugatan secara perwakilan terhadap pihak yang menyelenggarakan&lt;br /&gt;Sistem Elektronik dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang berakibat merugikan masyarakat,&lt;br /&gt;sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;(1) Gugatan perdata dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;(2) Selain penyelesaian gugatan perdata sebagaimana dimaksud pada ayat (1), para pihak dapat&lt;br /&gt;menyelesaikan sengketa melalui arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya sesuai&lt;br /&gt;dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;PERAN PEMERINTAH DAN PERAN MASYARAKAT&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;(1) Pemerintah memfasilitasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik sesuai dengan&lt;br /&gt;ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;(2) Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat&lt;br /&gt;penyalahgunaan Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum,&lt;br /&gt;sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;(3) Pemerintah menetapkan instansi atau institusi yang memiliki data elektronik strategis yang wajib&lt;br /&gt;dilindungi.&lt;br /&gt;(4) Instansi atau institusi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus membuat Dokumen Elektronik dan&lt;br /&gt;rekam cadang elektroniknya serta menghubungkannya ke pusat data tertentu untuk kepentingan&lt;br /&gt;pengamanan data.&lt;br /&gt;(5) Instansi atau institusi lain selain diatur pada ayat (3) membuat Dokumen Elektronik dan rekam&lt;br /&gt;cadang elektroniknya sesuai dengan keperluan perlindungan data yang dimilikinya.&lt;br /&gt;(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai peran Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2),&lt;br /&gt;dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;(1) Masyarakat dapat berperan meningkatkan pemanfaatan Teknologi Informasi melalui penggunaan&lt;br /&gt;dan Penyelenggaraan Sistem Elektronik dan Transaksi Elektronik sesuai dengan ketentuan Undang‐&lt;br /&gt;Undang ini.&lt;br /&gt;(2) Peran masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diselenggarakan melalui lembaga yang&lt;br /&gt;dibentuk oleh masyarakat.&lt;br /&gt;(3) Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat memiliki fungsi konsultasi dan mediasi.&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;PENYIDIKAN&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;Penyidikan terhadap tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Undang‐Undang&lt;br /&gt;ini, dilakukan berdasarkan ketentuan dalam Hukum Acara Pidana dan&lt;br /&gt;ketentuan dalam Undang‐Undang ini.&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;(1) Selain Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di&lt;br /&gt;lingkungan Pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang Teknologi Informasi dan&lt;br /&gt;Transaksi Elektronik diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang‐&lt;br /&gt;Undang tentang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Teknologi&lt;br /&gt;Informasi dan Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;(2) Penyidikan di bidang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;(1) dilakukan dengan memperhatikan perlindungan terhadap privasi, kerahasiaan, kelancaran layanan&lt;br /&gt;publik, integritas data, atau keutuhan data sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;(3) Penggeledahan dan/atau penyitaan terhadap sistem elektronik yang terkait dengan dugaan tindak&lt;br /&gt;pidana harus dilakukan atas izin ketua pengadilan negeri setempat.&lt;br /&gt;(4) Dalam melakukan penggeledahan dan/atau penyitaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3),&lt;br /&gt;penyidik wajib menjaga terpeliharanya kepentingan pelayanan umum.&lt;br /&gt;(5) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang:&lt;br /&gt;a. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana&lt;br /&gt;berdasarkan ketentuan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;b. memanggil setiap Orang atau pihak lainnya untuk didengar dan/atau diperiksa sebagai&lt;br /&gt;tersangka atau saksi sehubungan dengan adanya dugaan tindak pidana di bidang terkait&lt;br /&gt;dengan ketentuan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;c. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindak&lt;br /&gt;pidana berdasarkan ketentuan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;d. melakukan pemeriksaan terhadap Orang dan/atau Badan Usaha yang patut diduga&lt;br /&gt;melakukan tindak pidana berdasarkan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;e. melakukan pemeriksaan terhadap alat dan/atau sarana yang berkaitan dengan kegiatan&lt;br /&gt;Teknologi Informasi yang diduga digunakan untuk melakukan tindak pidana berdasarkan&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;f. melakukan penggeledahan terhadap tempat tertentu yang diduga digunakan sebagai&lt;br /&gt;tempat untuk melakukan tindak pidana berdasarkan ketentuan Undang‐Undang ini;&lt;br /&gt;g. melakukan penyegelan dan penyitaan terhadap alat dan atau sarana kegiatan Teknologi&lt;br /&gt;Informasi yang diduga digunakan secara menyimpang dari ketentuan Peraturan Perundangundangan;&lt;br /&gt;h. meminta bantuan ahli yang diperlukan dalam penyidikan terhadap tindak pidana&lt;br /&gt;berdasarkan Undang‐Undang ini; dan/atau&lt;br /&gt;i. mengadakan penghentian penyidikan tindak pidana berdasarkan Undang‐Undang ini sesuai&lt;br /&gt;dengan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku.&lt;br /&gt;(6) Dalam hal melakukan penangkapan dan penahanan, penyidik melalui penuntut umum wajib&lt;br /&gt;meminta penetapan ketua pengadilan negeri setempat dalam waktu satu kali dua puluh empat jam.&lt;br /&gt;(7) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkoordinasi dengan Penyidik&lt;br /&gt;Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan&lt;br /&gt;hasilnya kepada penuntut umum.&lt;br /&gt;(8) Dalam rangka mengungkap tindak pidana Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik, penyidik&lt;br /&gt;dapat berkerja sama dengan penyidik negara lain untuk berbagi informasi dan alat bukti.&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;Alat bukti penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan&lt;br /&gt;menurut ketentuan Undang‐Undang ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. alat bukti sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Perundang‐undangan; dan&lt;br /&gt;b. alat bukti lain berupa Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;dalam Pasal 1 angka 1 dan angka 4 serta Pasal 5 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3).&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;KETENTUAN PIDANA&lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat&lt;br /&gt;(3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling&lt;br /&gt;banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2)&lt;br /&gt;dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak&lt;br /&gt;Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana&lt;br /&gt;penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar&lt;br /&gt;rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam&lt;br /&gt;ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus&lt;br /&gt;juta rupiah).&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan&lt;br /&gt;ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) atau ayat (2)&lt;br /&gt;dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak&lt;br /&gt;Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (3) dipidana dengan&lt;br /&gt;pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33,&lt;br /&gt;dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau&lt;br /&gt;denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat&lt;br /&gt;(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau&lt;br /&gt;denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana&lt;br /&gt;penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana&lt;br /&gt;penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas&lt;br /&gt;miliar rupiah).&lt;br /&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;(1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) menyangkut kesusilaan atau&lt;br /&gt;eksploitasi seksual terhadap anak dikenakan pemberatan sepertiga dari pidana pokok.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 sampai dengan Pasal 37 ditujukan&lt;br /&gt;terhadap Komputer dan/atau Sistem Elektronik serta Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik&lt;br /&gt;milik Pemerintah dan/atau yang digunakan untuk layanan publik dipidana dengan pidana pokok&lt;br /&gt;ditambah sepertiga.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 sampai dengan Pasal 37 ditujukan&lt;br /&gt;terhadap Komputer dan/atau Sistem Elektronik serta Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik&lt;br /&gt;milik Pemerintah dan/atau badan strategis termasuk dan tidak terbatas pada lembaga pertahanan, bank&lt;br /&gt;sentral, perbankan, keuangan, lembaga internasional, otoritas penerbangan diancam dengan pidana&lt;br /&gt;maksimal ancaman pidana pokok masing‐masing Pasal ditambah dua pertiga.&lt;br /&gt;(4) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 37 dilakukan&lt;br /&gt;oleh korporasi dipidana dengan pidana pokok ditambah dua pertiga.&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;br /&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;Pada saat berlakunya Undang‐Undang ini, semua Peraturan Perundang‐undangan&lt;br /&gt;dan kelembagaan yang berhubungan dengan pemanfaatan Teknologi Informasi&lt;br /&gt;yang tidak bertentangan dengan Undang‐Undang ini dinyatakan tetap berlaku.&lt;br /&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 54&lt;br /&gt;(1) Undang‐Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;(2) Peraturan Pemerintah harus sudah ditetapkan paling lama 2 (dua) tahun setelah diundangkannya&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang‐Undang&lt;br /&gt;ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Disahkan di Jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;SUSILO BAMBANG YUDHOYONO&lt;br /&gt;Diundangkan di Jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal&lt;br /&gt;MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA,&lt;br /&gt;ANDI MATTALATA&lt;br /&gt;LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN ... NOMOR ...&lt;br /&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;RANCANGAN&lt;br /&gt;PENJELASAN&lt;br /&gt;RANCANGAN UNDANG‐UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR ......TAHUN ....&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK&lt;br /&gt;I. UMUM&lt;br /&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi, media, dan komunikasi telah mengubah baik perilaku masyarakat&lt;br /&gt;maupun peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah&lt;br /&gt;pula menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan&lt;br /&gt;sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan berlangsung demikian cepat. Teknologi Informasi saat ini&lt;br /&gt;menjadi pedang bermata dua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan,&lt;br /&gt;kemajuan, dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum.&lt;br /&gt;Saat ini telah lahir suatu rezim hukum baru yang dikenal dengan hukum siber atau hukum telematika.&lt;br /&gt;Hukum siber atau cyber law, secara internasional digunakan untuk istilah hukum yang terkait dengan&lt;br /&gt;pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Demikian pula, hukum telematika yang merupakan&lt;br /&gt;perwujudan dari konvergensi hukum telekomunikasi, hukum media, dan hukum informatika. Istilah lain&lt;br /&gt;yang juga digunakan adalah hukum teknologi informasi (law of information technology), hukum dunia&lt;br /&gt;maya (virtual world law), dan hukum mayantara. Istilah‐istilah tersebut lahir mengingat kegiatan yang&lt;br /&gt;dilakukan melalui jaringan sistem komputer dan sistem komunikasi baik dalam lingkup lokal maupun&lt;br /&gt;global (Internet) dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis sistem komputer yang merupakan&lt;br /&gt;sistem elektronik yang dapat dilihat secara virtual. Permasalahan hukum yang seringkali dihadapi adalah&lt;br /&gt;ketika terkait dengan penyampaian informasi, komunikasi, dan/atau transaksi secara elektronik,&lt;br /&gt;khususnya dalam hal pembuktian dan hal yang terkait dengan perbuatan hukum yang dilaksanakan&lt;br /&gt;melalui sistem elektronik.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan sistem elektronik adalah sistem komputer dalam arti luas, yang tidak hanya&lt;br /&gt;mencakup perangkat keras dan perangkat lunak komputer, tetapi juga mencakup jaringan&lt;br /&gt;telekomunikasi dan/atau sistem komunikasi elektronik. Perangkat lunak atau program komputer adalah&lt;br /&gt;sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang&lt;br /&gt;apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat&lt;br /&gt;komputer bekerja untuk melakukan fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk&lt;br /&gt;persiapan dalam merancang instruksi tersebut.&lt;br /&gt;Sistem elektronik juga digunakan untuk menjelaskan keberadaan sistem informasi yang merupakan&lt;br /&gt;penerapan teknologi informasi yang berbasis jaringan telekomunikasi dan media elektronik, yang&lt;br /&gt;berfungsi merancang, memproses, menganalisis, menampilkan, dan mengirimkan atau menyebarkan&lt;br /&gt;informasi elektronik. Sistem informasi secara teknis dan manajemen sebenarnya adalah perwujudan&lt;br /&gt;penerapan produk teknologi informasi ke dalam suatu bentuk organisasi dan manajemen sesuai dengan&lt;br /&gt;karakteristik kebutuhan pada organisasi tersebut dan sesuai dengan tujuan peruntukannya. Pada sisi&lt;br /&gt;yang lain, sistem informasi secara teknis dan fungsional adalah keterpaduan sistem antara manusia dan&lt;br /&gt;mesin yang mencakup komponen perangkat keras, perangkat lunak, prosedur, sumber daya manusia,&lt;br /&gt;dan substansi informasi yang dalam pemanfaatannya mencakup fungsi input, process, output, storage,&lt;br /&gt;dan communication.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, dunia hukum sebenarnya sudah sejak lama memperluas penafsiran asas dan&lt;br /&gt;normanya ketika menghadapi persoalan kebendaan yang tidak berwujud, misalnya dalam kasus&lt;br /&gt;pencurian listrik sebagai perbuatan pidana. Dalam kenyataan kegiatan siber tidak lagi sederhana karena&lt;br /&gt;kegiatannya tidak lagi dibatasi oleh teritori suatu negara, yang mudah diakses kapan pun dan dari mana&lt;br /&gt;pun. Kerugian dapat terjadi baik pada pelaku transaksi maupun pada orang lain yang tidak pernah&lt;br /&gt;melakukan transaksi, misalnya pencurian dana kartu kredit melalui pembelanjaan di Internet. Di&lt;br /&gt;samping itu, pembuktian merupakan faktor yang sangat penting, mengingat informasi elektronik bukan&lt;br /&gt;saja belum terakomodasi dalam sistem hukum acara Indonesia secara komprehensif, melainkan juga&lt;br /&gt;ternyata sangat rentan untuk diubah, disadap, dipalsukan, dan dikirim ke berbagai penjuru dunia dalam&lt;br /&gt;waktu hitungan detik. Dengan demikian, dampak yang diakibatkannya pun bisa demikian kompleks dan&lt;br /&gt;rumit.&lt;br /&gt;Permasalahan yang lebih luas terjadi pada bidang keperdataan karena transaksi elektronik untuk&lt;br /&gt;kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik (electronic commerce) telah menjadi bagian dari&lt;br /&gt;perniagaan nasional dan internasional. Kenyataan ini menunjukkan bahwa konvergensi di bidang&lt;br /&gt;teknologi informasi, media, dan informatika (telematika) berkembang terus tanpa dapat dibendung,&lt;br /&gt;seiring dengan ditemukannya perkembangan baru di bidang teknologi informasi, media, dan&lt;br /&gt;komunikasi.&lt;br /&gt;Kegiatan melalui media sistem elektronik, yang disebut juga ruang siber (cyber space), meskipun bersifat&lt;br /&gt;virtual dapat dikategorikan sebagai tindakan atau perbuatan hukum yang nyata. Secara yuridis kegiatan&lt;br /&gt;pada ruang siber tidak dapat didekati dengan ukuran dan kualifikasi hukum konvensional saja sebab jika&lt;br /&gt;cara ini yang ditempuh akan terlalu banyak kesulitan dan hal yang lolos dari pemberlakuan hukum.&lt;br /&gt;Kegiatan dalam ruang siber adalah kegiatan virtual yang berdampak sangat nyata meskipun alat&lt;br /&gt;buktinya bersifat elektronik. Dengan demikian, subjek pelakunya harus dikualifikasikan pula sebagai&lt;br /&gt;Orang yang telah melakukan perbuatan hukum secara nyata. Dalam kegiatan e‐commerce antara lain&lt;br /&gt;dikenal adanya dokumen elektronik yang kedudukannya disetarakan dengan dokumen yang dibuat di&lt;br /&gt;atas kertas.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal itu, perlu diperhatikan sisi keamanan dan kepastian hukum dalam pemanfaatan&lt;br /&gt;teknologi informasi, media, dan komunikasi agar dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu,&lt;br /&gt;terdapat tiga pendekatan untuk menjaga keamanan di cyber space, yaitu pendekatan aspek hukum,&lt;br /&gt;aspek teknologi, aspek sosial, budaya, dan etika. Untuk mengatasi gangguan keamanan dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan sistem secara elektronik, pendekatan hukum bersifat mutlak karena tanpa kepastian&lt;br /&gt;hukum, persoalan pemanfaatan teknologi informasi menjadi tidak optimal.&lt;br /&gt;II. PASAL DEMI PASAL&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini memiliki jangkauan yurisdiksi tidak semata‐mata untuk perbuatan hukum yang&lt;br /&gt;berlaku di Indonesia dan/atau dilakukan oleh warga negara Indonesia, tetapi juga berlaku untuk&lt;br /&gt;perbuatan hukum yang dilakukan di luar wilayah hukum (yurisdiksi) Indonesia baik oleh warga negara&lt;br /&gt;Indonesia maupun warga negara asing atau badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing yang&lt;br /&gt;memiliki akibat hukum di Indonesia, mengingat pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Informasi&lt;br /&gt;Elektronik dan Transaksi Elektronik dapat bersifat lintas teritorial atau universal. Yang dimaksud dengan&lt;br /&gt;"merugikan kepentingan Indonesia" adalah meliputi tetapi tidak terbatas pada merugikan kepentingan&lt;br /&gt;ekonomi nasional, perlindungan data strategis, harkat dan martabat bangsa, pertahanan dan keamanan&lt;br /&gt;negara, kedaulatan negara, warga negara, serta badan hukum Indonesia.&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;"Asas kepastian hukum" berarti landasan hukum bagi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi&lt;br /&gt;Elektronik serta segala sesuatu yang mendukung penyelenggaraannya yang mendapatkan pengakuan&lt;br /&gt;hukum di dalam dan di luar pengadilan.&lt;br /&gt;"Asas manfaat" berarti asas bagi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik diupayakan&lt;br /&gt;untuk mendukung proses berinformasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;"Asas kehati‐hatian" berarti landasan bagi pihak yang bersangkutan harus memperhatikan segenap&lt;br /&gt;aspek yang berpotensi mendatangkan kerugian, baik bagi dirinya maupun bagi pihak lain dalam&lt;br /&gt;pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik.&lt;br /&gt;"Asas iktikad baik" berarti asas yang digunakan para pihak dalam melakukan Transaksi Elektronik tidak&lt;br /&gt;bertujuan untuk secara sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakibatkan kerugian bagi pihak&lt;br /&gt;lain tanpa sepengetahuan pihak lain tersebut.&lt;br /&gt;"Asas kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi" berarti asas pemanfaatan Teknologi Informasi&lt;br /&gt;dan Transaksi Elektronik tidak terfokus pada penggunaan teknologi tertentu sehingga dapat mengikuti&lt;br /&gt;perkembangan pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;Ayat 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat 2&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat 3&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat 4&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Surat yang menurut undang‐undang harus dibuat tertulis meliputi tetapi tidak terbatas pada surat&lt;br /&gt;berharga, surat yang berharga, dan surat yang digunakan dalam proses penegakan hukum acara&lt;br /&gt;perdata, pidana, dan administrasi negara.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Selama ini bentuk tertulis identik dengan informasi dan/atau dokumen yang tertuang di atas kertas&lt;br /&gt;semata, padahal pada hakikatnya informasi dan/atau dokumen dapat dituangkan ke dalam media apa&lt;br /&gt;saja, termasuk media elektronik. Dalam lingkup Sistem Elektronik, informasi yang asli dengan salinannya&lt;br /&gt;tidak relevan lagi untuk dibedakan sebab Sistem Elektronik pada dasarnya beroperasi dengan cara&lt;br /&gt;penggandaan yang mengakibatkan informasi yang asli tidak dapat dibedakan lagi dari salinannya.&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Ketentuan ini dimaksudkan bahwa suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dapat&lt;br /&gt;digunakan sebagai alasan timbulnya suatu hak.&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "informasi yang lengkap dan benar" meliputi:&lt;br /&gt;a. informasi yang memuat identitas serta status subjek hukum dan kompetensinya, baik sebagai&lt;br /&gt;produsen, pemasok, penyelenggara maupun perantara;&lt;br /&gt;b. informasi lain yang menjelaskan hal tertentu yang menjadi syarat sahnya perjanjian serta&lt;br /&gt;menjelaskan barang dan/atau jasa yang ditawarkan, seperti nama, alamat, dan deskripsi&lt;br /&gt;barang/jasa.&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Sertifikasi Keandalan dimaksudkan sebagai bukti bahwa pelaku usaha yang melakukan perdagangan&lt;br /&gt;secara elektronik layak berusaha setelah melalui penilaian dan audit dari badan yang berwenang. Bukti&lt;br /&gt;telah dilakukan Sertifikasi Keandalan ditunjukkan dengan adanya logo sertifikasi berupa trust mark pada&lt;br /&gt;laman (home page) pelaku usaha tersebut.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini memberikan pengakuan secara tegas bahwa meskipun hanya merupakan suatu&lt;br /&gt;kode, Tanda Tangan Elektronik memiliki kedudukan yang sama dengan tanda tangan manual pada&lt;br /&gt;umumnya yang memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum.&lt;br /&gt;Persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini merupakan persyaratan minimum yang harus&lt;br /&gt;dipenuhi dalam setiap Tanda Tangan Elektronik. Ketentuan ini membuka kesempatan seluas‐luasnya&lt;br /&gt;kepada siapa pun untuk mengembangkan metode, teknik, atau proses pembuatan Tanda Tangan&lt;br /&gt;Elektronik.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah dimaksud, antara lain, mengatur tentang teknik, metode, sarana, dan proses&lt;br /&gt;pembuatan Tanda Tangan Elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini adalah informasi yang minimum harus dipenuhi oleh&lt;br /&gt;setiap penyelenggara Tanda Tangan Elektronik.&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;"Andal" artinya Sistem Elektronik memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan penggunaannya.&lt;br /&gt;"Aman" artinya Sistem Elektronik terlindungi secara fisik dan nonfisik.&lt;br /&gt;"Beroperasi sebagaimana mestinya" artinya Sistem Elektronik memiliki kemampuan sesuai dengan&lt;br /&gt;spesifikasinya.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;"Bertanggung jawab" artinya ada subjek hukum yang bertanggung jawab secara hukum terhadap&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Sistem Elektronik tersebut.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Undang‐Undang ini memberikan peluang terhadap pemanfaatan Teknologi Informasi oleh&lt;br /&gt;penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi harus dilakukan secara baik, bijaksana, bertanggung jawab, efektif,&lt;br /&gt;dan efisien agar dapat diperoleh manfaat yang sebesar‐besarnya bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Pilihan hukum yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak internasional termasuk yang dilakukan&lt;br /&gt;secara elektronik dikenal dengan choice of law. Hukum ini mengikat sebagai hukum yang berlaku bagi&lt;br /&gt;kontrak tersebut. Pilihan hukum dalam Transaksi Elektronik hanya dapat dilakukan jika dalam&lt;br /&gt;kontraknya terdapat unsur asing dan penerapannya harus sejalan dengan prinsip hukum perdata&lt;br /&gt;internasional (HPI).&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Dalam hal tidak ada pilihan hukum, penetapan hukum yang berlaku berdasarkan prinsip atau asas&lt;br /&gt;hukum perdata internasional yang akan ditetapkan sebagai hukum yang berlaku pada kontrak tersebut.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Forum yang berwenang mengadili sengketa kontrak internasional, termasuk yang dilakukan secara&lt;br /&gt;elektronik, adalah forum yang dipilih oleh para pihak. Forum tersebut dapat berbentuk pengadilan,&lt;br /&gt;arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Dalam hal para pihak tidak melakukan pilihan forum, kewenangan forum berlaku berdasarkan prinsip&lt;br /&gt;atau asas hukum perdata internasional. Asas tersebut dikenal dengan asas tempat tinggal tergugat (the&lt;br /&gt;basis of presence) dan efektivitas yang menekankan pada tempat harta benda tergugat berada&lt;br /&gt;(principle of effectiveness) .&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "disepakati" dalam pasal ini juga mencakup disepakatinya prosedur yang&lt;br /&gt;terdapat dalam Sistem Elektronik yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Transaksi Elektronik terjadi pada saat kesepakatan antara para pihak yang dapat berupa, antara lain&lt;br /&gt;pengecekan data, identitas, nomor identifikasi pribadi (personal identification number/PIN) atau sandi&lt;br /&gt;lewat (password).&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "dikuasakan" dalam ketentuan ini sebaiknya dinyatakan dalam surat kuasa.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "fitur" adalah fasilitas yang memberikan kesempatan kepada pengguna Agen&lt;br /&gt;Elektronik untuk melakukan perubahan atas informasi yang disampaikannya, misalnya fasilitas&lt;br /&gt;pembatalan (cancel), edit, dan konfirmasi ulang.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Nama Domain berupa alamat atau jati diri penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau&lt;br /&gt;masyarakat, yang perolehannya didasarkan pada prinsip pendaftar pertama (first come first serve).&lt;br /&gt;Prinsip pendaftar pertama berbeda antara ketentuan dalam Nama Domain dan dalam bidang hak&lt;br /&gt;kekayaan intelektual karena tidak diperlukan pemeriksaan substantif, seperti pemeriksaan dalam&lt;br /&gt;pendaftaran merek dan paten.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "melanggar hak Orang lain", misalnya melanggar merek terdaftar, nama badan&lt;br /&gt;hukum terdaftar, nama Orang terkenal, dan nama sejenisnya yang pada intinya merugikan Orang lain.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "penggunaan Nama Domain secara tanpa hak" adalah pendaftaran dan&lt;br /&gt;penggunaan Nama Domain yang semata‐mata ditujukan untuk menghalangi atau menghambat Orang&lt;br /&gt;lain untuk menggunakan nama yang intuitif dengan keberadaan nama dirinya atau nama produknya,&lt;br /&gt;atau untuk mendompleng reputasi Orang yang sudah terkenal atau ternama, atau untuk menyesatkan&lt;br /&gt;konsumen.&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun dan didaftarkan sebagai karya&lt;br /&gt;intelektual, hak cipta, paten, merek, rahasia dagang, desain industri, dan sejenisnya wajib dilindungi&lt;br /&gt;oleh Undang‐Undang ini dengan memperhatikan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Dalam pemanfaatan Teknologi Informasi, perlindungan data pribadi merupakan salah satu bagian dari&lt;br /&gt;hak pribadi (privacy rights). Hak pribadi mengandung pengertian sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Hak pribadi merupakan hak untuk menikmati kehidupan pribadi dan bebas dari segala macam&lt;br /&gt;gangguan.&lt;br /&gt;b. Hak pribadi merupakan hak untuk dapat berkomunikasi dengan Orang lain tanpa tindakan&lt;br /&gt;memata‐matai.&lt;br /&gt;c. Hak pribadi merupakan hak untuk mengawasi akses informasi tentang kehidupan pribadi dan data&lt;br /&gt;seseorang.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Secara teknis perbuatan yang dilarang sebagaimana dimaksud pada ayat ini dapat dilakukan, antara lain&lt;br /&gt;dengan:&lt;br /&gt;a. melakukan komunikasi, mengirimkan, memancarkan atau sengaja berusaha mewujudkan hal‐hal&lt;br /&gt;tersebut kepada siapa pun yang tidak berhak untuk menerimanya; atau&lt;br /&gt;b. sengaja menghalangi agar informasi dimaksud tidak dapat atau gagal diterima oleh yang&lt;br /&gt;berwenang menerimanya di lingkungan pemerintah dan/atau pemerintah daerah.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Sistem pengamanan adalah sistem yang membatasi akses Komputer atau melarang akses ke dalam&lt;br /&gt;Komputer dengan berdasarkan kategorisasi atau klasifikasi pengguna beserta tingkatan kewenangan&lt;br /&gt;yang ditentukan.&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "intersepsi atau penyadapan" adalah kegiatan untuk mendengarkan, merekam,&lt;br /&gt;membelokkan, mengubah, menghambat, dan/atau mencatat transmisi Informasi Elektronik dan/atau&lt;br /&gt;Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik, baik menggunakan jaringan kabel komunikasi maupun&lt;br /&gt;jaringan nirkabel, seperti pancaran elektromagnetis atau radio frekuensi.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "kegiatan penelitian" adalah penelitian yang dilaksanakan oleh lembaga&lt;br /&gt;penelitian yang memiliki izin.&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "lembaga yang dibentuk oleh masyarakat" merupakan lembaga yang bergerak di&lt;br /&gt;bidang teknologi informasi dan transaksi elektronik.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "ahli" adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang Teknologi&lt;br /&gt;Informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun praktis mengenai&lt;br /&gt;pengetahuannya tersebut.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (8)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Ketentuan ini dimaksudkan untuk menghukum setiap perbuatan melawan hukum yang memenuhi unsur&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 sampai dengan Pasal 34 yang dilakukan oleh korporasi&lt;br /&gt;(corporate crime) dan/atau oleh pengurus dan/atau staf yang memiliki kapasitas untuk:&lt;br /&gt;a. mewakili korporasi;&lt;br /&gt;b. mengambil keputusan dalam korporasi;&lt;br /&gt;c. melakukan pengawasan dan pengendalian dalam korporasi;&lt;br /&gt;d. melakukan kegiatan demi keuntungan korporasi.&lt;br /&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 54&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN ... NOMOR ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari :http://dhemas.blogspot.com/2008/04/uu-ituu-iteundang-undang-it-undang.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-1639995523677607039?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/08/uu-ituu-iteundang-undang-it-undang.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-7601444905225263474</guid><pubDate>Sun, 09 Aug 2009 06:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.237+07:00</atom:updated><title>menerobos masuk ke komputer orang lain melalui DOS(Windows XP/2000)</title><description>Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai bagaimana cara seseorang yang ingin mencoba menerobos masuk ke komputer orang lain melalui DOS(Windows XP/2000).Hal yang pertama kita lakukan adalah kita harus tahu dulu alamat IP address/Host Name/Computer name target/korban;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut langkah-langkah nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melacak alamat IP suatu situs Untuk mengetahui alamat IP suatu situs, kita dapat melakukan PING terhadap situs tersebut. Caranya: Masuk ke command Prompt dan ketikan PING WWW.SITUS-YANG-DILACAK.COM lalu tekan enter. Maka akan muncul alamat Ip situs tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melacak Lokasi server (real address) suatu situs Kita dapat melacak lokasi server suatu situs hanya dengan mengetahui alamat situsnya saja. Coba anda buka http://www.domainwhitepages.com Tinggal masukkan IP address situs tadi atau masukkan alamat situsnya dan anda akan mendapatkan info lengkap tentang server dari situs tersebut diantaranya adalah lokasi negara dan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melacak IP address lawan chatting kita Saat kita menggunakan Yahoo messenger, sebenarnya kita bisa mengetahui alamat IP dari lawan chatting kita. Caranya: :: Kirimkan suatu file pada lawan chat kita. :: Lalu masuklah ke Command Prompt (MSDOS) dan ketikkan NETSTAT -N lalu tekan enter, maka alamat IP lawan chatting anda (yang telah anda kirimi file tadi) akan muncul beserta port yang digunakan untuk pengiriman file. :: Untuk mengetahui lokasi lawan chatting anda (real address) seperti ia berada di kampus atau di warnet mana, tinggal anda chek di www.domainwhitepages.com dengan mempergunakan alamat IP yang anda dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua nya selesai anda hanya tinggal menambahkan sedikit ramuan mujara/tools tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama anda harus tahu 2 program penting lalu downloadlah yaitu&lt;br /&gt;internet Maniac (Internet Maniac.exe) … Download Interenet&lt;br /&gt;Maniac&lt;br /&gt;http://sumitbirla.com/network-spy/maniac.zip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi untuk mengetahui ip addreas client melalui computer name /&lt;br /&gt;hostname&lt;br /&gt;KaHT (KaHt.exe) … Download program hacker&lt;br /&gt;KaHT&lt;br /&gt;http://www.geocities.com/yk_family_code/kaht.zip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi sebagai program untuk menerobos ke computer server atau client&lt;br /&gt;Ingat hanya dengan 2 program diatas maka anda bersiap-siaplah menguasai&lt;br /&gt;warnet / kampus / kantor dan sebagainya, lho bagaimana bisa ? hehe&lt;br /&gt;Pertama kali anda periksa dahulu jaringan anda dengan melihat para hostname&lt;br /&gt;dengan 2 cara.&lt;br /&gt;Ingat hanya dengan 2 program diatas maka anda bersiap-siaplah menguasai&lt;br /&gt;warnet / kampus / kantor dan sebagainya, lho bagaimana bisa ? hehe&lt;br /&gt;Setelah 2 program diatas di download maka ekstractlah dahulu program&lt;br /&gt;tersebut, entah pake WINZIP atau pake apa.&lt;br /&gt;Kalo udah di extract lalu pertama kali anda periksa dahulu jaringan anda&lt;br /&gt;dengan melihat para hostname dengan 2 cara.&lt;br /&gt;Untuk Windows XP&lt;br /&gt;Cara Pertama Masuk ke Start Lalu Search, lalu pilih computers or people lalu&lt;br /&gt;pilih A computer on the Network lalu langsung klik search maka akan segera&lt;br /&gt;muncul computer-komputer yang terkoneksi dalam jaringan.&lt;br /&gt;Untuk Windows 95/98/Me/2000 (kalau anda menemukan open port 135 di OS ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pertama Masuk ke Start Lalu Search Lalu For Files or Folders lalu pada&lt;br /&gt;menu Search for other item pilihlah computers, lalu akan muncul Search for&lt;br /&gt;computer, maka langsung klik Search Now maka nama-nama computer akan muncul&lt;br /&gt;(Alternatif cara yang cepat dapat mengklik My Network Place / Network&lt;br /&gt;Neighboure saja)&lt;br /&gt;Setelah loe dapetin sasaran computer yang mau di masukin / diremote maka&lt;br /&gt;loe langsung aja jalankan program Internet Maniac&lt;br /&gt;Masuklah ke Host Lookup lalu ketikkan nama computer / hostname lalu klik&lt;br /&gt;resolve, disini anda akan mendapat alamat ip computer tersebut. Dengan nomor&lt;br /&gt;ip ini maka anda sudah mengetahui sasaran computer yang akan di masuki.&lt;br /&gt;Setelah itu selesai maka kita tinggalkan program Internet Maniac, kita akan&lt;br /&gt;berlanjut dengan program KaHT, program ini akan didetect sebagai Trojan oleh&lt;br /&gt;antivirus, tapi abaikan saja, jangan di hapus / di karantina kalau&lt;br /&gt;terdetect, kalau perlu del aja antivirusnya, satu lagi, program KaHT bekerja&lt;br /&gt;dalam MS-DOS Mode jadi disini kemampuan anda menggunakan DOS sangat penting,&lt;br /&gt;tanpa kemampuan DOS maka anda tidak akan bisa banyak berbuat.&lt;br /&gt;Cara masuk DOS Mode&lt;br /&gt;Untuk Windows XP :&lt;br /&gt;Masuklah ke Start, All programs, Accessories lalu Command Prompt&lt;br /&gt;Untuk Windows 95/98/Me/NT/2000&lt;br /&gt;Masuklah ke Start, Programs, Accessories lalu MS-DOS Prompt&lt;br /&gt;Setelah berhasil masuk DOS maka masuklah di directory program KaHT, masa seh&lt;br /&gt;bisa lupa tadi program diextract dimana, hehe, (Misal tadi di extract di&lt;br /&gt;C:\KaH) maka ketikkan “CD\KaHT” dan seterusnya.&lt;br /&gt;Jika sudah, ini saatnya?&lt;br /&gt;Ketikkan “KaHT sebelum_no_ip_komputer_sasaran no_ip_komputer_sasaran.&lt;br /&gt;kalau bingung bisa begini : “KaHT Ip1 ip2″&lt;br /&gt;ip1 : ip awal yang discan&lt;br /&gt;ip2 : ip terahkir yang discan Misalnya tadi ip-nya 192.168.0.1 setelah di detect pakek Internet Maniac&lt;br /&gt;tadi itu lho.&lt;br /&gt;Maka ketikkan saja “KaHT 192.168.0.0 192.168.0.1″ lalu enter aja&lt;br /&gt;Nah disini nanti program akan bekerja otomatis.&lt;br /&gt;Setelah selesai menscan jika nanti port 135 ternyata dalam keadaan open maka&lt;br /&gt;anda akan otomatis di computer tujuan / sasaran, untuk lebih persisnya anda&lt;br /&gt;akan berada di “c:\windows\system” milik komputer tujuan / sasaran setelah&lt;br /&gt;pen-scan-an selesai.&lt;br /&gt;Anda bisa bebas di computer sasaran, mau edit atau di delete pun bisa, hehe&lt;br /&gt;Nah kalo udah begini kita bisa berkreasi :&lt;br /&gt;Pingin biaya warnet kita lebih murah ? gampang masuk aja di billing server,&lt;br /&gt;ketik Time, ganti aja waktunya, tapi jangan banyak-banyak apalagi minus&lt;br /&gt;nanti ketahuan ama operator warnetnya, hehe.&lt;br /&gt;Memata-matai anak yang sedang chatting pakek MiRC di satu warnet / kampus /&lt;br /&gt;kantor / lainnya, cari program MiRC yang digunakan dalam computer tersebut,&lt;br /&gt;biasanya seh di C:\Program Files\MiRC, buka file MiRC.INI, lalu Log IRC di&lt;br /&gt;On kan saja dan kalo mau lihat isi chattingan teman kita itu cukup lewat&lt;br /&gt;“/logs” maksudnya kalau tadi di C:\program Files\MiRC program MiRCnya maka&lt;br /&gt;cukup masuk aja di C:\Program Files\MiRC\Logs nanti disitu ada file-file log&lt;br /&gt;hasil chattingan dia walaupun dia sedang online tetep aja terekam, hehe,&lt;br /&gt;kalo mau mastiin dia makek nick apa, gampang banget bisa jalanin aja MiRCnya&lt;br /&gt;atau periksa di MiRC.INI, gampangkan.&lt;br /&gt;Apalagi nih, Bikin computer itu rusak, lebih baik jangan, tapi sebenere bisa&lt;br /&gt;lho, delete aja file-file systemnya, hehe.&lt;br /&gt;Diatas cuman kreasi dikit aja, loe bisa aja memanfaatkannya jauh lebih&lt;br /&gt;bermanfaat dari pada diatas&lt;br /&gt;Tujuan dari tutorial ini untuk anda yang sering menggunakan komputer dengan&lt;br /&gt;Windows 2000 dan XP dijaringan agar lebih waspada terhadap berbagai tindakan&lt;br /&gt;usil dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab..&lt;br /&gt;5.Membuat akses administrator Windows untuk kita lewat komputer lain&lt;br /&gt;Kita ingin membuat administrator Windows XP/2000 di komputer lain melalui&lt;br /&gt;LAN ? sangat mudah, caranya masuklah ke komputer tujuan dengan program kaht&lt;br /&gt;yang sudah diajarkan diatas, lalu kita akan mencoba beberapa trik.&lt;br /&gt;Melihat akses guest dan administrator di Windows&lt;br /&gt;Ketik : net user&lt;br /&gt;Melihat aktif tidaknya guest di Windows&lt;br /&gt;Ketik : net user guest&lt;br /&gt;Membuat akses guest menjadi Administrator dengan perintah :&lt;br /&gt;Ketik : net localgroup Administrators Guest /add&lt;br /&gt;Membuat akses adminstrator sendiri :&lt;br /&gt;1. Ketik : net user &lt;nama user&gt; &lt;password&gt; /add&lt;br /&gt;2. Ketik : net localgroup Administrators &lt;nama user&gt; /add&lt;br /&gt;Menghapus akses administrator&lt;br /&gt;Ketik : net localgroup Users &lt;nama user&gt; /delete&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;*Segala kesalahan error / kerusakan pada komputer dan semacamnya adalah&lt;br /&gt;tanggung jawab anda !&lt;br /&gt;*Semua yang anda pelajari dan anda lakukan adalah sepenuhnya tanggung jawab&lt;br /&gt;anda tanpa kecuali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel diperoleh dari kumpulan facbook Comunity hacker&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-7601444905225263474?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/08/menerobos-masuk-ke-komputer-orang-lain.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-7485582857825794103</guid><pubDate>Mon, 03 Aug 2009 06:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.252+07:00</atom:updated><title>“Cara Mengatur Remote Dekstop dalam Windows Xp”</title><description>Microsoft menanamkan fitur Remote Desktop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada jajaran produk Windows XP Profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur ini cukup membantu. Bayangkan jika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang sales yang hendak bepergian dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangka waktu lama dan ingin mengakses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desktop kantor untuk memasukkan sebuah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;order pesanan misalnya. Dengan fitur ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sang sales cukup melakukan koneksi dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jarah jauh, maka seolah-olah dia sudah berada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di lingkungan desktop kantor. Fitur remote&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desktop selalu melibatkan lebih dari satu buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;node atau komputer, dimana node yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama bertindak sebagai host sedangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;node yang lainnya bertindak sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;guest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai dengan melakukan konfigurasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di node yang bertindak sebagai host.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Klik menu start, klik kanan mouse&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada shortcut My Computer, klik Properties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-01.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Klik tab Remote, aktifkan opsi Remote&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assistance invitations to be sent from&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this computer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-02.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aktifkan juga opsi Allow users to connect&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;remotely to this computer, klik Ok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-02-1.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selanjutnya, klik tombol menu start,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Control Panel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-03.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saat jendela Control Panel terbuka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik Security Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lanjutkan dengan meng-klik Windows Firewall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-05.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pilih tab Exceptions dan pastikan opsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remote Desktop dalam keadaan aktif, klik Ok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-06.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Selanjutnya, kita akan menginstall Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Information System (IIS), dari tombol menu start,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik Control Panel, pilih opsi Add or Remove&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Programs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-07.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Klik icon Add/Remove Windows Components&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang terletak di bagian kiri jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-08.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Saat jendela Windows Components Wizard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbuka, aktifkan opsi Internet Information&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Service (IIS), klik tombol Details.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-09.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Arahkan kursor ke World Wide Web Server&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aktifkan opsi ini. Lanjutkan dengan meng-klik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tombol Details.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-10.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Aktifkan opsi Remote Desktop Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Connection, klik tombol Ok, klik Ok kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-11.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Lanjutkan dengan menekan button Next.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windows akan menginstall dan mengkonfigurasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesuai dengan pilihan kita. Masukkan CD Windows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XP Installer jika diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-12.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Setelah proses instalasi dan konfigurasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berakhir, klik tombol Finish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-13.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Sekarang kita cek apakah IIS telah berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik menu start, Control Panel, klik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Performance and Maintenance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-14.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Klik Administrative Tools, klik Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Information Services.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-15.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-16.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Saat jendela Internet Information Service&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbuka, klik ganda pada icon komputer di panel kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Klik ganda Web Sites, klik kanan Default&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Site, klik Start.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-17.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah mengkonfigurasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada komputer yang bertindak sebagai guest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari menu start, klik All Programs, Accessories,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Communications, Remote Desktop Connection.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-18.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masukkan alamat IP atau nama komputer yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertindak sebagai host, klik Connect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-19.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika sukses, kita akan diminta untuk memasukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;user name dan password. Setelah user name&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan password dimasukkan klik tombol Ok atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tekan Enter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-20.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sekarang kita telah memasuki lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desktop di komputer host. Kita dapat bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;layaknya dalam lingkungan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk menghentikan koneksi, klik tombol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;start, klik tombol Disconnect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-21.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Klik Disconnect saat diminta konfirmasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-22.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika komputer guest anda memakai Windows&lt;br /&gt;dengan versi sebelum XP semisal Windows 98&lt;br /&gt;atau Windows 2000, kita dapat memanfaatkan&lt;br /&gt;web browser untuk melakukan koneksi jarak&lt;br /&gt;jauh dengan mengikuti langkah-langkah berikut:&lt;br /&gt;1. Buka browser Internet Explorer. Sampai&lt;br /&gt;dengan artikel ini ditulis, remote Desktop tidak&lt;br /&gt;kompatibel dengan browser lain seperti FireFox&lt;br /&gt;ataupun Opera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketik url&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://nama_komputer_host/tsweb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tekan Enter. Nama_komputer_host dapat diganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan IP address dari komputer host.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-23.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bila system meminta konfirmasi untuk Instalasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ActiveX di komputer anda, pilih Install untuk di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lingkungan XP atau tekan tombol Yes untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengguna Windows 98 atau Windows 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-24.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Masukkan nama komputer host dan user name,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik Connect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan-remote-desktop-23-1.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika koneksi sukses, maka kita segera dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bekerja secara remote via browser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk koneksi jarak jauh via internet, sangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disarankan untuk menggunakan VPN sehingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keamanan lalu lintas data lebih terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diperoleh dari:http://pocing2918.wordpress.com/mengatur-remote-dekstop-dalam-windows-xp/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-7485582857825794103?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/08/cara-mengatur-remote-dekstop-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-6943989940539374738</guid><pubDate>Fri, 31 Jul 2009 03:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.272+07:00</atom:updated><title>Domain Gratis | CO.NR</title><description>Teman-teman saya mau informasikan bahwa ada penyedia domain gratis yang lumayan bagus&lt;br /&gt;Domain tersebut berasal dari norwegia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CO.NR menyediakan domain gratis seperti www.terserah-kamu.co.nr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.freedomain.co.nr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya mereka adalah subdomain dari .co.nr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CO.NR tidak menyediakan ccTLD registry untuk penamaan domain .NR&lt;br /&gt;tapi hanya sebuah website yang menyediakan subdomain gratis, yang terlihat seperti Domain berbayar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CO.NR juga menyertakan URL Redirection gratis dan URL Cloacking&lt;br /&gt;Tidak ada penyediaan support DNS Gratis untuk CO.NR domain dan CO.NR tidak merencanakan untuk menyediakan gratis domain dengan DNS support dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hanya sebuah servis forwarding subdomain gratis saja&lt;br /&gt;Untuk daftar http://www.freedomain.co.nr/signup_basic.php&lt;br /&gt;Masukkan domain pilihanmu dan ... &gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya teruskan sendiri&lt;br /&gt;Sekian semoga membantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya freedomain.co.nr ini cocok digabung dengan hosting gratis ripway.com&lt;br /&gt;Terimakasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diperoleh dari:http://www.ilmuwebsite.com/detil_domain_registration/1/Domain_Gratis_|_CO.NR/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-6943989940539374738?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/domain-gratis-conr.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-2710266722136886721</guid><pubDate>Fri, 31 Jul 2009 03:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.285+07:00</atom:updated><title>MASUK FACEBOOK WASPADALAH?? ? VIRUS PALING JAHAT DARI YANG PERNAH ADA</title><description>Sebuah virus baru sudah ditemukan, dan digolongkan&lt;br /&gt;oleh Microsoft sebagai yang paling merusak! Virus itu baru ditemukan pada hari&lt;br /&gt;Minggu siang yang lalu oleh McAfee, dan belum ditemukan vaksin untuk&lt;br /&gt;mengalahkannya.&lt;br /&gt;Virus ini merusak Zero dari Sektor hard disc, yang menyimpan&lt;br /&gt;fungsi informasi-informasi terpenting. Virus ini berjalan sebagai berikut : ·&lt;br /&gt;secara otomatis virus ini akan terkirim ke semua nama dalam daftar alamat anda&lt;br /&gt;dengan judul "Sebuah Kartu Untuk Anda" ( Une Carte Pour Vous , atau A Card For&lt;br /&gt;You ) begitu kartu virtual itu terbuka, virus itu akan membekukan komputer&lt;br /&gt;sehingga penggunanya harus memulainya kembali; kalau anda menekan CTRL+ALT+DEL&lt;br /&gt;atau perintah untuk restart, virus itu akan merusak Zero dari Sektor Boot hard&lt;br /&gt;disk, sehingga hard disk akan rusak secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut CNN, virus&lt;br /&gt;itu dalam beberapa jam sudah menimbulkan kepanikan di New York . Peringatan ini&lt;br /&gt;telah diterima oleh pegawai Microsoft sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membuka e-mail&lt;br /&gt;dengan judul "Sebuah kartu virtual untuk Anda" ( Une Carte Virtuelle Pour Vous&lt;br /&gt;atau A Virtual Card For You ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWAS!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terima kontak pti_bout_de_ chou@hotmail. com. Ini virus&lt;br /&gt;yang akan memformat komputer anda. Kirimkan pesan ini ke semua orang yang ada di&lt;br /&gt;dalam daftar alamat anda. Kalau anda tidak melakukannya dan salah seorang teman&lt;br /&gt;anda memasukkannya dalam daftar alamatnya, komputer anda juga akan&lt;br /&gt;terkena!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;info dperoleh dari:kupulan facbook kerabat kota pekalongan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-2710266722136886721?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/masuk-facebook-waspadalah-virus-paling.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-2583331645539129468</guid><pubDate>Fri, 31 Jul 2009 03:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.302+07:00</atom:updated><title>Transfer D3 TKJ ke S1 SI atau TI 29 Juli 2009</title><description>Diberitahukan kepada Mahasiswa D3 Teknisi Jardiknas (TKJ) Kabupaten Batang, Kota dan Kab. Pekalongan di Provider STMIK Widya Pratama Pekalongan, bahwa anda diberikan kesempatan untuk melanjutkan (transfer) ke S1 dengan syarat setelah lulus konversi yudisium pada program D3 TKJ. Adapun rincian biaya meliputi :&lt;br /&gt;Biaya Pendaftaran : 125.000,-&lt;br /&gt;Biaya UKG : 750.000,-&lt;br /&gt;Biaya SKS : 58 SKS x Rp. 60.000 = 3.480.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibebaskan dari :&lt;br /&gt;1. Uang Gedung&lt;br /&gt;2. Biaya Konfersi Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi temen2 yang berminat segera saja mendaftar paling lambat terakhir adalah tanggal 21 Agustus 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi mahasiswa D3 TKJ yang ingin memperbaiki nilai D silakan dapat menempuh semester pendek, baik nilai D kurang dari 3 ataupun lebih. Syarat dan ketentuan nya adalah membayar biaya Semester Pendek Per SKS untuk Tahun 2006 adalah Rp. 45.000 x banyaknya SKS yang akan ditempuh. Untuk SP silakan mendaftar paling lambat hari sabtu, 1 Agustus 2009. Adapun SP adalah tatap muka 10 kali dan pertemuan terakhir ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang dapat diinformasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sourece : Pak Eddy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;info ini diperoleh dari:http://www.affandys.co.nr&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-2583331645539129468?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/transfer-d3-tkj-ke-s1-si-atau-ti-29.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-2463345674183823154</guid><pubDate>Thu, 30 Jul 2009 06:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.316+07:00</atom:updated><title>Tips dan Cara Mencegah, Memperbaiki dan Membuat Komputer PC / Laptop Aman Dari Virus, Hacker dan Spyware - Keamanan di Internet</title><description>Tahukah anda bahwa gangguan pada komputer tidak saja disebabkan oleh kerusakan atau kesalahan teknis pada piranti keras dan piranti lunak. Virus dan Spyware adalah gangguan pada komputer yang disebabkan oleh pihak eksternal dengan tujuan yang beragam seperti untuk mencuri data-data anda, merusak hardware anda, menghapus file, menghilangkan fungsi tertentu, mengambil alih kontrol pada komputer anda dan lain sebagainya. Yang pasti sangat langka atau mungkin tidak ada virus dan spyware yang membawa kuntungan pada komputer yang terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus dan spyware komputer bisa menyerang komputer anda baik yang sering online maupun yang tidak pernah online ke internet sekalipun. Komputer yang dihubungkan dengan disket atau usb flash disk pun bisa tertular dari software yang diinstall apabila tidak hati-hati. Jika telah terinfeksi suatu virus atau spyware yang hanya aktif bila komputer terhubung dengan internet, maka si virus atau spyware akan aktif ketika komputer sedang online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah berbagai tindak pencegahan dan perbaikan pada komputer yang terkena virus atau spyware baik yang ringan maupun yang tingkat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pencegahan Agar Komputer Terhindar Virus dan Spyware&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hati-hati pada Attachment Email Anda&lt;br /&gt;Jangan membuka file attachment pada email yang anda terima walaupun dari orang yang anda kenal jika attachment tersebut mengandung file program dengan extension atau akhiran .exe, .pif, .bat, dan lain sebagainya. Baca dengan teliti email yang dikirim, apakah gaya e-mail sama dengan yang biasa dikirim. Terkadang email yang anda terima berasal dari orang sunda, tapi menggunakan bahasa inggris, rusia, cina, dll pada emailnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pasang / Install Software Keamanan Yang Terbaru&lt;br /&gt;Pastikan komputer anda terinstall 3 jenis software keamanan utama dan terpasang dengan setting yang otomatis mengamankan komputer anda tanpa anda harus nyalakan terlebih dahulu. Mereka adalah anti virus untuk menangkal virus, anti spyware untuk menangkal spyware, dan firewall untuk menangkal serta memblokir serangan hacker serta koneksi dari luar. Untuk yang versi gratis dan bermutu bagus anda bisa menggunakan AVG antivirus untuk anti virus, Ad-Aware untuk antri spyware dan Zone Alarm untuk program firewall. Pastikan kesemuanya update / sudah terupdate dengan definition dan patch terbaru yang memperkecil peluang virus dan spyware varian baru melakukan infeksi pada komputer pc atau laptop anda. Jangan lupa pula untuk menjalankan scan pada komputer anda secara berkala untuk membunuh virus dan spyware yang baru menginfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan Gegabah Menginstall Software&lt;br /&gt;Hati-hati terhadap software yang anda isntall baik yang anda beli dari cd bajakan di toko-toko cd, dari download di internet, dari teman, dan lain sebagainya. Virus maupun spyware bisa saja bersembunyi pada program yang anda pasang tanpa anda sadari. Biasakanlah untuk membackup semua file penting anda secara berkala pada flash drive, cd atau dvd agar bila terjadi sesuatu hal yang fatal anda tidak akan kehilangan data anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Awasi User / Orang Lain Yang Memakai Komputer Anda&lt;br /&gt;Jika komputer anda dipakai oleh orang lain, pastikan dia tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan komputer anda. Anda dapat membuat account khusus untuk tamu / guest dengan batasan-batasan tertentu yang anda dapat seting sendiri. Seseorang yang mungkin tidak anda duga bisa saja menginstall program, mencolokkan usb atau memasukkan disket yang mengandung virus atau spyware. Bahkan bisa juga memasang dengan sengaja software mata-mata untuk merekam segala aktifitas anda dan password yang biasa anda gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Waspada Selalu&lt;br /&gt;Jika anda merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada komputer anda segera putuskan dan cabut sambungan ke koneksi internet ataupun jaringan network lan. Kemudian jalankan anti virus, anti spyware dan cek firewall apakah sudah berjalan dengan baik dan semestinya. Apabila anda mendapatkan pertanyaan untuk menginstall software dari situs yang tidak jelas tolaklah mentah-mentah. Ikuti perkembangan update patch atau tambalan lubang keamanan pada setiap software yang terpasang dan mendapatkan access internet pada program firewall anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perbaikan Komputer Yang Terinfeksi Virus dan Spyware&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Matikan Internet dan File Sharing Jaringan Network&lt;br /&gt;Jika komputer anda terhubung dengan jaringan lokal atau internet segera putuskan dan cabut bila perlu untuk memastikan 100% anda benar-benar tidak terkoneksi. Terkadang virus dan spyware memanipulasi komputer anda sehingga seolah-olah anda sudah tidak terhubung lagi dengan jaringan luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Update dan Scan&lt;br /&gt;Langkah pertama untuk perbaikan jika anda merasa ragu-ragu ataupun merasa yakin bahwa komputer anda terserang virs atau spyware adalah melakukan update. Update dapat dilakukan baik melalui download internet maupun secara offline jika anda memiliki filenya dari orang lain. Setelah terupdate dengan definition yang baru maka anda sebaiknya langsung melakukan scanning untuk segera menyingkirkan virus yang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aktif Pada Komunitas Mailing List / Forum Tentang Keamanan Komputer&lt;br /&gt;Semakin anda banyak bergabung dengan komunitas komputer, maka semakin banyak orang yang akan membantu anda jika anda sedang dalam masalah. Jangan takut dan ragu untuk menanyakan masalah yang anda hadapi biarpun masalah itu sepele. Gunakan nama samaran jika perlu. Di luar sana terdapat banyak orang yang mungkin pernah mengalami hal yang sama dengan anda. Di samping itu anda mungkin akan mendapatkan tips jalan pintas, solusi, saran, dan sebagainya dari komunitas tersebut. Biasanya virus dan spyware yang terbaru juga dibahas pada komunitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Format Harddisk Jika Tidak Ada Jalan Keluar&lt;br /&gt;Jika semua cara telah anda jalani dan tidak ada yang memberikan solusi yang memuaskan anda dapat mengambil jalan pintas terakhir, yaitu dengan memformat ulang hard disk anda. Pastikan data yang penting bagi anda sudah ada cadangannya pada medium lain yang tidak terinfeksi virus, spywre serta program jahat lainnya. Kemudian format hard drive anda dan install os dan prgram aplikasi yang biasa anda pakai. Setelah semua ok, maka copy kembali file-file penting anda pada komputer yang fresh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Belajar Dari Kesalahan&lt;br /&gt;Buka mata anda ketika menghadapi suatu persoalan dan pelajari dengan baik, karena tidak menutup kemungkinan bahwa persoalan yang sama akan timbul dengan kuantitas yang lebih besar. Belajar tidak hanya dari masalah anda sendiri tetapi juga masalah orang lain bahkan yang anda tidak kenal sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Semoga Artikel Ini Dapat Membantu Anda dan Semoga Berhasil -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari:&lt;br /&gt;http://organisasi.org/tips_dan_cara_mencegah_memperbaiki_dan_membuat_komputer_pc_laptop_aman_dari_virus_hacker_dan_spyware_keamanan_di_internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-2463345674183823154?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/tips-dan-cara-mencegah-memperbaiki-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-2991286355246913932</guid><pubDate>Wed, 29 Jul 2009 04:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-06T12:48:47.336+07:00</atom:updated><title>Membuat Efek salju Pada Blog</title><description>Pernahkah anda menjumpai halaman blog yang ada salju bertebaran?&lt;br /&gt;untuk anda yang suka otak-atik atau edit serta mempercantik halaman blog mungkin tips berikut ini patut anda coba untuk memperindah ataupun mempercantik halaman blog anda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Login ke blogger, kemudian masuk ke layout atau tata letak&lt;br /&gt;=&gt;klik add page element atau tambah elemen halaman&lt;br /&gt;=&gt;pilih HTML/javascript&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copy dan pastekan kode dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;.script type="text/javascript" src="http://achmad46.googlepages.com/snow.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script.&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simpan dan lihat hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hapus tanda titik pada sorc kode diatas terlebih dahulu!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari:&lt;br /&gt;http://blogachmad.blogspot.com/2008/06/membuat-efek-salju-di-blogspot.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-2991286355246913932?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/membuat-efek-salju-pada-blog.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-6443564299284116079</guid><pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.378+07:00</atom:updated><title>Mengenal Virus Komputer</title><description>PENGERTIAN VIRUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses). Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan “worm”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASAL MUASAL VIRUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1949, John von Neumann, menggungkapkan ” teori self altering automata ” yang merupakan hasil riset dari para ahli matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1960, Lab BELL (AT&amp;T), para ahli di lab BELL (AT&amp;T) mencoba-coba teori yang diungkapkan oleh John von Neumann, dengan membuat suatu jenis permainan/game. Mereka membuat program yang dapat memperbanyak dirinya dan dapat menghancurkan program buatan lawan. Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program lain, akan dianggap sebagai pemenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRITERIA VIRUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu program dapat disebut sebagai suatu virus apabila memenuhi minimal 5 kriteria berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kemampuan untuk mendapatkan informasi.&lt;br /&gt;2. Kemampuan untuk memeriksa suatu file.&lt;br /&gt;3. Kemampuan untuk menggandakan diri dan menularkan diri.&lt;br /&gt;4. Kemampuan melakukan manipulasi.&lt;br /&gt;5. Kemampuan untuk menyembunyikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan.Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk mendapatkan informasi Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory. Untuk apa? Agar dia dapat memperoleh daftar file yang bisa dia tulari. Misalnya, virus makro yang akan menginfeksi semua file data MS Word, akan mencari daftar file berekstensi *.doc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan memeriksa suatu program Suatu virus juga harus bisa memeriksa suatu file yang akan ditulari, misalnya dia bertugas menulari program berekstensi *.doc, maka dia harus memeriksa apakah file dokumen tersebut telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah, akan percuma menularinya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk menggandakan diri  Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari file lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya. Jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya penularan dengan cara menuliskan byte pengenal pada file tersebut, dan seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file sasaran. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/menggandakan dirinya adalah :File yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian diciptakan suatu file berisi program virus itu sendiri menggunakan nama file yang asli.Program virus yang sudah dieksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan mengadakan manipulasi, Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file. Isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang tidak berbahaya sampai yang melakukan perusakan. Rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi file atau pun mempopulerkan pembuatnya. Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System), sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi. Misal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Membuat gambar atau pesan pada monitor.&lt;br /&gt;* Mengganti/mengubah-ubah label dari tiap file, direktori, atau label dari drive di PC.&lt;br /&gt;* Memanipulasi file yang ditulari.&lt;br /&gt;* Merusak file.&lt;br /&gt;* Mengacaukan kerja printer, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Menyembunyikan diri, Kemampuan menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.Langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Program virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Program virus diletakkan pada Boot Record atau track pada disk yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak terlalu berubah ukurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus tidak mengubah keterangan/informasi waktu suatu file dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKLUS HIDUP VIRUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur ), Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal: tanggal yang ditentukan, kehadiran program lain/dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propagation phase ( Fase Penyebaran ), Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, RAM dsb). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “kloning” virus tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trigerring phase ( Fase Aktif ), Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant Phase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Execution phase ( Fase Eksekusi ), Pada fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS – JENIS VIRUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis virus yang sering berkeliaran di masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus Makro, Jenis virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar. Virus ini ditulis dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik. Sebagai contoh jika pada komputer mac dijalankan aplikasi Word, maka virus makro yang dibuat dari bahasa makro Word dapat bekerja pada komputer bersistem operasi Mac ini.Contoh virus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Varian W97M, misal W97M.Panther. Panjang 1234 bytes, akan menginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * WM.Twno.A;TW. Panjang 41984 bytes, akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya berekstensi *.DOT dan *.DOC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus Boot Sector, Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar. Virus ini dalam menggandakan dirinya, akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan diload ke memori dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar (contoh : monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar ke seluruh drive yang ada dan yang terhubung ke komputer (contoh : floopy, drive lain selain drive c:).Contoh virus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Varian virus wyx ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy, Panjang :520 bytes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik: memory resident dan terenkripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Varian V-sign : Menginfeksi: Master Boot Record, Panjang 520 bytes. Karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Stoned.june 4th/ bloody, Menginfeksi : Master Boot Record dan floopy, Panjang 520 bytes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan pesan”Bloody!june setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stealth Virus, Virus ini akan menguasai tabel interrupt pada DOS yang sering kita kenal dengan “Interrupt interceptor”. Virus ini berkemampuan untuk mengendalikan instruksi-instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun ukurannya.Contoh virus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Yankee.XPEH.4928, Menginfeksi file *.COM dan *.EXE.Panjang 4298 bytes Karakteristik: menetap di memori, ukurantersembunyi, memiliki pemicu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * WXYC (yang termasuk kategori boot record pun karena masuk kategri stealth dimasukkan pula disini), Menginfeksi floopy an motherboot record, Panjang 520 bytes Karakteristik: menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Vmem(s) Menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM, Panjang fie 3275 bytes.Karakteristik: menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polymorphic Virus, Virus ini Dirancang buat mengecoh program antivirus, artinya virus ini selalu berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.Contoh virus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Necropolis A/B, Menginfeksi file *.EXE dan *.COM,Panjang file 1963 bytes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,terenkripsi dan dapat berubah ubah struktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Nightfall, Menginfeksi file *.EXE, Panjang file 4554 bytes&lt;br /&gt;Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi, memiliki pemicu, terenkripsi dan dapat berubah-ubah struktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus File/Program, Virus ini menginfeksi file-file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, baik itu file *.EXE, maupun *.COM biasanya juga hasil infeksi dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.Multi Partition Virus, Virus ini merupakan gabungan dari virus boot sector dan virus file. Artinya pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-file *.EXE atau *.COM dan juga menginfeksi boot sector.Virus layaknya virus biologi harus memiliki media untuk dapat menyebar, virus komputer dapat menyebar ke berbagai komputer/mesin lainnya juga melalui berbagai media, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Disket, media storage R/W.&lt;br /&gt;* Jaringan ( LAN, WAN,dsb).&lt;br /&gt;* WWW (internet).&lt;br /&gt;* Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan.&lt;br /&gt;* Attachment pada email, transfering file.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANGULANGANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-Langkah untuk Pencegahan Untuk pencegahan anda dapat melakukan beberapa langkah-langkah berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gunakan antivirus yang anda percayai dengan update terbaru. Tidak perduli apapun merknya asalkan selalu diupdate, dan auto-protect dinyalakan maka komputer anda terlindungi.&lt;br /&gt;* Selalu scanning semua media penyimpanan eksternal yang akan digunakan, mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika auto-protect antivirus anda bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan.&lt;br /&gt;* Jika anda terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan antivirus anda dengan Firewall, Anti-spamming dsb.&lt;br /&gt;* Selalu waspada terhadap fle-file yang mencurigakan, contoh : file dengan 2 buah exstension atau file executable yang terlihat mencurigakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk software freeware + shareware, ada baiknya anda mengambilnya dari situs resminya.Semampunya hindari membeli barang bajakan, gunakan software-software open source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-Langkah Apabila telah Terinfeksi Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah di disket, jaringan, email dsb. Jika anda terhubung ke jaringan maka ada baiknya anda mengisolasi komputer anda dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable sambungan internet dari control panel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc anda, dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb.&lt;br /&gt;* Scan dengan antivirus anda, jika anda terkena saat auto-protect berjalan berarti virus definition di dalam komputer anda tidak memiliki data virus ini, cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk kemudian anda install. Jika virus tersebut memblok usaha anda untuk mengupdate, maka upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus yang memiliki update terbaru.&lt;br /&gt;* Bersihkan virus tersebut. Setelah anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs-situs yang memberikan informasi perkembangan virus tersebut. Hal ini perlu dilakukan apabila antivirus dengan update terbaru anda tidak berhasil memusnahkannya.&lt;br /&gt;* Langkah terburuk. Jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat ulang komputer anda .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Artikel Populer IlmuKomputer.Com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari :&lt;br /&gt;http://mumtazanas.wordpress.com/2007/06/08/mengenal-virus-komputer/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-6443564299284116079?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/mengenal-virus-komputer.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-1386909778883094704</guid><pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.390+07:00</atom:updated><title>[Tips] Menambah Kapasitas RAM dengan Flashdisk</title><description>Komputer semakin hari semakin kepayahan performanya ? Tambah saja RAMnya. Namun bagi kebanyakan orang harga RAM yang masih mahal membuat orang malas dan enggan menambah kapasitas RAM. Namun hal ini dapat diatasi dengan sebuah benda kecil yang hampir semua orang sudah memilikinya. Flashdisk. Dapatkah Flashdisk dibuat menjadi RAM ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software Eboostr ini dapat mempercepat kinerja PC dengan bantuan Flashdisk. Cara kerjanya ruang kapasitas flashdisk dialokasikan untuk meningkatkan cache memori system sehingga kinerja PC jadi lebih cepat, semakin besar kapasitas flashdisk semakin bagus, mungkin ini bisa dijadikan alternatif untuk menambah memori karena harga flashdisk lebih murah dari RAM. Gunakan hingga empat perangkat flashdisk untuk mempercepat kinerja PC. Software ini dapat menambah kecepatan ke PC tanpa harus upgrade hardware.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eboostr merupakan pengembangan dari ReadyBoost dan SuperFetch yang ada di windows vista. Software ini dibuat untuk bisa meningkatkan kapasitas memory RAM pada windows XP. Software ini dilengkapi dengan fitur smart caching agar aplikasi dan file dapat bekerja lebih maksimal. Eboostr support dengan perangkat USB dan Non Removable Media Device seperti (CF, SD/SDHC, MMC, xD memory card yang lainnya) serta dapat menggunakan memory harddisk yang kosong untuk dialokasikan sebagai cache.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q-_G6NmAkpE/Sm7Sc1TevtI/AAAAAAAAAHg/vxRUK_-38VM/s1600-h/eboostr_350.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q-_G6NmAkpE/Sm7Sc1TevtI/AAAAAAAAAHg/vxRUK_-38VM/s320/eboostr_350.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363455599031795410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Perangkat USB hanya bisa berjalan cepat jika port USB pada komputer sudah versi 2.0, kalo belum speednya lambat dan kecepatan prosesnya juga berkurang. Untuk penambahan perangkat USB bisa ditambah hingga 4 perangkat yang bisa dipakai untuk ruang cache sekaligus. Ukuran cache pada setiap perangkat bisa mencapai maksimal 4 GB, kalo memakai NTFS ukurannya tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari:http://www.indonesiaindonesia.com/f/39124-tips-menambah-kapasitas-ram-flashdisk/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-1386909778883094704?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/tips-menambah-kapasitas-ram-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q-_G6NmAkpE/Sm7Sc1TevtI/AAAAAAAAAHg/vxRUK_-38VM/s72-c/eboostr_350.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-4551705971895085421</guid><pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.403+07:00</atom:updated><title>Menambah RAM komputer dengan flashdisk dan memory card</title><description>untuk meningkatkan performa komputer atau PC anda bisa di lakukan dengan memperbesar kapasitas kapasitas RAM komputer anda. Namun menambah RAM tidaklah murah alias mahal, 1 GB RAM harganya kurang lebih 250ribuan. jika anda menggunakan windows vista anda bisa menggunakan flashdisk atau memory card sebagai memori RAM tambahan pada PC anda dengan aplikasi vista yang bernama ReadyBoost. bagaimana dengan windows XP? windows XP juga bisa di gunakan untuk menambah kapasitas RAM anda tanpa menggunakan keping RAM melainkan menggunakan FD atau MC. hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan eBoostr untuk meningkatkan kapasitas RAM anda. eBoostr sendiri dapat bekerja pada 4 perangkat sekaligus dan up to 4GB perperangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana cara mengunakan eBoostr?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Install eBoostr seperti biasa, jalankan crack-annya lalu restart komputer anda&lt;br /&gt;   2. Setelah restart, eBoostr akan langsung diaktifkan. Pada jendela yg muncul pilih yes&lt;br /&gt;   3. Pilih perngkat yg akan dijadikan cache, dalam hal ini tentu saja flash disk atau MC anda (dalam keadaan terpasang pada komputer). Kemudian tentukan juga kapasitas cache yg diinginkan&lt;br /&gt;   4. Tunggu sebentar hingga muncul jendela “Do you want to build the cache file on the device now?” pilih yes, lalu tunggu sampai proses selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah itu anda dapat mengunakan flashdisk atau memory card sebagai RAM anda dengan cara mencolokkan flash disk ke komputer anda. nah bagaimana? anda ingin mencoba software eBoostr juga? silahkan download eBoostr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari : http://awangjivi.com/menambah-ram-komputer-dengan-flashdisk-dan-memory-card/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-4551705971895085421?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/menambah-ram-komputer-dengan-flashdisk.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-6421724769292377260</guid><pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.413+07:00</atom:updated><title>Mobile Web Server with Windows Server 2008</title><description>Sekitar 30 tahun yang lalu, perangkat komputer adalah sebuah barang yang sangat mewah. Hanya segelintir perusahaan besar, sektor pemerintahan, atau lembaga penelitian saja yang mampu memilikinya. Pada saat yang bersamaan, Bill Gates mengungkapkan sebuah mimpi yang cukup kontradiktif pada saat itu, yaitu sebuah mimpi mengenai: “satu perangkat komputer di setiap rumah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila berkaca pada perkembangan teknologi saat ini, ternyata mimpi tersebut telah bermetamorfosa menjadi sebuah fakta. Hampir setiap rumah, khususnya di kota besar, tak jarang telah dilengkapi dengan sebuah perangkat komputer dalam bentuk PC atau laptop. Perkembangan PC yang sangat pesat ini juga diikuti oleh perkembangan perangkat teknologi lain yang mengarah ke mobilitas seperti laptop dan telepon selular. Lalu bagaimana dengan perkembangan teknologi Server?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi Server memang tidak sepesat perkembangan perangkat komputer lain, mengingat market Server yang terbatas. Namun, perkembangan teknologi Server akan mulai semarak dengan hadirnya Windows Server 2008 di awal tahun. Bagi beberapa praktisi teknologi informasi, kehadiran teknologi baru ini akan memicu berbagai pembahasan mengenai fitur terbaru, teknologi terbaru, atau pembahasan tentang komparasi dengan teknologi-teknologi telah hadir terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pembahasan teknis tersebut mungkin tidak akan selalu menarik bagi setiap orang, mengingat perspektif server yang  tidak selalu sama bagi setiap orang. Setiap orang memilki pandangan yang berbeda, namun pandangan secara umum adalah sebuah teknologi tinggi yang digunakan terbatas di lingkungan perusahaan, organisasi, atau akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsionalitas dari server adalah sebagai web server yang memungkinkan server tersebut mengelola beberapa website dan melayani browser dari klien yang mengakses halaman yang terdapat dalam website tersebut. Sebuah web server mampu memberikan layanan halaman web, file, gambar, atau data kepada klien yang mengakses.Web server adalah fungsionalitas yang paling umum yang diimplementasikan dalam sebuah server. Sebuah web server dapat mengelola beberapa website dan setiap website dapat diakses oleh beberapa klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari sentralisasi informasi ini adalah kebutuhan akan sistem server yang dituntut untuk mampu melayani sebanyak apapun klien yang mengakses. Selain itu sentralisasi ini menjadikan internet yang tanpa batas, diisi oleh penyedia informasi yang sifatnya masih terbatas. Padahal internet adalah media tanpa batas yang seharusnya juga harus dimiliki oleh semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membuat internet menjadi milik semua orang? Bila web yang diletakkan di indosat. hanya dimiliki oleh segelintir orang maka jawabannya adalah bagaimana bila setiap orang memilki sebuah web server dalam genggaman, sehingga setiap pengguna perangkat genggam memiliki website masing-masing dan memiliki hak administratif terhadap website yang dikelolanya. Jika Bill Gates 30 tahun lalu berangan-angan mengenai hadirnya sebuah perangkat komputer dalam setiap rumah.  Mungkinkah angan-angan mengenai hadirnya sebuah server dalam genggaman dapat terwujud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya Windows Server 2008 yang dilengkapi dengan Web Server Internet Information Services Seven (IIS7) adalah sebuah fenomena tersendiri. IIS7 bersifat moduler, yang artinya dapat di dikonfigurasi sesuai dengan keperluan. Sehingga secara teori, adaptasi teknologi Web Server untuk perangkat genggam bukan merupakan sesuatu yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat genggam terbaru yang saat ini beredar, rata-rata sudah dilengkapi dengan prosesor yang cukup memadai, memory yang besar, dan kapasitas penyimpanan data yang lebih dari cukup untuk menjadikan perangkat genggam tersebut menjadi sebuah Web Server. Dukungan teknologi IPv6 juga membuat konsep teknologi ini dapat terwujud. IPv6 mampu untuk memberikan satu juta alamat Internet Protocol (IP) yang berbeda hanya untuk satu meter persegi luas permukaan di bumi. Dengan demikian setiap objek elektronik yang ada di Bumi ini dapat memilki satu alamat IP. Setiap perangkat genggam yang menjadi Web Server dapat memiliki satu alamat IP publik sendiri. Bila konsep ini terwujud, maka dibutuhkan dukungan dari operator sebagai penyedia jasa komunikasi untuk melakukan modifikasi terhadap firewall, karena biasanya operator melindungi jaringan di dalam terhadap akses dari luar dengan menggunakan firewall. Hal ini dapat dilakukan dengan memasang Terminal Services Gateway untuk menjaga akses informasi masuk dan keluar. Terminal Services Remote Application pun dapat diandalkan untuk meminimalisasi deployment aplikasi di perangkat genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan pengembangan aplikasi diatas perangkat genggam pun saat ini bukan merupakan momok yang menakutkan lagi, karena dengan hadirnya beberapa platform pendukung untuk pengembangan aplikasi perangkat genggam seperti  .NET Framework 3.5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika konsep teknologi ini mampu terwujud menjadi layanan massal, maka teknologi ini akan merubah peta dunia maya secara signifikan dan merubah internet akan menjadi arena permainan yang sangat berbeda drastis. Setiap orang memiliki hak yang sama, baik untuk mengakses, maupun diakses. Web tidak hanya menjadi monopoli perusahaan atau organisasi saja, namun setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menjalankan website yang dapat diakses secara global. Jika setiap telepon genggam yang dibuat dilengkapi dengan sebuah web server, tentu hal ini akan meningkatkan kecepatan lahirnya website baru. Koneksi web dapat terdistribusi secara jauh lebih luas lagi karena sentralisasi informasi sudah tidak terjadi lagi. Setiap penghuni bumi dapat langsung berhubungan dengan yang lain dengan koneksi peer to peer yang tentunya akan mendistribusikan bandwidth secara lebih merata. Hal ini akan berdampak tidak hanya bagaimana sebuah telepon genggam menjadi sebuah Web Server genggam, namun juga bagaimana teknologi Server mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artikel ini diperoleh dari :http://wss-id.org/blogs/narenda/archive/2008/04/21/visual-studio-team-system-untuk-software-development-lifecycle.aspx&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-6421724769292377260?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/mobile-web-server-with-windows-server.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-3910958067428953789</guid><pubDate>Tue, 28 Jul 2009 09:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.425+07:00</atom:updated><title>Hak atas Kekayaan Intelektual Perangkat Lunak</title><description>Konsep HaKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Hak atas Kekayaan Intelektual'' (HaKI) merupakan terjemahan atas istilah ''Intellectual Property Right'' (IPR). Istilah tersebut terdiri dari tiga kata kunci yaitu: ''Hak'', ''Kekayaan'' dan ''Intelektual''. Kekayaan merupakan abstraksi yang dapat: dimiliki, dialihkan, dibeli, maupun dijual. Sedangkan ''Kekayaan Intelektual''merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan seterusnya. Terakhir, ''Hak atas Kekayaan Intelektual'' (HaKI) merupakan hakhak (wewenang/kekuasaan) untuk berbuat sesuatu atas Kekayaan Intelektual tersebut, yang diatur oleh normanorma atau hukumhukum yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneka Ragam HaKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Hak Cipta (Copyright) berdasarkan pasal 1 ayat 1 UndangUndang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta: ''Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yangberlaku.''&lt;br /&gt;   2. Paten (Patent) berdasarkan Pasal 1 ayat 1 UndangUndang Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten: ''Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.'' Berbeda dengan hak cipta yang melindungi sebuah karya, paten melindungi sebuah ide, bukan ekspresi dari ide tersebut. Pada hak cipta, seseorang lain berhak membuat karya lain yang fungsinya sama asalkan tidak dibuat berdasarkan karya orang lain yang memiliki hak cipta. Sedangkan pada paten, seseorang tidak berhak untuk membuat sebuah karya yang cara bekerjanya sama dengan sebuah ide yang dipatenkan.&lt;br /&gt;   3. Merk Dagang (Trademark) berdasarkan pasal 1 ayat 1 UndangUndang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek: “Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, hurufhuruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.'' Contoh: Kacang Atom cap “Ayam Jantan”.&lt;br /&gt;   4. Rahasia Dagang (Trade Secret) menurut pasal 1 ayat 1 UndangUndang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang: ''Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis.'' Contoh: rahasia dari formula Parfum.&lt;br /&gt;   5. Service Mark adalah kata, prase, logo, simbol, warna, suara, bau yang digunakan oleh sebuah bisnis untuk mengindentifikasi sebuah layanan dan membedakannya dari kompetitornya. Pada prakteknya perlindungan hukum untuk merek dagang sedang service mark untuk identitasnya. Contoh:“Pegadaian: menyelesaikan masalah tanpa masalah”.&lt;br /&gt;   6. Desain Industri berdasarkan pasal 1 ayat 1 UndangUndang Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri: ''Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.''&lt;br /&gt;   7. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu berdasarkan pasal 1 UndangUndang Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu; (ayat 1): ''Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurangkurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.''; (ayat 2): ''Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurangkurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu.''&lt;br /&gt;   8. Indikasi Geografis berdasarkan pasal 56 ayat 1 UndangUndang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek: ''Indikasigeografis dilindungi sebagai suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HaKI Perangkat Lunak&lt;br /&gt;Di Indonesia, HaKI Perangkat Lunak termasuk ke dalam kategori Hak Cipta (Copyright). Beberapa negara, mengizinkan pematenan perangkat lunak. Pada industri perangkat lunak, sangat umum perusahaan besar memiliki portfolio paten yang berjumlah ratusan, bahkan ribuan. Sebagian besar perusahaanperusahaan&lt;br /&gt;ini memiliki perjanjian crosslicensing, artinya ''Saya izinkan anda menggunakan paten saya asalkan saya boleh menggunakan paten anda''. Akibatnya hukum paten pada industri perangkat lunak sangat merugikan perusahaan-perusahaan kecil yang cenderung tidak memiliki paten. Tetapi ada juga perusahaan kecil yang&lt;br /&gt;menyalahgunakan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak tidak setuju terhadap paten perangkat lunak karena sangat merugikan&lt;br /&gt;industri perangkat lunak. Sebuah paten berlaku di sebuah negara. Jika sebuah perusahaan ingin patennya berlaku di negara lain, maka perusahaan tersebut harus mendaftarkan patennya di negara lain tersebut. Tidak seperti hak cipta, paten harus didaftarkan terlebih dahulu sebelum berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Lunak Berpemilik&lt;br /&gt;Perangkat lunak berpemilik ialah perangkat lunak yang tidak bebas atau pun semibebas. Seseorang dapat dilarang, atau harus meminta izin, atau akan dikenakan pembatasan lainnya sehingga menyulitkan jika menggunakan, mengedarkan, atau memodifikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Lunak Komersial&lt;br /&gt;Perangkat lunak komersial adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh kalangan bisnis untuk memperoleh keuntungan dari penggunaannya. ``Komersial'' dan ``kepemilikan'' adalah dua hal yang berbeda! Kebanyakan perangkat lunak komersial adalah berpemilik, tapi ada perangkat lunak bebas komersial, dan ada&lt;br /&gt;perangkat lunak tidak bebas dan tidak komersial. Harap sebarkan ke khalayak, perangkat lunak bebas komersial merupakan sesuatu yang mungkin. Sebaiknya, anda jangan mengatakan ``komersial'' ketika maksud anda ialah ``berpemilik''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Lunak SemiBebas&lt;br /&gt;Perangkat lunak semibebas adalah perangkat lunak yang tidak bebas, tapi mengizinkan setiap orang untuk menggunakan, menyalin, mendistribusikan, dan memodifikasinya (termasuk distribusi dari versi yang telah dimodifikasi) untuk tujuan tertentu (Umpama nirlaba). PGP adalah salah satu contoh dari program semibebas.&lt;br /&gt;Perangkat lunak semibebas jauh lebih baik dari perangkat lunak berpemilik, namun masih ada masalah, dan seseorang tidak dapat menggunakannya pada sistem operasi yang bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public Domain&lt;br /&gt;Perangkat lunak public domain ialah perangkat lunak yang tanpa hak cipta. Ini merupakan kasus khusus dari perangkat lunak bebas noncopyleft, yang berarti bahwa beberapa salinan atau versi yang telah dimodifikasi bisa jadi tidak bebas sama sekali. Terkadang ada yang menggunakan istilah ``public domain '' secara&lt;br /&gt;bebas yang berarti ``cumacuma'' atau ``tersedia gratis". Namun ``public domain'' merupakan istilah hukum yang artinya ``tidak memiliki hak cipta''. Untuk jelasnya, kami menganjurkan untuk menggunakan istilah ``public domain'' dalam arti tersebut, serta menggunakan istilah lain untuk mengartikan pengertian yang lain. Sebuah karya adalah public domain jika pemilik hak ciptanya menghendaki demikian. Selain itu, hak cipta memiliki waktu kadaluwarsa. Sebagai contoh, lagulagu klasik sebagian besar adalah public domain karena sudah melewati jangka waktu kadaluwarsa hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freeware&lt;br /&gt;Istilah ``freeware '' tidak terdefinisi dengan jelas, tapi biasanya digunakan untuk paketpaket&lt;br /&gt;yang mengizinkan redistribusi tetapi bukan pemodifikasian (dan kode programnya tidak tersedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shareware&lt;br /&gt;Shareware ialah perangkat lunak yang mengizinkan orangorang untuk meredistribusikan salinannya, tetapi mereka yang terus menggunakannya diminta untuk membayar biaya lisensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Lunak Bebas (Free Software)&lt;br /&gt;Perangkat lunak bebas ialah perangkat lunak yang mengizinkan siapa pun untuk menggunakan, menyalin, dan mendistribusikan, baik dimodifikasi atau pun tidak, secara gratis atau pun dengan biaya. Perlu ditekankan, bahwa kode sumber dari program harus tersedia. Jika tidak ada kode program, berarti bukan perangkat lunak. Perangkat Lunak Bebas mengacu pada kebebasan para penggunanya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Tepatnya, mengacu pada empat jenis kebebasan bagi para pengguna perangkat lunak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kebebasan 0: Kebebasan untuk menjalankan programnya untuk tujuan apa saja.&lt;br /&gt;    * Kebebasan 1: Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda. Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat.&lt;br /&gt;    * Kebebasan 2: Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan perangkat lunak tersebut sehingga dapat membantu sesama anda.&lt;br /&gt;    * Kebebasan 3: Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapatmenyebarkannya ke khalayak umum sehingga semua menikmati keuntungannya. Akses pada kode programmerupakan suatu prasyarat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu program merupakan perangkat lunak bebas, jika setiap pengguna memiliki semua dari kebebasan tersebut. Dengan demikian, anda seharusnya bebas untuk menyebarluaskan salinan program itu, dengan atau tanpa modifikasi (perubahan), secara gratis atau pun dengan memungut biaya penyebarluasan, kepada siapa pun dimana pun. Kebebasan untuk melakukan semua hal di atas berarti anda tidak harus meminta atau pun membayar untuk izin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat lunak bebas bukan berarti ``tidak komersial''. Program bebas harus boleh digunakan untuk keperluan komersial. Pengembangan perangkat lunak bebas secara komersial pun tidak merupakan hal yang aneh; dan produknya ialah perangkat lunak bebas yang komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copylefted/NonCopylefted&lt;br /&gt;Perangkat lunak copylefted merupakan perangkat lunak bebas yang ketentuanpendistribusinya tidak memperbolehkan untuk menambah batasanbatasan tambahan – jika mendistribusikan atau memodifikasi perangkat lunak tersebut. Artinya, setiap salinan dari perangkat lunak, walaupun telah dimodifikasi, haruslah merupakan perangkat lunak bebas. Perangkat lunak bebas noncopyleft dibuat oleh pembuatnya yang mengizinkan seseorang untuk mendistribusikan dan memodifikasi, dan untuk menambahkan batasanbatasan tambahan dalamnya. Jika suatu program bebas tapi tidak copyleft, maka beberapa salinan atau versi yang dimodifikasi bisa jadi tidak bebas sama sekali. Perusahaan perangkat lunak dapat mengkompilasi programnya, dengan atau tanpa modifikasi, dan mendistribusikan file tereksekusi sebagai produk perangkat lunak yang berpemilik. Sistem X Window menggambarkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Lunak Kode Terbuka (Open Source Software)&lt;br /&gt;Konsep open source pada intinya adalah membuka kode sumber (source code) dari sebuah perangkat lunak. Sistem pengembanganya tidak dikoordinasi oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber yang tersebar dan tersedia bebas. OSS tidak harus gratis: dapat saja membuat perangkat lunak dibuka kodesumbernya, mempatenkan algoritmanya, medaftarkan hak cipta, dan tetap menjual perangkat lunak tersebut. Definisi open source yangasli seperti tertuang dalam OSD&lt;br /&gt;(Open Source Definition) yaitu:&lt;br /&gt;● Free Redistribution.&lt;br /&gt;● Source Code.&lt;br /&gt;● Derived Works.&lt;br /&gt;● Integrity of the Authors Source Code.&lt;br /&gt;● No Discrimination Against Persons or Groups.&lt;br /&gt;● No Discrimination Against Fields of Endeavor.&lt;br /&gt;● Open Source Software.&lt;br /&gt;● Distribution of License.&lt;br /&gt;● License Must Not Be Specific to a Product.&lt;br /&gt;● License Must Not Contaminate Other Software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan perangkat lunak bebas dan open source saat ini membagi pergerakannya dengan pandangan dan tujuan yang berbeda. Open source adalah pengembangan secara metodelogy, perangkat lunak tidak bebas adalah solusi suboptimal. Untuk pergerakan perangkat lunak bebas, perangkat lunak tidak bebas adalah masalah sosial dan perangkat lunak bebas adalah solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GNU General Public License (GNU/GPL)&lt;br /&gt;GNU/GPL merupakan sebuah kumpulan ketentuan pendistribusian tertentu untuk mengcopyleftkan&lt;br /&gt;sebuah program. Proyek GNU menggunakannya sebagai perjanjian distribusi untuk sebagian besar perangkat lunak GNU. Sebagai contoh adalah lisensi GPL yang umum digunakan pada perangkat lunak Open Source. GPL memberikan hak kepada orang lain untuk menggunakan sebuah ciptaan asalkan modifikasi atau produk derivasi dari ciptaan tersebut memiliki lisensi yang sama. Kebalikan dari hak cipta adalah public domain. Ciptaan dalam public domain dapat digunakan sekehendaknya oleh pihak lain .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komersialisasi Perangkat Lunak&lt;br /&gt;Bebas pada kata perangkat lunak bebas tepatnya adalah bahwa para pengguna bebas untuk menjalankan suatu program, mengubah suatu program, dan mendistribusi ulang suatu program dengan atau tanpa mengubahnya. Berhubung perangkat lunak bebas bukan perihal harga, harga yang murah tidak menjadikannya menjadi lebih bebas, atau mendekati bebas. Jadi jika anda mendistribusi ulang salinan dari perangkat lunak bebas, anda dapat saja menarik biaya dan mendapatkan uang. Mendistribusi ulang perangkat lunak bebas merupakan kegiatan yang baik dan sah; jika anda melakukannya, silakan juga menarik keuntungan. Beberapa bentuk model bisnis yang dapat dilakukan dengan Open Source:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Support/seller, pendapatan diperoleh dari penjualan media distribusi, branding, pelatihan, jasa konsultasi, pengembangan custom, dan dukungan setelah penjualan.&lt;br /&gt;    * Loss leader, suatu produk Open Source gratis digunakan untuk menggantikan perangkat lunak komersial.&lt;br /&gt;    * Widget Frosting, perusahaan pada dasarnya menjual perangkat keras yang menggunakan program Open Source untuk menjalankan perangkat keras seperti sebagai driver atau lainnya.&lt;br /&gt;    * Accecorizing, perusahaan mendistribusikan buku, perangkat keras, atau barang fisik lainnya yang berkaitan dengan produk Open Source, misal penerbitan buku O Reilly.&lt;br /&gt;    * Service Enabler, perangkat lunak Open Source dibuat dan didistribusikan untuk mendukung ke arah penjualan service lainnya yang menghasilkanuang.&lt;br /&gt;    * Brand Licensing, Suatu perusahaan mendapatkan penghasilan dengan penggunaan nama dagangnya.&lt;br /&gt;    * Sell it, Free it, suatu perusahaan memulai siklus produksinya sebagai suatu produk komersial dan lalu mengubahnya menjadi produk open Source.&lt;br /&gt;    * Software Franchising, ini merupakan model kombinasi antara brand licensing dan support/seller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari :http://tik12.wetpaint.com/page/Hak+atas+Kekayaan+Intelektual+Perangkat+Lunak&lt;br /&gt;Sumber :http://rms46.vlsm.org/2/137.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-3910958067428953789?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/hak-atas-kekayaan-intelektual-perangkat.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-6987742696837751648</guid><pubDate>Tue, 28 Jul 2009 09:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.440+07:00</atom:updated><title>Pencuri Hak Intelektual</title><description>Radhar Panca Dahana Sastrawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH pergolakan reformasi 1998, pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, terjadi peristiwa langka tapi luput dari perhatian publik. Mulanya adalah ide kunjungan informal Perdana Menteri Israel kala itu, Yitzhak Rabin ke Gus Dur sebagai rekan intelektualnya. Ide itu tentu saja mendapat tentangan keras banyak pihak dan akhirnya teraborsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan itu bukan hanya cerdik, bervisi, dan srategis, tapi juga sudah mengandaikan keikutsertaan negara Timur Tengah itu dalam kompetisi kekuatan dan kekuasaan masa depan yang berbasis data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban mutakhir memperlihatkan, adanya perseteruan hingga konflik fisik, persaingan usaha, dominasi satu negara pada negara lain, ditentukan oleh kemampuan satu negara mengakses dan mengoleksi data (lawan khususnya). Apa yang terjadi di Rusia, Eropa Timur, Irak, adalah bukti keampuhan data sebagai arsenal utama perang masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terbayanglah apa yang hendak didapat Israel melalui misi dagangnya ke Indonesia. Karena kesadaran tentang kekuatan data memang rendah, akhirnya kita dibenturkan pada realitas baru bahwa "siapa menguasai data, ia berkuasaâ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun mafhum (sebagaiman biasanya), kita tidak cukup berdaya, lalu menerima kenyataan kita (sebagaimana biasanya) sebagai korban, dengan apologi bahwa itulah nature perubahan adap manusia. Mengenaskan. Memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBENARNYA, peristiwa di atas hanya runtutan atau kelanjutan dari kebijakan Menteri Perindustrian Tungky Ariwibowo di masa pemerintahan Soeharto. dalam pertemuan tahunan WTO di Singapura, ia menyetujui gerakan yang diprakarsai Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Demi satu konsesi: AS dan Jepang berjanji tidak mengangkat keburukan perburuhan Indonesia, penahanan pemimpin serikat buruh, juga penganiayaan buruh pejuang di WTO. Kesepakatan itu berupa "pasar bebas" untuk produk informasi dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa. Mengapa? Karena hampir semua negara menolak kesepakatan yang hendak dijejalkan dalam keputusan WTO itu. Seluruh negara Eropa tak ada yang tanda tangan. Begitupun negara ASEAN. Bahkan Menteri Industri Malaysia sempat menyindir "keberanian" Indonesia masuk kerangka penuh jebakan itu. Asal tahu saja, selain Jepang dan Amerika sebagai penggagas, hanya empat negara lain yang setuju kala itu: Kanada, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan, yang satelit kepentingan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari kebijakan di atas sudah dapat kita lihat belakangan ini. Bukan hanya industri teknologi-informasi dalam negeri "perangkat lunak maupun kerasnya" yang tergilas habis korporasi global, namun juga peluang mengalirnya data-data vital dan rahasia negeri ini, baik data politik, militer, ekonomi-bisnis, maupun kultural. Dengan dikuasainya database negeri ini, soal penyubordinasian atau penaklukan tinggal masalah waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, terdapat satu keributan "kecil" yang juga kurang terperhatikan, apalagi membayangkan dampak besarnya ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, pengusaha warnet dan berbagai kantor besar di Indonesia resah karena ada rencana razia software oleh pihak kepolisian. Lebih dari 60 persen perangkat lunak di negeri ini memang ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di bisnis warnet, statistik itu mungkin hampir 100 persen. Jika razia benar-benar dilaksanakan, sebagian besar usaha kecil itu akan gulung tikar. Bayangkan jika untuk satu PC saja, pengusaha warnet harus membayar 350 dollar AS demi satu software yang legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hal lain yang terbayang adalah penghasilan yang dapat berangka triliunan rupiah bagi Microsoft, korporasi global yang ditengarai berandil besar dalam aksi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di pasar hak intelektual Indonesia kerap masuk daftar "maling" alias negeri pencuri hak intelektual. Cap legam seperti ini dianggap sebagai satu hal wajar karena kita (mau tak mau) menerima standar hukum dan moral dunia baru. Standar, yang oleh para elite pun disadari, melulu direkayasa melalui penetrasi paham-paham kapitalisme, liberalisme, dan globalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa yang terjadi begitu intensnya, hingga kita jadi begitu "mafhum" dan ikhlas menjadi korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOAL "maling" atau pencurian hak intelektual ini pernah memunculkan berbagai pembelaan, terutama mengenai karya-karya tertulis dan cetakan. Namun propaganda hebat yang disponsori korporasi global menggugurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyata sesungguhnya, kepentingan apa yang bersembunyi di balik propaganda anti pencurian hak-intelektual. Bukan hanya soal hak-hak para pekerja intelektual, tapi juga kepentingan bisnis triliunan dolar, pemberlakuan pasar bebas, hidup liberal beserta segala risikonya, dan pada akhirnya juga dominasi politik, ekonomi, militer, dan kultural oleh negara-negara produsen utama produk teknologi itu atas negara-negara konsumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu, negara-negara kapitalis kaya tersebut juga memiliki sejarah kolonialisme awal. Mereka, selama masa kolonial telah menjarah begitu luar biasa, bukan hanya sumber daya alam negara jajahannya, tapi juga produk budaya, yang tak lain adalah karya intelektual rakyat jajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum-museum besar, perpustakaan-perpustakaan, pusat studi atau Universitas di Eropa dan Amerika, menyimpan karya-karya intelektual dari Asia, Afrika, atau Amerika Latin, dari masa purba hingga modern. Bahkan Neopoleon Bonaparte mengabadikan penjarahan ini dalam satu diorama tentang proses pencurian dan pemindahan megalit dari Mesir ke Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megalit itu kini jadi landmark kota Paris. Maka kultur Eropa (dan barat pada umumnya) harus berterima kasih pada negara jajahannya karena mereka berkembang, bertambah kaya, antara lain dari penjarahan-penjarahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kemudian muncul Matisse, Picasso, Debussy, hingga Peter Gabriel atau arsitektur posmodernis yang karya-karya monumentalnya berkat profit penjarahan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kultur pop Amerika Serikat (AS) juga sebagai misal, sungguh-sungguh harus berterima kasih pada benua hitam Afrika atas kontribusinya membuat produk-produk budaya AS begitu hebat dan menghasilkan bisnis hiburan yang hanya bisa ditandingi bisnis senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesungguhnya soal maling-malingan, soal curi-curian, sudah menjadi tabiat umum dari warga bumi. Kita, juga negeri berkembang lainya, tak dapat berbuat banyak ketika kekayaan intelektual nenek moyang menjadi harta warisan di negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu, karya-karya intelektual yang dijarah itu benar-benar mengisap habis esensi atau substansi dari peradaban kita. Kita tinggal terima sisa, sehingga untuk mendapatkan substansi, mengetahui jati diri, kita pun harus bertanya pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, ketika kita hanya mengambil atau katakanlah mencuri software, yang sebenarnya cuma kulit dari karya intelektual bernama teknologi, kita sudah dikecam dan diancam habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kita lalu kembali mafhum, dan menerima diri kita sebagai korban. Korban yang ikhlas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas (27 Juni 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari :http://www.haki.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&amp;1119822792&amp;1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-6987742696837751648?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/pencuri-hak-intelektual.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-8307939752963893557</guid><pubDate>Mon, 27 Jul 2009 11:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.451+07:00</atom:updated><title>Membuat DNS Server Dengan Windows Server 2008 Core</title><description>Windows Server 2008 Core menyediakan beberapa server role yang bisa kita instal.  Server Role yang tersedia antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Active Directory Domain Services (AD DS)&lt;br /&gt;    * Active Directory Lightweight Directory Services (AD LDS)&lt;br /&gt;    * DHCP Server&lt;br /&gt;    * DNS Server&lt;br /&gt;    * File Services&lt;br /&gt;    * Print Services&lt;br /&gt;    * Streaming Media Services&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih detail mengenai server role yang terinstall atau belum terinstall, Anda bisa melihat dengan cara mengetik perintah dari console : Oclist &lt;enter&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini akan kita coba membuat DNS Server dengan menggunakan Windows Server 2008 Core.  Seperti kita ketahui, DNS atau Domain Name System adalah sebuah sistem dalam jaringan TCP/IP yang digunakan untuk penamaan komputer agar lebih user friendly.  Bayangkan jika Anda harus mengingat sederetan angka-angka IP.  Tentu sulit bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DNS ini disusun dalam bentuk domain hirarki sehingga menjadi lebih mudah dipahami dan terstruktur.  Jadi DNS akan memetakan komputer dan services network yang ada dalam suatu jaringan.  Dalam bahasa mudahnya, DNS akan berlaku sebagai kantor pos dan membuat kode pos agar surat yang dikirim ke orang lain dapat diterima dengan benar dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja DNS adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita akan melakukan koneksi dengan komputer lain, maka DNS Server akan menerjemahkan kemauan kita dan akan memberikan alamat tujuan langsung dan tepat.  Jika tidak menggunakan DNS, kita akan mengecek satu per satu setiap komputer yang terhubung dalam jaringan. Akan berhenti jika komputer yang dicari ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat DNS Role di Server Windows 2008 Core&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dari console Anda, coba ketik : start /w ocsetup DNS-Server-Core-Role&lt;br /&gt;    * Tunggu sampai selesai&lt;br /&gt;    * Cek dengan perintah Oclist&lt;br /&gt;    * Lihat dalam list, apakah DNS-Server-Core-Role sudah terinstall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita masukan DNS ini kedalam setting LAN Card Windows Server 2008 Core kita.  Caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Cek Idx Lan Card dengan cara ketik : netsh interface ipv4 show interfaces&lt;br /&gt;    * Tambahkan DNS dengan :&lt;br /&gt;          o netsh interface ipv4 add dnsserver name="&lt;ID&gt;" address=&lt;DNSIP&gt;index=1&lt;br /&gt;          o Catatan : ID diperoleh dari nomor Idx pada point 1.  Index adalah nomor urut DNS Server Anda.  Jika ada 2 DNS Server, maka index=2 adalah DNS Server kedua.&lt;br /&gt;    * Cek dengan perintah : ipconfig /all&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DNS Server sudah terpasang.  Langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi DNS.  Untuk konfigurasi, bisa dilakukan dari console ataupun remote komputer.  Dari console, Anda cukup mengetikkan "dnscmd".  Sedangkan melalui remote komputer, bisa memanfaatkan DNS MMC Snap-In.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari :http://wss-id.org/blogs/lutfie/archive/2007/09/05/membuat-dns-server-dengan-windows-server-2008-core.aspx&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-8307939752963893557?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/membuat-dns-server-dengan-windows.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-4403783664229963884</guid><pubDate>Sat, 25 Jul 2009 09:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.462+07:00</atom:updated><title>CONTOH PROPOSAL</title><description>A.     Judul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generate Model Berorientasi Obyek Secara Prosedural Dengan Menggunakan Metode UML&lt;br /&gt;(Studi Kasus Logistik Pada Proyek PRP Wilayah Timur)&lt;br /&gt;B.     Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam fase-fase pembangunan prasarana salah satu penunjang yang penting artinya adalah adanya peralatan besar yang dapat melaksanakan tugas penyelesaian pekerjaan. Bermacam-macam peralatan digunakan pada abad sekarang sebagai usaha para ahli dalam membantu pemecahan pelaksanaan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan-peralatan modern, besar maupun kecil telah dibeli untuk pelaksanaan pekerjaan. Peralatan-peralatan tersebut selalu dijaga untuk dapat siap digunakan sampai pada akhir waktunya (Life Time). Dengan adanya bermacam-macam alat tersebut dan dalam jumlah yang tidak sedikit, dibutuhkan management yang besar serta kompleks dalam menanganinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan, pelaksanaan dan pengontrolan yang baik dalam badan kelogistikan, hanya dapat dilaksanakan dengan dukungan penuh dari sistem informasi. Namun demikian dalam penggunaan sistem informasi perlu digariskan tingkatan-tingkatan kebutuhan yang disesuaikan dengan tingkatan ruang lingkup dan wewenang manager. Dengan demikian akan menghindarkan manager terlalu banyak disodori informasi-informasi yang kurang cocok dengan tugas dan wewenangnya, sehingga akan mengurangi efisiensi penggunaan informasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penggunaan dan penerapan sistem informasi akan meningkatkan pengalokasian baik tenaga manusia, peralatan, dana dan sumber-sumber lainnya, disamping kontrol yang baik dan keyakinan didalam melakukan evaluasi tentang status dan progress suatu pekerjaan. Penerapan sistem informasi dalam organisasi dan manajemen secara baik akan sangat berpengaruh terhadap suksesnya misi yang digariskan, karena sepenuhnya dapat mengontrol jalannya organisasi dan dapat digunakan dalam meningkatkan total integritas diantara unit-unit kerja yang dibawahnya dan meningkatkan tanggung jawab bagi tiap-tiap unit kerja lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Perumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari latar belakang permasalahan maka dirumuskanlah permasalahan dalam Tugas Akhir ini, yaitu:&lt;br /&gt;- Bagaimana cara membuat generate model berorientasi obyek secara prosedural?&lt;br /&gt;- Bagaimana merancang generate model berorientasi obyek dengan menggunakan UML?&lt;br /&gt;D.    Pembatasan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembuatan Tugas Akhir Desain Sistem Informasi Kelogistikan ini, ruang lingkup permasalahan hanya akan dibatasi pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Langkah-langkah teknik men-generate model berorientasi obyek kedalam kode  dengan menggunakan metode UML.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Untuk studi kasus akan dibatasi pada bidang logistik yaitu prosedur penyusunan RKB (Rencana Kebutuhan Barang) dan RPB (Rencana Pembelian Barang), prosedur pengadaan / pembelian barang, prosedur penerimaan barang, prosedur penyimpanan barang, prosedur pengebonan dan pengeluaran barang, serta prosedur pengangkutan barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Visual Basic 6.0 dan databasenya adalah Microsoft Access 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Bisa dimungkinkan dikembangkan ke database lain misal Oracle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Desainer yang digunakan untuk generate adalah Software Rational Rose 2000 Enterprise Edition.&lt;br /&gt;E.     Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengacu pada perumusan masalah maka tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Membuat model berorientasi obyek di bidang logistik kemudian model  tersebut akan di generate kedalam kode dengan menggunakan metode UML.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Uji coba DML (Data Manipulation Language) terhadap table.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Implementasi table kedalam aplikasi logistik.&lt;br /&gt;F.      Landasan Teori / Kajian Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.1.   OOAD (Object Oriented Analysis and Design)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Object-oriented mencakup bidang aplikasi yang sangat luas. Para pengguna sistem komputer dan sistem lain yang didasarkan atas teknologi komputer merasakan efek object-oriented dalam bentuk meningkatnya aplikasi software yang mudah digunakan dan servis yang lebih fleksibel, yang muncul dalam berbagai bidang industri, seperti dalam perbankan, telekomunikasi, dan sebagainya. Sedangkan bagi software enginer, object-oriented  berpengaruh dalam bahasa pemrograman, metodologi rekayasa, manajemen proyek, hardware, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Object-oriented analysis adalah metode analisis yang memeriksa requirements (syarat/keperluan yang harus dipenuhi suatu sistem) dari sudut pandang kelas-kelas dan objek-objek yang ditemui dalam ruang lingkup permasalahan. Sedangkan object-oriented design adalah metode untuk mengarahkan arsitektur software yang didasarkan pada manipulasi objek-objek sistem atau subsistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa konsep dasar dalam OOAD :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Objek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek (object) adalah “benda”, secara fisik atau konseptual, yang dapat kita temui disekeliling kita. Hardware, software, dokumen, manusia, dan bahkan konsep semuanya adalah contoh objek. Untuk kepentingan memodelkan perusahaannya, seorang kepala eksekutif akan melihat karyawan, gedung, divisi, dokumen, dan keuntungan sebagai objek. Seorang teknisi mesin akan melihat ban, pintu, mesin, laju tertinggi, dan banyaknya bahan bakar sebagai objek. Dan, seorang software engineer akan memandang tumpukan, antrian, jendela (window), dan check box sebagai objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah objek memiliki keadaan sesaat (state) dan perilaku (behavior). State dari sebuah objek adalah kondisi objek  tersebut atau himpunan dari keadaan yang menggambarkan objek tersebut. Sebagai contoh, bola lampu adalah objek, dan salah satu keadaan nyala atau tidak adalah state dari objek bola lampu tersebut. Salah satu state dari objek jam adalah waktu saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;State dinyatakan dengan nilai dari atribut (attribute) objeknya. Atribut adalah nilai internal suatu objek yang mencerminkan antara lain karakteristik objek, kondisi sesaat, koneksi dengan objek lain, dan identitasnya. Perubahan state dicerminkan oleh perilaku (behavior) objek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Behavior suatu objek mendefinisikan bagaimana sebuah objek bertindak (beraksi) dan memberi reaksi. Behavior ditentukan oleh himpunan semua atau beberapa operasi yang dapat dilakukan dalam objek itu sendiri. Behavior dari sebuah objek dicerminkan oleh interface, service, dan method dari objek tersebut. Interface adalah pintu untuk mengakses service objek. Service adalah fungsi yang bisa diemban objek. Method adalah mekanisme internal objek yang mencerminkan perilaku (behavior) objek tersebut. Sebagai contoh, jika printer sebuah merupakan perilaku (behavior) atau service-nya mencetak apapun yang dia terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas (class) adalah definisi umum (pola, template atau cetak biru) untuk himpunan objek sejenis. Kelas menetapkan spesifikasi perilaku (behaviors) dan atribut objek-objek tersebut. Class adalah keniskalan (abstraksi) dari entitas dalam dunia nyata. Objek adalah  “contoh”  (instance) dari sebuah kelas. Sebagai contoh, atribut untuk kelas binatang adalah berkaki empat dan memiliki ekor. Perilakunya adalah tidur dan makan. Contoh (instance) yang mungkin dari kelas binatang ini adalah kucing, gajah, dan kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Encapsulation adalah proses menyembunyikan detil implementasi sebuah objek. Satu-satunya jalan untuk mengakses data objek tersebut adalah melalui interface. Interface melindungi internal state sebuah objek dari “campur tangan” pihak luar. Oleh karena itu objek sering digambarkan sebagai kotak hitam (black box) yang menerima dan mengirim pesan-pesan (messages). Dalam object-oriented programming kotak hitam tersebut berisi kode (himpunan intruksi dengan bahasa yang dipahami komputer) dan data (informasi dimana intruksi tersebut beroperasi dengannya). Dalam object-oriented programming, kode dan data disatukan dalam sebuah “benda” yang tersembunyi isinya, yaitu objek. Pengguna objek tidak perlu mengetahui isi dalam kotak tersebut. Untuk dapat berkomunikasi dengan objek, diperlukan pesan (messages).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara formal kita definisikan message sebagai permintaan untuk objek penerima (receiver object) untuk membawa metode yang ditunjukkan atau perilaku dan mengembalikan result dari aksi tersebut kepada objek pengirim (sender object). Sebagai contoh, satu object orang mengirim object bola lampu sebuah pesan (message) untuk menyala (melalui saklar). Objek bola lampu menyalakan dirinya dan menunjukkan kepada objek orang tersebut bahwa state barunya adalah menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Association dan Aggregation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Association (asosiasi) adalah hubungan antarobjek yang saling membutuhkan. Sedangkan, aggregation (agregasi) adalah bentuk khusus dari asosiasi yang menggambarkan seluruh bagian suatu objek merupakan bagian dari objek lainnya. Sebagai contoh, objek tanggal dpat disusun dari objek hari, objek bulan, dan objek tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu alasan mengapa object-oriented menguntungkan bagi programmer adalah karena programmer dapat mendesain mendesain program dalam bentuk objek-objek dan hubungan antarobjek tersebut untuk kemudian dimodelkan dalam sistem nyata. Keuntungan yang lain adalah proses pembuatan software dapat dilakukan dengan lebih cepat karena software dibangun dari object-object standar, dapat menggunakan model yang ada, dan dapat membuat model dengan cepat melalui metodologi. Kualitas yang tinggi dari software dapat dicapai karena adanya tested components. Lebih mudah dalam maintenance karena perbaikan kode hanya diperlukan pada satu tempat (bukan diurut dari awal). Mudah dalam membangun sistem yang besar karena subsistem dapat dibuat dan diuji secara terpisah. Mengubah sistem yang sudah ada tidak memerlukan membangun ulang keseluruhan sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.2.   UML&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unified Modeling Language (UML) merupakan sistem arsitektur yang bekerja dalam OOAD (Object-Oriented Analysis/Design) dengan satu bahasa yang konsisten untuk menentukan, visualisasi, mengkontruksi, dan mendokumentasikan artifact (sepotong informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses rekayasa software, dapat berupa model, deskripsi, atau software) yang terdapat dalam sistem software. UML merupakan bahasa pemodelan yang paling sukses dari tiga metode OO yang telah ada sebelumnya, yaitu Booch, OMT (Object Modeling Technique), dan OOSE (Object-Oriented Software Engineering).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UML merupakan kesatuan dari dari ketiga pemodelan tersebut dan ditambah kemampuan lebih karena mengandung metode tambahan untuk mengatasi masalah pemodelan yang tidak dapat ditangani ketiga metode tersebut. UML dikeluarkan oleh OMG (Object Management Group, Inc) yaitu organisasi internasional yang dibentuk pada 1989, terdiri dari perusahaan sistem informasi, software developer, dan para user sistem komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya UML, diharapkan dapat mengurangi kekacauan dalam bahasa pemodelan yang selama ini terjadi dalam lingkungan industri. UML diharapkan juga dapat menjawab masalah penotasian dan mekanisme tukar menukar model yang terjadi selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan UML diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat suatu model, UML memiliki diagram grafis sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Business Use Case model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Activity Diagram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Use Case model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Behavior diagram :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         Sequence diagram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Implementation diagram :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         Component diagram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         Deployment diagram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Generate Code&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagram diagram tersebut diberi nama berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda terhadap sistem dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proses analisis atau rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuatnya berbagai jenis diagram diatas karena :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Setiap sistem yang kompleks selalu paling baik jika didekati melalui himpunan berbagai sudut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pandang yang kecil yang satu sama lain hampir saling bebas (independent). Sudut pandang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tunggal senantiasa tidak mencukupi untuk melihat isi item yang besar dan kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Diagram yang berbeda-beda tersebut dapat menyatakan tingkatan yang berbeda-beda dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proses rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Diagram-diagram tersebut dibuat agar model yang dibuat semakin mendekati realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagram-diagram ini ditambah dengan kemampuan dokumentasi perupakan artifacts utama UML. Data-flow &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diagram dan tipe diagram lain yang tidak terdapat dalam UML tidak termasuk dalam paradigma &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;object-oriented. Activity diagram dan collaboration diagram yang terdapat dalam UML menggantikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;data-flow diagram. Activity diagram juga sangat bermanfaat untuk membuat workflow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.3.   Rational Rose&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rational Rose adalah software yang memiliki perangkat-perangkat pemodelan secara visual untuk membangun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu solusi dalam rekayasa software dan pemodelan bisnis. Rational Rose dikeluarkan oleh perusahaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;software bernama Rational Software, perusahaan yang mencetuskan ide pembentukan konsorsium bagi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perusahaan-perusahaan yang memakai standar UML sebagai bahasa pemodelan di perusahaannya. Rational &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rose memakai UML sebagai bahasa pemodelannya, ditambah beberapa fitur lain yang membuat Rational Rose &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi software pemodelan visual yang terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fitur terkemuka diantaranya Rational Rose memiliki Rational Unified Process (RUP) yaitu proses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang paling terperinci yang ada saat ini dan akan memberikan pedoman secara umum dalam pembuatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;software dan pemodelan bisnis. Selain itu, Rational Rose memiliki kemampuan membuat solusi client/server, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kemudian dapat diterapkan dan didistribusikan dalam lingkungan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rational Rose memiliki keunggulan, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Bahasa yang digunakan adalah bahasa pemodelan standar yaitu UML, akan meningkatkan komunikasi intra tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Rational Rose mendukung round-trip engineering sehingga kita dapat meng-generate model kedalam kode (Java, C++, Visual Basic, dan sebagainya) dan melakukan reverse engineering untuk menampilkan arsitektur software dari kode yang ada. Hal ini dapat dilakukan secara bolak-balik sebagai proses iterative selama proses rekayasa software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Model dan kode senantiasa sinkron selama dalam development cycle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Membangun software menggunakan Rational Rose memudahkan dalam memperbaiki software tersebut karena apabila suatu saat ditemukan requirement baru, kita dapat lagi menggambarkan lagi software tersebut dalam UML.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Para user Rational Rose dapat berkomunikasi walaupun bekerja dalam sistem operasi yang berbeda (Windows atau UNIX).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Dengan menggunakan Rose Web Publisher suatu tim dapat mengkomunikasikan model dan spesifikasinya dalam web browser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Mendukung rekayasa software untuk sistem client/server sehingga Rational Rose merupakan software pemodelan visual yang tangguh dalam lingkungan client/server, e-business, dan lingkungan perusahaan terdistribusi (kantor-kantor terletak dalam tempat yang berbeda-beda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.    Metode Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Analisa kebutuhan sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  menyelesaikan tugas akhir ini maka perangkat yang dibutuhkan antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Software Rational Rose 2000 Enterprise Edition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Software Microsoft Visual Basic 6.0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Microsoft ActiveX  Data Objects 2.0 Library (MSADO15.DLL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Database : Microsoft Access 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk studi kasus penulis akan menguraikan suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi komponen-komponen yang dibutuhkan untuk generate model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Desain UML&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan desain model yang diterapkan, penulis memberikan uraian singkat langkah-langkah yang perlu diikuti , yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         1. Menggunakan bahasa pemodelan standar yaitu UML karenaUML merupakan bahasa pemodelan yang kaya dengan semantic dan notasi yang dihasilkan dari penggabungan metode Booch, OMT, OOSE dengan membuang elemen-elemen yang tidak praktis, ditambah elemen-elemen dari metode lain yang lebih efektif dan elemen-elemen baru yang belum ada pada metode terdahulu.&lt;br /&gt;         2. Untuk mendesain sebuah model, penulis menggunakan Rational Rose yang memiliki perangkat-perangkat pemodelan secara visual untuk membangun suatu solusi dalam rekayasa software dan pemodelan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah Rational Rose untuk mendesain model adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Business Use Case model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah model yang menggambarkan proses-proses bisnis dari sebuah bisnis atau organisasi dan interaksi proses tersebut dengan pihak luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Activity Diagram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi untuk memodelkan alur kerja (workflow) sebuah proses bisnis dan urutan aktifitas dalam suatu proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Use Case model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini menunjukkan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana sistem berinteraksi dengan dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Behavior diagram :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         Sequence diagram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini menjelaskan interaksi objek yang disusun dalam suatu urutan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q       Implementation diagram :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         Component diagram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini menggambarkan alokasi semua kelas dan objek kedalam komponen-komponen dalam desain fisik sistem software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         Deployment diagram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini memperlihatkan pemetaan software kepada hardware.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Generate Model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang diperlukan untuk men-generate model adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Membuat database dengan menggunakan Microsoft Access 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Menggunakan model analisis yang telah dibuat digunakan sebagai masukan dan arahan untuk membuat model desain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Mendesain kelas Boundary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas Boundary menggambarkan satu bagian dari user interface, misalnya form. Kelas boundary yang menggambarkan interaksi dengan sistem luar biasanya menggambarkan suatu referensi ke dalam sebuah ActiveX component atau DLL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Mendesain kelas Entity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas entity menggambarkan unit-unit informasi yang diolah. Oleh karena itu dalam desain model kelas entity “dibentuk” menjadi bagian yang berdasar pada database.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Mendesain kelas Control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah objek control berperan dalam mengatur alur sebuah use case. Karenanya kelas control kemungkinan besar akan menghasilkan class module dalam model desain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Menentukan Association Relationship dan Aggregation Relationship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Menentukan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi diperlukan untuk mendukung pesan-pesan (messages) yang muncul dalam sequence diagram (yang menjelaskan use case realization).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Menentukan Atribut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Mengintegrasikan Rational Rose dengan lingkungan Microsoft Visual Studio untuk generate kode dari model yang telah dibuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-4403783664229963884?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/contoh-proposal.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-4296109691953186255</guid><pubDate>Sat, 25 Jul 2009 04:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.482+07:00</atom:updated><title>Panduan Singkat Untuk Membangun Jaringan VoIPPerjuangan ..</title><description>FYI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begin forwarded message:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Date: Thu, 2 Jan 2003 20:45:38 -0500 (EST)&lt;br /&gt;From: "Onno W. Purbo" &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;&lt;br /&gt;To: &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;, &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;,&lt;br /&gt;&lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;, &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;,&lt;br /&gt;&lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;, &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;,&lt;br /&gt;&lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;, &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;,&lt;br /&gt;&lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;, &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;&lt;br /&gt;Subject: [IndoWLI] Panduan Singkat Untuk Membangun Jaringan VoIP&lt;br /&gt;Perjuangan ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar pada engga penasaran ...&lt;br /&gt;ini saya lampirkan secuplik tulisan saya&lt;br /&gt;untuk panduan membangun jaringan VoIP Perjuangan :) ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi yang lebih baik dalam format RTF&lt;br /&gt;akan di upload ke Web oleh rekan-rekan lainnya ..&lt;br /&gt;terima kasih banyak sebelumnya ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan ini di tulis dalam waktu singkat&lt;br /&gt;jadi mohon maaf kalau banyak kekurangan :) ...&lt;br /&gt;maklum lah .. buru-buru ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan Singkat Untuk Pembangunan Jaringan VoIP&lt;br /&gt;Perjuangan di Indonesia&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan ini diberikan untuk beberapa skenario:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.End user dengan PC yang ada sambungan ke Internet (IP Public) tanpa&lt;br /&gt;  proxy server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.End user dengan PC yang tersambung ke Internet melalui proxy server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.End user yang menggunakan peralatan gateway VoIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Operator proxy server, seperti WARNET, kantor dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Operator gatekeeper di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Berjuang :) ...&lt;br /&gt;Merdeka!&lt;br /&gt;2 Januari 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Onno W. Purbo&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia biasa-biasa ajah ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan penggunaan nomor telepon di jaringan VoIP Perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar jaringan VoIP perjuangan dapat beroperasi dengan lancar perlu&lt;br /&gt;kesepakatan alokasi&lt;br /&gt;nomor telepon yang akan di gunakan. Saya usulkan menggunakan format&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0111 aaa ttttt xx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0111 21 12345 xx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0111    = call area untuk VoIP Perjuangan&lt;br /&gt;21      = kalau anda berada di Jakarta, Bogor 251, Bandung 22 dll.&lt;br /&gt;12345   = adalah 5 digit pertama dari nomor telkom di daerah anda&lt;br /&gt;xx      = silahkan mengarang sendiri, isi 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07 dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penomoran ini dalam jaringan VoIP Perjuangan di kenal menggunakan format&lt;br /&gt;E.164.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya kurang tepat untuk menggunakan hanya call area 0111, secara&lt;br /&gt;internasional harusnya menggunakan 62 111 bukan 0 111. Jika nanti&lt;br /&gt;dibutuhkan untuk interkoneksi secara nasional / internasional bisa&lt;br /&gt;dilakukan proses rewrite nomor E.164 di gatekeeper, jadi tidak masalah&lt;br /&gt;menggunakan nomor 0111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8&lt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End user dengan PC yang ada sambungan ke Internet (IP Public)&lt;br /&gt;tanpa proxy server.&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan yang dibutuhkan sangat sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.PC yang ada sambungan langsung ke Internet; dial-up pun OK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.sound card + mic + headphone (sebaiknya menggunakan handphone supaya&lt;br /&gt;suara tidak feedback ke mic).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.software NetMeeting 3.01, biasanya sudah tersedia di Windows 98 ke&lt;br /&gt;atas. Jika belum ada, dapat di download gratis di&lt;br /&gt;www.microsoft.com/netmeeting/.&lt;br /&gt;Bagi anda yang menggunakan Linux, dapat menggunakan GnomeMeeting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan setup software untuk VoIP, untuk pengguna Windows dan&lt;br /&gt;NetMeeting 3.01, anda hanya perlu menset:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tools -&gt; Options -&gt; General -&gt; Advanced Calling&lt;br /&gt;-&gt; Use a gatekeeper to place a calls (isikan IP gatekeeper)&lt;br /&gt;-&gt; log on using my phone number (isikan nomor telepon sesuai konsensus&lt;br /&gt;di atas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat panduan ini di tulis belum ada gatekeeper untuk keperluan&lt;br /&gt;public. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa punya gatekeeper untuk&lt;br /&gt;keperluan public yang bisa beroperasi di IIX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat anda dial ke Internet, secara automatis NetMeeting akan&lt;br /&gt;mencari gatekeeper untuk meregistrasikan PC (nomor telepon anda). Jika&lt;br /&gt;NetMeeting berhasil terregistrasi&lt;br /&gt;pada pojok kanan bawah console NetMeeting akan ada gambar dua buah&lt;br /&gt;komputer yang saling tersambung dengan warna yang jelas, sebelumnya&lt;br /&gt;warnanya tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah NetMeeting terregistrasi ke gatekeeper, anda bisa menelpon ke&lt;br /&gt;rekan lain yang menggunakan jaringan VoIP perjuangan &amp; menggunakan nomor&lt;br /&gt;0111 xxxxxxxxxxx..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End user dengan PC yang tersambung ke Internet melalui proxy server.&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Jika anda merupakan PC end user di belakang proxy / wingate / winroute&lt;br /&gt;atau LAN dengan IP 192.168.x.x atau 10.x.x.x maka anda termasuk kategori&lt;br /&gt;end user dengan PC yang tersambung ke Internet melalui proxy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara prinsip tidak berbeda dengan end user yang mempunyai sambungan&lt;br /&gt;langsung ke Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya anda harus registrasi ke gatekeeper yang berada di mesin proxy /&lt;br /&gt;wingate / winroute anda. Anda tidak mungkin registrasi &amp; mengoperasikan&lt;br /&gt;VoIP tanpa bantuan gatekeeper di proxy server karena port VoIP tidak&lt;br /&gt;bisa menembus proxy server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan menjadi masalah bagi sebagian besar pengguna Internet di&lt;br /&gt;Indonesia karena umumnya berada di belakang proxy. Sarannya anda harus&lt;br /&gt;meminta kepada operator proxy server tersebut untuk mengoperasikan&lt;br /&gt;gatekeeper di proxy servernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Operator proxy server, seperti WARNET, kantor dll.&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Jika anda operator dari proxy server di WARNET / kantor, maka bagian ini&lt;br /&gt;untuk anda. &lt;br /&gt;Software yang digunakan adalah free software (open source) jadi tidak&lt;br /&gt;ada masalah hak cipta / pembajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software yang digunakan adalah Open H.323 gatekeeper. Software tersebut&lt;br /&gt;dapat di ambil di www.sourceforge.net dengan menggunakan keyword&lt;br /&gt;openh323 gatekeeper.&lt;br /&gt;Atau langsung dari www.gnugk.org.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ada beberapa versi &amp; juga ada versi untuk Windows. Tapi saya&lt;br /&gt;belum berhasil menjalankan versi Windows-nya karena jauh lebih rumit&lt;br /&gt;daripada versi Linux.&lt;br /&gt;Yang berhasil dengan baik saya jalankan adalah versi binary Linux,&lt;br /&gt;yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        gk-2.0a-linux-bin.tgz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat tulisan ini di tulis ada beberapa versi yang tinggi, seperti&lt;br /&gt;2.0.1 &amp; 2.0.2, bahkan bila anda melihat di www.gnugk.org ada versi&lt;br /&gt;developmentnya 2.1 silahkan dicoba digunakan &amp; menanggung resikonya&lt;br /&gt;sendiri heheheh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah instalasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      masuk sebagai root&lt;br /&gt;2.      copykan gk-2.0a-linux-bin.tgz ke /usr/local/src&lt;br /&gt;3.      pindah ke /usr/local/src&lt;br /&gt;4.      tar zxvf gk-2.0a-linux-bin.tgz&lt;br /&gt;5.      cd openh323gk&lt;br /&gt;6.      cd bin&lt;br /&gt;7.      cp gnugk /usr/bin&lt;br /&gt;8.      cp lib* /usr/lib&lt;br /&gt;9.      atau cp lib* /lib&lt;br /&gt;10.     contoh file konfigurasi adalah di folder&lt;br /&gt;/usr/local/src/openh323gk/etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada titik ini anda bisa menjalankan gnugk dengan cara mengetikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        gnugk -h&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melihat semua perintah command line yang di dukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang akan membuat kepala pusing adalah menset parameter dari file&lt;br /&gt;konfigurasi yang akan saya terangkan dibawah. Jika telah selesai menset&lt;br /&gt;konfigurasi file-nya maka bisa diletakan di /etc, misalnya dengan nama&lt;br /&gt;warnetvoip.ini. Selanjutnya gatekeeper dapat di jalankan secara&lt;br /&gt;automatis dengan memasukan pada line terakhir di&lt;br /&gt;/etc/rc.d/rc.local sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        /usr/bin/gnugk –c /etc/warnetvoip.ini &amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada saat proses debugging ada baiknya menjalankan gnugk dari console&lt;br /&gt;dengan mengaktifkan trace sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        /usr/bin/gnugk –ttt –c /etc/warnetvoip.ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perhatikan tanda &amp; tidak digunakan supaya tidak dijalankan di background&lt;br /&gt;&amp; kita bisa melihat trace message untuk proses debugging kerja dari&lt;br /&gt;gatekeeper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk operasi sebagai proxy VoIP, anda perlu melihat file&lt;br /&gt;/usr/local/src/openh323gk/etc/proxy.ini dan child.ini sebagai referensi&lt;br /&gt;untuk membuat file konfigurasi warnetvoip.ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari proxy.ini anda perlu mencuri terutama section [Proxy] &amp; setting&lt;br /&gt;secara benar,&lt;br /&gt;InternetNetwork=.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari child.ini anda perlu mencuri terutama section [Endpoint] &amp; setting&lt;br /&gt;secara benar, Gatekeeper= (ini merupakan gatekeeper di ISP atau di IIX)&lt;br /&gt;E164=&lt;br /&gt;Prefix=&lt;br /&gt;Dimana sesuai dengan usulan di atas maka contoh&lt;br /&gt;E164 = 0111 251 12345 00&lt;br /&gt;Prefix = 0111 251 12345&lt;br /&gt;Untuk nomor di daerah bogor (251) yang 5 digital awal nomor telkom-nya&lt;br /&gt;adalah 12345.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan hidup anda, saya sertakan dibawah contoh warnetvoip.ini&lt;br /&gt;sebagai referensi. Mohon di perhatikan bahwa gatekeeper pada proxy&lt;br /&gt;server di warnet atau di kantor akan meregistrasikan diri-nya ke&lt;br /&gt;gatekeeper yang berada di ISP atau di IIX sebagai gateway, bukan sebagai&lt;br /&gt;gatekeeper untuk memudahkan integrasi ke jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan saya memberikan highlight (warna kuning) pada bagian-bagian&lt;br /&gt;yang perlu anda sesuaikan dengan parameter / kondisi jaringan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;## This example shows how to use the gatekeeper as an H.323 proxy.&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;## Suppose the host of the gatekeeper has two network interfaces:&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;##   WAN:       Menggunakan WLAN&lt;br /&gt;##   LAN:       IP=192.168.0.1  Network=192.168.0.0/24&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;## A proxy gatekeeper is usually register with a parent gatekeeper as a&lt;br /&gt;## gateway. See child.ini for the configuration.&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Gatekeeper::Main]&lt;br /&gt;Fourtytwo=42&lt;br /&gt;Name=Warnet_Anda_Proxy&lt;br /&gt;TimeToLive=600&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[RoutedMode]&lt;br /&gt;GKRouted=1&lt;br /&gt;H245Routed=0&lt;br /&gt;CallSignalPort=1721&lt;br /&gt;CallSignalHandlerNumber=2&lt;br /&gt;RemoveH245AddressOnTunneling=1&lt;br /&gt;DropCallsByReleaseComplete=1&lt;br /&gt;SupportNATedEndpoints=1&lt;br /&gt;Q931PortRange=30000-39999&lt;br /&gt;H245PortRange=40000-49999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Proxy]&lt;br /&gt;Enable=1&lt;br /&gt;InternalNetwork=192.168.0.0/24&lt;br /&gt;T120PortRange=50000-59999&lt;br /&gt;RTPPortRange=50000-59999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Endpoint]&lt;br /&gt;Gatekeeper=parent.gatekeeper.di.internet.com&lt;br /&gt;Type=Gateway&lt;br /&gt;H323ID=Warnet_Anda_Proxy&lt;br /&gt;E164=01112511234599&lt;br /&gt;Prefix=011125112345&lt;br /&gt;TimeToLive=900&lt;br /&gt;RRQRetryInterval=10&lt;br /&gt;ARQTimeout=2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[GkStatus::Auth]&lt;br /&gt;rule=allow&lt;br /&gt;Operator gatekeeper di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum proses instalasi gatekeeper di Internet tidak berbeda dengan&lt;br /&gt;proses instalasi gatekeeper di proxy server di WARNET / Kantor. Yang&lt;br /&gt;berbeda sangat jauh adalah isi konfigurasi file-nya. Bagi anda yang&lt;br /&gt;penasaran silahkan dilihat secara detail di bagian&lt;br /&gt;operator proxy server di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan yang dibutuhkan untuk sebuah gatekeeper tidak terlalu besar,&lt;br /&gt;tentunya sangat tergantung jumlah endpoint &amp; call/detik yang harus di&lt;br /&gt;handle. Untuk menghandle sekitar 200-an endpoint &amp; 3-5 call/detik&lt;br /&gt;mungkin sebuah PC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kelas Pentium II&lt;br /&gt;        64Mbyte RAM&lt;br /&gt;        2 Gbyte disk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukup untuk di terjunkan sebagai gatekeeper, tentunya PC dengan&lt;br /&gt;spesifikasi di atas itu dapat menghandle kapasitas yang lebih besar&lt;br /&gt;lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh file .ini pada /usr/local/src/openh323gk/etc yang perlu&lt;br /&gt;diperhatikan oleh operator gatekeeper agar dapat beroperasi secara baik&lt;br /&gt;adalah minimal sekali file sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        gnugk.ini&lt;br /&gt;        neighbor.ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentunya bagi anda yang berfikiran maju silahkan untuk melihat file-file&lt;br /&gt;yang lain. Untuk mempersingkat diskusi, saya sertakan sebuah contoh file&lt;br /&gt;gatekeeper.ini yang disiapkan untuk sebuah gatekeeper yang masuk ke&lt;br /&gt;dalam jaringan gatekeeper. &lt;br /&gt;Beberapa parameter yang diberi highlight warna kuning harus diganti di&lt;br /&gt;sesuaikan dengan kondisi jaringan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan entry,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[RasSvr::Neighbors]&lt;br /&gt;GatekeeperIDAnda=202.111.222.161:1719;01112212345&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[RasSvr::GWPrefixes]&lt;br /&gt;GatekeeperIDAnda=01112212345&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus di share dengan gatekeeper lainnya yang beroperasi di jaringan&lt;br /&gt;agar saling mengenal satu dengan lainnya &amp; dapat beroperasi sebagai&lt;br /&gt;jaringan gatekeeper dan dapat melakukan registrasi nomor satu sama lain.&lt;br /&gt;Perhatikan prefix yang digunakan harus benar supaya jaringan dapat&lt;br /&gt;beroperasi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Entry supaya bisa menjadi bagian jaringan Gatekeeper&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;# Anda harus mengganti GatekeeperID dengan ID yang anda inginkan&lt;br /&gt;# misalnya APJIIGK, KantorGK, RTRWNetGK, GK1, GK2, dll …&lt;br /&gt;# dua entry di bawah harus di share dengan rekan lain di&lt;br /&gt;# jaringan gatekeeper&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;# [RasSvr::Neighbors]&lt;br /&gt;# GatekeeperID=202.111.222.161:1719;01112212345&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;# [RasSvr::GWPrefixes]&lt;br /&gt;# GatekeeperID=01112212345&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Gatekeeper::Main]&lt;br /&gt;Fourtytwo=42&lt;br /&gt;Name=GatekeeperGK&lt;br /&gt;TimeToLive=600&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[RoutedMode]&lt;br /&gt;GKRouted=1&lt;br /&gt;H245Routed=0&lt;br /&gt;CallSignalPort=1721&lt;br /&gt;CallSignalHandlerNumber=2&lt;br /&gt;RemoveH245AddressOnTunneling=1&lt;br /&gt;DropCallsByReleaseComplete=1&lt;br /&gt;SupportNATedEndpoints=1&lt;br /&gt;Q931PortRange=30000-39999&lt;br /&gt;H245PortRange=40000-49999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [RasSvr::Neighbors]&lt;br /&gt;GK1=202.159.123.162:1719;011122450&lt;br /&gt;GK2=202.123.111.222:1719;011121250&lt;br /&gt;GK3=202.154.222.111:1719;0111251678&lt;br /&gt;GK4=167.205.123.111:1719;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[RasSvr::GWPrefixes]&lt;br /&gt;GK1=011122450&lt;br /&gt;GK2=011121250&lt;br /&gt;GK3=0111251678&lt;br /&gt;GK4=0111222876, 0111243876&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[GkStatus::Auth]&lt;br /&gt;rule=allow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;End user yang menggunakan peralatan gateway VoIP.&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gateway VoIP adalah peralatan yang dapat menghubungkan VoIP di Internet&lt;br /&gt;dengan jaringan telepon yang menggunakan sambungan RJ-11. Biasanya&lt;br /&gt;peralatan gateway VoIP ini di sambungkan ke PBX / PABX di kantor atau di&lt;br /&gt;wartel agar telepon biasa yang ada dapat terkait ke jaringan VoIP juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi VoIP yang akan sangat menantang &amp; dapat berbenturan dengan&lt;br /&gt;pemerintah terutama jika anda menggunakan peralatan VoIP gateway dan&lt;br /&gt;menyambungkannya ke jaringan Public Switch Telephone Network (PSTN)&lt;br /&gt;milik Telkom melalui peralatan PABX. (Private Automated Branch&lt;br /&gt;Exchange).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa vendor yang memproduksi peralatan gateway VoIP ini, salah&lt;br /&gt;satu yang kebetulan saya familiar dari Planet (www.planet.com.tw) yang&lt;br /&gt;di distribusikan oleh Corexindo di Mangga Dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi gateway VoIP tidak terlalu sulit karena setting parameter-nya&lt;br /&gt;dapat dilakukan melalui Web maupun telnet menggunakan text mode. Logika&lt;br /&gt;berfikirnya tidak berbeda jauh dengan setting gatekeeper di atas.&lt;br /&gt;Sebagai contoh untuk Internet Telephony Gateway (ITG) dari Planet&lt;br /&gt;menggunakan text mode dapat di set agar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        set h323 gk_mode manual&lt;br /&gt;        set h323 gk_addr 202.111.222.123&lt;br /&gt;        set h323 endpoint_prefix 011125212345&lt;br /&gt;        set h323 term_id ITG_percobaan&lt;br /&gt;        set h323 gk_id GatekeeperIDAnda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi fasilitas yang dapat di set menggunakan sebuah ITG,&lt;br /&gt;beberapa parameter di atas cukup untuk meregistrasi ITG anda ke sebuah&lt;br /&gt;gatekeeper untuk di kenali nomor-nya. Tentunya di pihak gatekeeper dapat&lt;br /&gt;juga meregistrasikan secara manual sebagai permanent endpoint jika di&lt;br /&gt;inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik yang lumayan membuat pusing kepala adalah menyambungkan Internet&lt;br /&gt;Telephony Gateway (ITG) ini ke peralatan PABX supaya telepon dari&lt;br /&gt;Internet, baik dari NetMeeting maupun dari ITG lain dapat terhubung ke&lt;br /&gt;telepon biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Onno W. Purbo&lt;br /&gt;Indonesian VoIP MaverickNet:&lt;br /&gt;0111214204701 (home)&lt;br /&gt;0111214208888 (laptop/mobile)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end of forwarded&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari :http://www.mail-archive.com/yonsatu@mahawarman.net/msg02750.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-4296109691953186255?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/panduan-singkat-untuk-membangun.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-2097332908509485982</guid><pubDate>Tue, 21 Jul 2009 09:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.496+07:00</atom:updated><title>Mempercayai Password: Network Authentication</title><description>Aspek security jaringan berkaitan erat dengan servis yang disediakan: inbound atau outbound. Security pada servis outbound dapat diupayakan sebaik mungkin dengan konfigurasi firewall. Demikian pula dengan akses anonymous servis inbound, seperti anonymous FTP, HTTP, Gopher dll. Dalam hal ini, informasi sengaja disediakan bagi semua orang. Lain halnya bila kita ingin menyediakan akses non-anonymous (atau authenticated services), dimana selain melalui firewall, seseorang yang meminta akses juga harus mendapat ‘ijin’ server setelah terlebih dahulu membuktikan identitasnya. Inilah authentication. Untuk selanjutnya, penulis menggunakan istilah autentisasi sebagai sinonim kata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RESIKO-SECURITY SERVIS INBOUND&lt;br /&gt;Mengapa perlu autentisasi…..? Internet adalah jaringan publik, dan terbuka bagi setiap orang diseluruh penjuru dunia untuk menggabungkan diri. Begitu besarnya jaringan ini, telah menimbulkan keuntungan serta kerugian. Sering kita dengar dan baca tentang bobolnya sistem komputer keuangan bank, informasi rahasia Pentagon atau basis data transkrip akademik mahasiswa. Kalimat tersebut cukup untuk mewakili pernyataan bahwa kita harus ‘waspada’ terhadap orang-orang ‘jahat’ dan senantiasa berusaha memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk dapat melakukan niat jahatnya. Memang mudah untuk meniadakan kemungkinan penyusupan (akses ilegal) dari luar dengan menutup semua kanal trafik servis inbound ke jaringan internal. Namun ini berarti telah mereduksi keuntungan utama adanya jaringan: komunikasi dan pemakaian sumber daya bersama (sharing resources). Jadi, konsekuensi alami dengan jaringan cukup besar, adalah menerima dan berusaha untuk memperkecil resiko ini, bukan meniadakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan mulai dari seorang network-administrator (NA) yang telah melakukan tugasnya dengan baik, dalam menyiapkan ‘pertahanan’ bagi semua servis outbound dan anonymous-inbound. Perlu beberapa hal tambahan lagi yang sebaiknya diingat. Apakah pertahanan tersebut sudah cukup kuat bagi terjadinya pencurian hubungan (hijacking attack)? Apakah didalamnya sudah dipertimbangkan kemungkinan pemonitoran ilegal paket-paket informasi yang dikirimkan (packet sniffing - playback attack)? Atau apakah sudah termasuk kesiapan bagi benar-benar adanya akses ilegal didalam sistem (false authentication)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijacking biasanya terjadi pada komputer yang menghubungi jaringan kita, walaupun untuk beberapa kasus langka, bisa terjadi pada sembarang jalur yang dilaluinya. Sehingga akan bijaksana bila seorang NA mempertimbangkan pemberian kepercayaan akses, hanya dari komputer yang paling tidak mempunyai sistem security sama atau mungkin lebih ‘kuat’, dibandingkan dengan jaringan dibawah tanggung-jawabnya. Usaha memperkecil peluang musibah ini, juga dapat dilakukan dengan mengatur packet-filter dengan baik atau menggunakan server modifikasi. Misalnya, kita dapat menyediakan fasilitas anonymous-FTP bagi sembarang komputer dimanapun, tapi authenticated-FTP hanya diberikan pada host-host yang tercantum pada daftar ‘kepercayaan’. Hijacking ditengah jalur dapat dihindari dengan penggunaan enkripsi antar jaringan (end to end encryption).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerahasiaan data dan password juga merupakan topik disain security. Program yang didedikasikan untuk packet-sniffing dapat secara otomatis menampilkan isi setiap paket data antara client dengan servernya. Proteksi password dari kejahatan demikian dapat dilakukan dengan implementasi password sekali pakai (non-reusable password), sehingga walaupun dapat termonitor oleh sniffer, password tersebut tidak dapat digunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resiko hijacking dan sniffing data (bukan password) tidak dapat dihindari sama sekali. Artinya NA harus mempertimbangkan kemungkinan ini dan melakukan optimasi bagi semakin kecil-nya kesempatan tersebut. Pembatasan jumlah account dengan akses penuh serta waktu akses jarak jauh, merupakan salah satu bentuk optimasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEKANISME AUTENTISASI&lt;br /&gt;Subyek autentisasi adalah pembuktian. Yang dibuktikan meliputi tiga kategori, yaitu: sesuatu pada diri kita (something you are SYA), sesuatu yang kita ketahui (something you know SYK), dan sesuatu yang kita punyai (something you have SYH). SYA berkaitan erat dengan bidang biometrik, seperti pemeriksaan sidik-jari, pemeriksaan retina mata, analisis suara dll. SYK identik dengan password. Sedangkan bagi SYH umumnya digunakan kartu identitas seperti smartcard. \&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, yang sekarang masih banyak digunakan adalah sistem ber-password. Untuk menghindari pencurian password dan pemakaian sistem secara ilegal, akan bijaksana bila jaringan kita dilengkapi sistem password sekali pakai. Bagaimana caranya penerapan metoda ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menggunakan sistem perangko-waktu ter-enkripsi. Dengan cara ini, password baru dikirimkan setelah terlebih dulu dimodifikasi berdasarkan waktu saat itu. Kedua, menggunakan sistem challenge-response (CR), dimana password yang kita berikan tergantung challenge dari server. Kasarnya kita menyiapkan suatu daftar jawaban (response) berbeda bagi ‘pertanyaan’ (challenge) yang berbeda oleh server. Karena tentu sulit sekali untuk menghafal sekian puluh atau sekian ratus password, akan lebih mudah jika yang dihafal adalah aturan untuk mengubah challenge yang diberikan menjadi response (jadi tidak random). Misalnya aturan kita adalah: “kapitalkan huruf kelima dan hapus huruf keempat”, maka password yang kita berikan adalah MxyPtlk1W2 untuk challenge sistem Mxyzptlk1W2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pada sistem CR, harus diketahui ‘aturan’-nya, maka pada sistem perangko-waktu, kita mesti mengingat password bagi pemberian perangko-waktu ini. Apakah cara seperti ini tidak mempersulit? Beruntung sekali mekanisme tersebut umumnya ditangani oleh suatu perangkat, baik perangkat lunak ataupun dengan perangkat keras. Kerberos, perangkat lunak autentisasi yang dibuat di MIT dan mengadopsi sistem perangko-waktu, mewajibkan modifikasi client bagi sinkronisasi waktu dengan server serta pemberian password perangko-waktu. Modifikasi program client mengingatkan kita pada proxy dan memang, kurang lebih seperti itu. Sistem CR biasanya diterapkan sekaligus dengan dukungan perangkat keras. Contoh sistem CR operasional adalah perangkat SNK-004 card (Digital Pathways) yang dapat diterapkan bersama-sama dengan paket TIS-FWTK (Trusted Information System - internet FireWall ToolKit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIS-FWTK menawarkan solusi password sekali pakai (sistem CR) yang ‘menyenangkan’: S/Key. S/Key menerapkan prosedur algoritma hash iteratif terhadap suatu seed, sedemikian sistem dapat memvalidasi response-client instant tapi tidak mempunyai kemampuan untuk memprediksi response-client berikutnya. Sehingga bila terjadi penyusupan pada sistem, tidak ada ’sesuatu’ yang bisa dicuri (biasanya daftar password). Algoritma hash mempunyai dua sifat utama. Pertama, masukan tidak bisa diregenerasikan dari keluaran (non-reversibel). Kedua, terdapat dua kemungkinan masukan bagi sebuah keluaran yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENKRIPSI DAN CRYPTOGRAPHY&lt;br /&gt;Cryptography telah berkembang sejak lama, ketika orang menginginkan informasi yang ia kirimkan tidak dapat ‘dibaca’ oleh pihak tak berkepentingan. Secara tradisional cryptography dikenal dengan dua mekanisme, kunci privat atau kunci publik. DES (data encryption standard) yang digunakan oleh Kerberos menggunakan sistem kunci-privat. RSA (Rivest Shamir Addleman) mengimplementasikan sistem kunci-publik. Salah satu dari kontributor RSA, Ron Rivest kemudian membuat MD4 (message digest function # 4) yang digunakan oleh S/Key-nya TIS-FWTK. Optimasi dan blasteran antara kedua metoda tradisional ini melahirkan PGP (Pretty Good Privacy). Pembahasan dari DES, RSA, atau PGP merupakan buku tersendiri dan tidak pada tempatnya diungkapkan disini. Tapi yang jelas, sistem kunci-privat dicirikan dengan proses encrypt-decrypt melalui kunci identik, sedangkan pada sistem kunci-publik, proses ini dilakukan dengan dua buah kunci: kunci publik untuk encrypt dan kunci rahasia untuk decrypt dimana kedua kunci ini digenerasikan dan mempunyai relasi dekat melalui sebuah algoritma matematis. Karena diperlukan proses matematis terlebih dulu, kecepatan sistem kunci-publik bisa ribuan kali lebih lambat dari algoritma kunci-privat ekivalen walaupun disisi lain menawarkan proteksi lebih baik. Eksploitasi terhadap kelebihan dan kekurangan sistem kunci privat dan publik dilakukan PGP, dimana untuk transmisi data dilakukan secara sistem kunci-privat dengan session-key sehingga berjalan cepat, sedangkan transmisi session-key- nya sendiri menggunakan kunci-publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan enkripsi, informasi yang kita kirimkan ke suatu jaringan melalui jaringan lain yang keamanannya meragukan (internet), relatif lebih terjamin. Enkripsi antar jaringan menyebabkan seorang ‘pencuri’ harus berusaha sedikit lebih keras untuk mendapatkan informasi ilegal yang ia harapkan. Ada beberapa kesempatan bagi implementasi enkripsi, yaitu: pada level aplikasi, level data-link, dan level jaringan.&lt;br /&gt;Enkripsi pada level aplikasi mensyaratkan penggunaan perangkat lunak client-server khusus. Sesuai dengan model referensi OSI, enkripsi data-link hanya berlaku untuk hubungan titik ke titik, seperti sistem enkripsi pada modem telepon. Sedangkan enkripsi level jaringan (network layer) diterapkan pada router atau peralatan lain yang bersebelahan dengan jaringan dikedua sisi. Optimasi kepentingan dan kebijakan security dilakukan dengan mengatur jenis/bagian paket IP yang akan dienkrip, penyesuaian terhadap arsitektur firewall dan konsekuensinya, efektifitas distribusi kunci-enkripsi dll. Di masa depan, dimana teknologi VLAN (Virtual LAN) diperkirakan menjadi pilihan utama untuk Intranet (enterprisewide), penggunaan enkripsi level jaringan ini menjadi begitu penting. Barangkali sama pentingnya dengan keadaan sebuah perusahaan yang sementara ini ‘terpaksa’ menggunakan internet sebagai jalur bagi pengiriman informasi sensitif antara kantor pusat dengan cabangnya dibelahan bumi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERBEROS DAN TIS-FWTK AUTHENTICATION SERVER&lt;br /&gt;Kerberos adalah salah satu karya proyek Athena, kolaborasi antara MIT, IBM dan DEC. Kerberos didisain untuk medukung autentisasi dan enkripsi data pada lingkungan terdistribusi melalui modifikasi client atau server standard. Beberapa vendor sistem operasi telah memasukan Kerberos kedalam produknya. MIT sendiri menyediakan secara free banyak versi Unix yang telah di-Kerberizing. Bahkan bagi kepentingan porting ke sistem operasi atau perangkat lunak client-server yang belum mendukung Kerberos, MIT menyediakan source-code nya, juga secara free. Proyek Athena sendiri mengimplementasikan Kerberos pada banyak aplikasi seperti NFS, rlogin, email, dan sistem password. Secure RPC (Sun Microsystems) juga mengimplementasikan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam implementasi Kerberos. Modifikasi perangkat lunak client dan server akan menyebabkan pembatasan pilihan aplikasi. Sayangnya juga tidak ada metoda alternatif sebagai pengganti modifikasi source-code (seperti dalam proxy yang membolehkan custom user procedure atau custom client software). Kemudian, umumnya orang juga sepakat untuk menyebut: “Kerberos relatif sulit diterapkan/ dikelola”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket sistem autentisasi lain ditawarkan oleh TIS-FWTK: authentication-server. Server ini didisain secara modular, fleksibel sehingga mendukung banyak mekanisme autentisasi populer seperti sistem password reusable standard, S/Key, card SecurdID dari Security Dynamics (sistem dengan perangko-waktu), card SNK-004 Digital Pathways (sistem CR) serta kemudahan untuk pengintegrasian mekanisme baru. Kembali kepada perbincangan diawal tulisan ini, kalau kepentingan utama kita adalah bagaimana menyiapkan ‘pertahanan’ bagi servis inbound non-anonymous, barangkali authentication-server adalah solusi yang patut dipertimbangkan. Mengapa? Bagaimana sistem ini bekerja? Tidak banyak ruang dalam tulisan ini untuk memuat semua diskusi kita tentang autentisasi, tapi ilustrasi penutup berikut akan memberikan sedikit gambaran bagi anda, peminat security jaringan, menyangkut authentication-server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh Lutfi pada tanggal 20 April, 2005. Dibaca 3,038 kali.&lt;br /&gt;Diperoleh dari :http://www.klik-kanan.com/mempercayai-password-network-authentication.htm#more-149&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-2097332908509485982?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/mempercayai-password-network.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-7250734978908572624</guid><pubDate>Tue, 21 Jul 2009 09:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.510+07:00</atom:updated><title>Microsoft Mendapatkan Sebagian Saham Facebook</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q-_G6NmAkpE/SmWGIoiBYtI/AAAAAAAAAHY/5Za4nuWzvhc/s1600-h/files.php.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 68px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q-_G6NmAkpE/SmWGIoiBYtI/AAAAAAAAAHY/5Za4nuWzvhc/s320/files.php.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360838414331634386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu terlibat dalam pertempuran perebutan Facebook, akhirnya Microsoft dapat menaklukan Google atas perebutan situs jaringan sosial (social networking) ini. Untuk itu Microsoft harus merogoh 240 juta dollar AS hanya untuk seiris kue dari Facebook. Betapa tidak, nilai yang dikeluarkan Microsoft untuk Facebook tersebut hanyalah untuk mendapat 1,6 persen bagian saja dari Facebook. Untuk bagian seiris kue ini Microsoft berhak menjadi partner eksklusif Facebook, baik di Amerika maupun di luar negeri, untuk penyediaan platform iklan  hingga tahun 2011 mendatang. Facebook yang dibentuk oleh Mark Zuckerberg, pada tanggal 4 Februari 2004 ini kini telah berkembang dengan angka jumlah pengguna mencapai lebih dari 50 juta orang.&lt;br /&gt;Di tempat terpisah, pihak Google menyatakan tidak menyesal atas kekalahan tersebut, bahkan mereka menilai dollar yang dirogoh Microsoft untuk Facebook terlalu tinggi. Lalu bagaimana langkah Google setelah kekalahan ini? Ternyata Google tetap mencari sasaran 'social networking' yang lain. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya pinangan Google atas situs social networking yang lain. Google memutuskan untuk mengakuisisi MySpace dengan pertimbangan bahwa situs social networking ini juga sangat potensial dalam perkembangannya. Saat ini MySpace diklaim telah mencapai angka 110 juta orang, tentu saja jumlah ini memang berharga cukup mahal untuk sebuah situs jaringan sosial.&lt;br /&gt;Sementara itu Michael Cassidy, President sekaligus CEO Undertone Networks, sebuah perusahaan iklan online, juga mengatakan kepada news.com bahwa langkah untuk beriklan di sebuah situs web jaringan sosial seperti Facebook dan MySpace merupakan suatu langkah yang sia-sia. Karena menurutnya pengunjung pada situs web semacam itu hanya ingin berinteraksi dengan teman-teman mereka. Menurutnya, pengunjung semacam ini sama sekali bukanlah sasaran yang tepat untuk iklan online. Jadi sebenarnya apa yang dicari Microsoft dan Google dalam perang ini? Kita lihat nanti bagaimana perkembangan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari :http://www.beritanet.com/Technology/facebook_microsoft.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-7250734978908572624?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/microsoft-mendapatkan-sebagian-saham.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q-_G6NmAkpE/SmWGIoiBYtI/AAAAAAAAAHY/5Za4nuWzvhc/s72-c/files.php.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3982597795044588368.post-4631318362075478970</guid><pubDate>Tue, 21 Jul 2009 09:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T23:08:22.520+07:00</atom:updated><title>Batch File Perintah Eksternal</title><description>Setelah kemarin kita belajar batch file dengan perintah internal nah sekarang saya akan belajar mengkombinasikan dengan perintah eksternal dari command prompt. Perintah eksternal batch file ini memiliki tugas masing-masing seperti menyembunyikan file dalam 1 folder, me-restart komputer, dan juga fungsi fungsi lain nya. Perlu di ingat untuk yang belum tau bahwa batch file programming ini merupakan program dasar atau perintah yang mendasar dalam sistem komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mengikuti tutorial batch file saya dari pertama, tentunya anda mempunyai file bernama Coba1.bat, kita akan megkombinasikannya dengan langkah-langkah seperti berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buka kembali file Coba1.bat anda. Tepat diatas perintah "pause" coba anda masukkan perintah "attrib +h *.doc", sudah banyak yang tau kan perintah tersebut untuk apa? Jika belum saya akan menjabarkan nya sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah "attrib" berfungsi untuk mengatur attribute suatu file, perintah "+h" berfungsi untuk memberikan atribut "hidden" pada file yang dituju, perintah "*.doc" merupakan file target tepatnya semua file yang berekstensi *.doc. Pasti biasa anda jumpai dalam file Microsoft word, tanda asterik "*" mewakili semua nama file yang berekstensi ".doc", perintah "/s" berfungsi melakukan pencarian file sesuai dengan nama suatu folder hingga ke sub-sub foldernya(jika ada), dan perintah "/d" biasa digunakan untuk mendampingi penggunaan perintah "/s".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nah gimana mengerti gak? Sebelum anda meperaktekkan batch file ini baiknya anda cek dahulu apakah terdapat file document(*.doc) pada folder my documents. Jika ada kita akan langsung belajar ke listing batch programming nya seperti berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Echo off&lt;br /&gt;cls&lt;br /&gt;Echo saya akanglil....&lt;br /&gt;Dir &gt; Iseng.txt&lt;br /&gt;Copy Iseng.txt C:\&lt;br /&gt;Del Iseng.txt&lt;br /&gt;Attrib +h *.doc /d /s&lt;br /&gt;pause&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Save batch file diatas dengan nama Coba1.bat pada folder my documents kemudian anda jalankan. Ada perubahan? pasti anda masih bingung terdapat perubahan dimana, karena proses penyembunyian file ini memang tidak terlihat. Untuk melihat perubahan dari perintah "attrib +h *.doc /d /s" coba anda buka Explorer dan lihat folder my documents anda, jika batch file nya berhasil dan terdapat file microsoft word(*.doc) pasti file tersebut akan terlihat samar-samar atau bisa jadi hilang dari folder my documents anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selanjutnya kita belajar menambahkan peintah "shutdown -s -f -t 60" tepat di baris di bawah perintah "attrib". Perintah batch ini bertujuan agar komputer melakukan "shutdown" secara otomatis dalam 60 detik setelah perintah ini di eksekusi. Untuk penjelasan perintah "shutdown" diatas kira-kira seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah "shutdown" berfungsi untuk melakukan proses shutdown atau restart pada komputer, perintah "-s" berfungsi memberikan perintah untuk "shutdown" pada komputer, apabila anda ganti dengan "-r" maka komputer akan melakukan restart, perintah "-f" berfungsi untuk menutup secara paksa semua program atau aplikasi yang sedang berjalan saat proses shutdown, perintah "-t 60" berfungsi untuk memberikan waktu toleransi 60 detik kepada user sebelum komputer dishutdown, waktu "60" bisa anda ganti sesuai selera anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana mengerti gak sampai disini? Jika iya, bagaimana listing nya? ya gampang kok, klik kanan pada file batch Coba1.bat dan pilih edit, masukkan perintah "shutdown -s -f -t 60" tepat dibawah perintah "attrib +h *.doc /d /s", kemudian save deh dan jalankan. Loh kok keluar kotak warning ya? yup, berarti batch file anda bekerja baik, bagaimana cara mecegah nya? simple aja kok, buka Command Prompt(CMD) dan setelah masuk ke CMD anda ketik "Shutdown -a", "-a" berfungsi untuk mencegah(abort).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sip deh mudah-mudahan mengerti ya, weits aalil nanti dulu bagaimana nasib file ".doc" yang dihilangkan tadi? oh ya, simple aja lagi deh, buka lagi Command Prompt anda dan ketikan "attrib -h *.doc /d /s", lihat sendiri ya hasilnya. Semoga Tutorial Batch File Perintah Eksternal ini berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next tutorial belajar dan bermain-main dengan registry windows. Regards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari :http://aalil.blogspot.com/2009/04/batch-file-perintah-eksternal.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3982597795044588368-4631318362075478970?l=www.blogkhuluki.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.blogkhuluki.co.cc/2009/07/batch-file-perintah-eksternal.html</link><author>noreply@blogger.com (Khuluki)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>
